Open Your Mind!!
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (QS. AR RUUM:21)

Keberkahan dalam Menjalin Silaturahim



"Indahnya cinta dan silahturahmi"

Seusai Sholat Shubuh aku dikejutkan oleh Bunda 
“Ari, Nenek kamu masuk Rumah Sakit. Bunda harus datang melihatnya“ 
Kulihat wajah bunda nampak sedih. 

Tentu aku harus mendampingi bunda, karena tempat tinggal nenek tidak di Jakarta tapi Sumatera. 

Sementara aku hampir tidak mungkin meninggalkan kesibukanku di Jakata, Apalagi mitra bisnisku dari luar negeri sedang ada di Jakarta untuk menjajaki kerjasama pembelian produksi pabrikku. 

kulihat Bunda sedang sibuk mengemas pakaiannya di kamar.

“Bunda, apa enggak bisa berangkatnya lusa aja” 
kataku dengan lembut.

“Bunda enggak mau ganggu kamu, bunda bisa pergi sendiri kok, antar saja Bunda ke Bandara ya."
kata bunda sambil memasukan pakaiannya kedalam koper.

“Baru minggu lalu bunda ke Dokter dan sekarang masih harus istirahat.“ 
Kataku dengan tetap lembut sambil memegang tas kopernya untuk mencoba menahannya pergi. 
“Lusa aja ya, aku temanin.“

Training Metode Al Qosimi (cepat dan kuat menghafal Al-Qur'an)

 


“Sebaik-sebaik orang diantara kalian adalah mereka yang mempelajari Al qur’an dan mengajarkannya.”(HR. Bukhori)
Hadits itulah yang menjadi motivasi setiap muslim untuk berlomba-lomba menjadi yang hamba terbaik-Nya, melalui Al qur’an. Menghafalkan ayat-ayat Al-qur’an bukan lagi hal asing dewasa ini bahkan ini adalah sebuah keharusan bagi setiap muslim.
Cita-cita ingin hafal Al qur’an menjadi dambaan setiap muslim, alangkah bahagianya jika seseorang dapat meraih cita-citanya tersebut. Setiap muslim punya peluang yang sama untuk bisa hafal Al qur’an. Namun, tidak sedikit yang terkendala dengan metode yang digunakan untuk menghafal Al Qur’an. Dikutip dari buku yang berjudul ANDA PASTI BISA HAFAL AL-QUR’AN Metode Al-Qosimi karya Abu Hurri Al-Qosimi Al-Hafizh.

Sehubungan akan pentingnya mempelajari Al-Qur'an, maka Yayasan Hidayatullah Kota Pontianak akan mengadakan Training Metode Al-Qosimi pada hari Sabru, 15 Agustus 2015 yang bertempat di Aula Asrama Haji, Jl. Sutoyo Kota Pontianak. Dengan harapan peserta dapat memahami metode yang tepat dan kuat dalam menghafal Al-Qur'an dan bisa mengamalkan (menhajarkan) di masyarakat luas.
informasi lebih lanjut, silahkan download brosur di bawah ini. terima kasih...

Haid Wanita Hamil

Pada umumnya, seorang wanita jika dalam keadaan hamil akan berhenti haid (menstruasi). Kata Imam Ahmad, rahimahullah, "Kaum wanita dapat mengetahui adanya kehamilan dengan berhentinya haid".

Apabila wanita hamil mengeluarkan darah sesaat sebelum kelahiran (dua atau tiga hari) dengan disertai rasa sakit, maka darah tersebut adalah darah nifas. Tetapi jika terjadi jauh hari sebelum kelahiran atau mendekati kelahiran tanpa disertai rasa sakit, maka darah itu bukan barah nifas. Jika bukan, apakah itu termasuk darah haid yang berlaku pula baginya hukum-hukum haid atau disebut darah kotor yang hukumnya tidak seperti hukum-hukum haid ? Ada perbedaan pendapat di antara para ulama dalam masalah ini.

Dan pendapat yang benar, bahwa darah tadi adalah darah haid apabila terjadi pada wanita menurut kebiasaan waktu haidnya. Sebab, pada prinsipnya, darah yang terjadi pada wanita adalah darah haid selama tidak ada sebab yang menolaknya sebagai darah haid. Dan tidak ada keterangan dalam Al-Qur'an maupun Sunnah yang menolak kemungkinan terjadinya haid pada wanita hamil.

Inilah madzhab Imam Malik dan Asy-Syafi'i, juga menjadi pilihan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Disebutkan dalam kitab Al-Ikhtiyarat (hal.30) :"Dan dinyatakan oleh Al-Baihaqi menurut salah satu riwayat sebagai pendapat dari Imam Ahmad, bahkan dinyatakan bahwa Imam Ahmad telah kembali kepada pendapat ini".

Dengan demikian, berlakulah pada haid wanita hamil apa yang juga berlaku pada haid wanita tidak hamil, kecuali dalam dua masalah :
1. Talak.
Diharamkan mentalak wanita tidak hamil dalam keadaan haid, tetapi tidak diharamkan terhadap wanita hamil. Sebab, talak dalam keadaan haid terhadap wanita tidak hamil menyalahi firman Allah Ta'ala.

"Artinya : ....Apabila kamu menceraikan isteri-isterimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar) ...." [Ath-Thalaaq : 1].

Adapun mentalak wanita hamil dalam keadaan haid tidak menyalahi firman Allah. Sebab, siapa yang mentalak wanita hamil berarti ia mentalaknya pada saat dapat menghadapi masa iddahnya, baik dalam keadaan haid ataupun suci, karena masa iddahnya dengan masa kehamilan. Untuk itu, tidak diharamkan mentalak wanita hamil sekalipun setelah melakukan jima' (senggama), dan berbeda hukumnya dengan wanita tidak hamil.
2. Iddah.
Bagi wanita hamil iddahnya berakhir dengan melahirkan, meski pernah haid ketika hamil ataupun tidak. Berdasarkan firman Allah Ta'ala.

"Artinya : Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya" [Ath-Thalaaq : 4]


[Disalin dari buku Risalah Fid Dimaa' Ath-Thabii'iyah Lin Nisaa' . Penulis Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-'Utsaimin, edisi Indonesia Darah Kebiasaan Wanita. Penerjemah. Muhammad Yusuf Harun, MA, Terbitan. Darul Haq Jakarta]

BERDIRI UNTUK MENYAMBUT YANG DATANG

Oleh :
Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Ketika seseorang masuk, sementara kami sedang duduk di suatu majlis, para hadirin berdiri untuknya, tapi saya tidak ikut berdiri. Haruskah saya ikut berdiri, dan apakah orang-orang itu berdosa ?

Jawaban
Bukan suatu keharusan berdiri untuk orang yang datang, hanya saja ini merupakan kesempurnaan etika, yaitu berdiri untuk menjabatnya (menyalaminya) dan menuntunnya, lebih-lebih bila dilakukan oleh tuan rumah dan orang-orang tertentu. Yang demikian itu termasuk kesempurnaan etika. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdiri untuk menyambut Fathimah, Fathimah pun demikian untuk menyambut kedatangan beliau [1]. Para sahabat Radhiyallahu ‘anhum juga berdiri untuk menyambut Sa’ad bin Mu’adz atas perintah beliau, yaitu ketika Sa’ad tiba untuk menjadi pemimpin Bani Quraizah.

Thalhah bin Ubaidillah Radhiyallahu ‘anhu juga berdiri dan beranjak dari hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika Ka’ab bin Malik Radhiyallahu ‘anhu datang setelah Allah menerima taubatnya, hal itu dilakukan Thalhah untuk menyalaminya dan mengucapkan selamat kepadanya, kemudian duduk kembali [3]. (Peristiwa ini disaksikan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau tidak mengingkarinya). Hal ini termasuk kesempurnaan etika. Permasalahannya cukup fleksible.

Download Proposal Pembangunan SDIT

Assalamu'alaikum...
semoga segala aktifitas kita diberi kelancaran.. amin...
sobat-sobat sekalian mungkin ada diantara kita yang ingin membangun gedung sekolah dasar Islam terpadu dan kesulitan dalam membuat proposal pembangunan gedung. so di sini saya akan berbagi file tentang proposal tersebut. silahkan sobat klik link di bawah ini. file dalam bentuk rar

Download Proposal Pembangunan Gedung SDIT

Do'a khusus Bagi Mayit

DOA KHUSUS BAGI MAYIT

اَللَّهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ
بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا
يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلبَْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ
دَارًاخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْل خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ
وَزَوْجًاخَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ
مِنْ عَذّابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَاوَمَيِّتِنَاوَشَاهِدِنَا
وَغَائِبِنَاوَصَغِيْرِنَاوَكَبِيْرِنَاوَذَكَرِنَاوَاُنْثاَنَا.اَللَّهُمَّ مَنْ اَحْيَيْتَهُ مِنَّافَأَحْيِهِ عَلَى
اْلِسْلمَ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى
اْلِيْمَانِ. اَللَّهُمَّ لتََحْرِمْنَا اَجْرَهُ
وَلتَُضِلَّنَابَعْدَهُ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. 
“Ya Allah, ampunilah dia, dan kasihanilah dia, sejahterakanlah dia dan ampunilah 
dosa kesalahannya, hormatilah kedatangannya dan luaskanlah tempat tinggalnya,
bersihkanlah dia dengan air, salju dan embun. 

Bersihkanlah dia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan gantikanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik daripada ahli keluarganya yang dahulu, dan gantikanlah baginya pasangan yang lebih baik daripada pasangannya yang dahulu dan masukanlah dia ke syurga dan
peliharalah ia dari siksa kubur, dan azab api neraka. 

Ya Allah, ampunilah orang-orang hidup dati kami ataupun yang sudah mati, orang-orang hadir dan tidak hadir dari kami, orang-orang muda dan tua kami, orang-orang lelaki dan perempuan kami.
Ya Allah, orang yang Engkau hidupkan di antara kami, maka hidupkanlah di atas Islam dan
orang yang Engkau matikan di antara kami, maka matikanlah di atas iman. 

Ya Allah, janganlah Engkau jadikan pahalanya tidak sampai kepada kami, dan janganlah Engkau
sesatkan kami sesudahna dengan rahmatMu wahai Dzat yang paling balas kasihan. Segala
puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

Apakah Dia Bidadariku?


Belajar untuk MELEPASKAN SESEORANG YANG BUKAN JODOH KITA
Disaat kamu ingin melepaskan seseorang.. inga­tlah pada saat kamu ingin mendapatkannya.­.
Disaat kamu mulai tidak mencintainya… in­­gatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya..
Disaat kamu mulai bosan dengannya… ingat­lah selalu saat terindah bersamanya
Disaat kamu ingin menduakannya… ba­­yangkan jika dia selalu setia,Saat kamu ingin membohonginya… ingatlah disaat dia jujur padamu,. Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu..Jangan­­ sampai disaat dia sudah tidak disisimu, kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu..
Yang indah hanya sementara, yang abadi adalah kenangan, yang ikhlas hanya dari hati, yang tulus hanya dari sanubari..Tidak ­­mudah mencari yang hilang, tidak mudah mengejar impian, namun yg lebih susah mempertahankan yg ada karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga.. Ingatlah pada pepatah, “Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini”
Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif…. Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun semuanya sirna tak berbekas, rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedud­ukan,dan jabatan yg luar biasa,namun… Ket­ika nafas terakhir tiba,sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi, sehelai benang pun tak bisa dimiliki, apalag­i yang mau diperebutkan, ap­­alagi yang mau disombongkan.. M­aka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani
Jangan terlalu perhitungan, jan­gan hanya mau menang sendiri, jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita, Belajarla h­tiada hari tanpa kasih, selalu berlapang dada dan mengalah hidup ceria, bebas leluasa…Tak ada yang tak bisa di ikhlaskan…. Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan. Tak ada dendam yang tak bisa terhapus…
Ya Allah..
bila pendamping kami telah Engkau lahirkan, geraka­n hatinya tuk menuju hati kami, pertemukan­lah kami dalam sebaik-baiknya pertemuan tuk menuju Ridha-Mu.. Karen­a Engkaulah yg berhak atas hati hamba-hamba-Mu.. Dan Engkau jua yg kuasa membolak balikannya..
Ya Rabb,bila dia jauh, dekatkanla­h.. Eratkan hati kami dalam ikatan karena-Mu, tautk­an hati kami dengan hatinya yg sama-sama mengharap dan mendamba sebuah keinginan menuju ridha-Mu..
Ya Allah...Yang Maha Pecinta..Pemili­k cinta sejati, bila mana­ cintaku kau ciptakan utk dia..Tabahkan hatinya..Teguhk­an imannya..Tegark­an penantiannya..
Ya Rabb...Sang Pemilik Hati..bila hati kami KAU ciptakan untuk dia, penuhi hatinya dgn Kasih-Mu,Terang­i langkahnya dgn Cahaya-Mu,Limpa­hkan kelapangan di kalbunya dgn kesabaran,Teman­i dia dalam kesepian..
Sungguh, Tiada tempat kami bersandar Selain pada-Mu.. kami titipkan cinta kami pada-Mu untuknya..kami titipkan sayang kami pada-Mu untuknya.. Kami titipkan rindu kami pada-Mu untuknya..Mekar­kan cintaku bersama cintanya.. Satuk­an hidup kami & hidupnya dlm Cinta-Mu..
Kami yakin bila saatnya sudah menghampiri, pas­ti kebahagiaan itu kami dapati.. Mohon beri kami kekuatan dan kesabaran dlm penantian kami..
Ya ALLAH..kirimkan ­dia yg dpt membawa kebaikan, Baik bagi dunia kami, akhirat kami dan agama kami.. Agar kami sama2 berjama'ah tuk tetap Menuju-Mu..bimb­­inglah hati kami, Kuatkan hati kami.. Penuhilah­ dengan Rahmat & kasih sayang-Mu..
Aamiin Yaa Rabbal'alamiin....

dikutip dari FB Mutiara Hitam

Antara Haq dan Bathil



Ibu Guru berkerudung rapi tampak bersemangat di depan kelas sedang mendidik murid-muridnya dalam pendidikan Syari’at Islam. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus. Ibu Guru berkata, “Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus.

Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah “Kapur!”, jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah “Penghapus!” Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Ibu Guru mengangkat silih berganti antara tangan kanan dan tangan kirinya, kian lama kian cepat.

Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata, “Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah “Penghapus!”, jika saya angkat penghapus, maka katakanlah “Kapur!”. Dan permainan diulang kembali.

Maka pada mulanya murid-murid itu keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya.

“Anak-anak, begitulah ummat Islam. Awalnya kalian jelas dapat membedakan yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Namun kemudian, musuh musuh ummat Islam berupaya melalui berbagai cara, untuk menukarkan yang haq itu menjadi bathil, dan sebaliknya.

Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kalian menerima hal tersebut, tetapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kalian terbiasa dengan hal itu. Dan kalian mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kalian tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan etika.”

“Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik, zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, sex sebelum nikah menjadi suatu hiburan dan trend, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup, korupsi menjadi kebanggaan dan lain lain. Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disedari, kalian sedikit demi sedikit menerimanya. Paham?” tanya Guru kepada murid-muridnya. “Paham Bu Guru”

“Baik permainan kedua,” Ibu Guru melanjutkan. “Bu Guru ada Qur’an, Bu Guru akan meletakkannya di tengah karpet. Quran itu “dijaga” sekelilingnya oleh ummat yang dimisalkan karpet. Sekarang anak-anak berdiri di luar karpet.

Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur’an yang ada di tengah dan ditukar dengan buku lain, tanpa memijak karpet?” Murid-muridnya berpikir. Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat, dan lain-lain, tetapi tak ada yang berhasil.

Akhirnya Sang Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur’an ditukarnya dengan buku filsafat materialisme. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet.

“Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya. Musuh-musuh Islam tidak akan memijak-mijak kalian dengan terang-terangan. Karena tentu kalian akan menolaknya mentah-mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tetapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan dari pinggir, sehingga kalian tidak sadar. Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina pundasi yang kuat. Begitulah ummat Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau fondasinya dahulu. Lebih mudah hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dahulu, kursi dipindahkan dahulu, lemari dikeluarkan dahulu satu persatu, baru rumah dihancurkan…”

“Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kalian. Mereka tidak akan menghantam terang-terangan, tetapi ia akan perlahan-lahan meletihkan kalian. Mulai dari perangai, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun kalian itu Muslim, tetapi kalian telah meninggalkan Syari’at Islam sedikit demi sedikit. Dan itulah yang mereka inginkan.”

“Kenapa mereka tidak berani terang-terangan menginjak-injak Bu Guru?” tanya mereka. Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tetapi sekarang tidak lagi. Begitulah ummat Islam. Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya hancur. Tetapi kalau diserang serentak terang-terangan, baru mereka akan sadar, lalu mereka bangkit serentak. Selesailah pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdo’a dahulu sebelum pulang…”

Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya.

***

Ini semua adalah fenomena Ghazwu lFikri (perang pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh-musuh Islam. Allah berfirman dalam surat At Taubah yang artinya:

“Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, sedang Allah tidak mau selain menyempurnakan cahayaNya, sekalipun orang-orang kafir itu benci akan hal itu.”(QS. At Taubah :32).

Musuh-musuh Islam berupaya dengan kata-kata yang membius ummat Islam untuk merusak aqidah ummat umumnya, khususnya generasi muda Muslim. Kata-kata membius itu disuntikkan sedikit demi sedikit melalui mas media, grafika dan elektronika, tulisan-tulisan dan talk show, hingga tak terasa.

Begitulah sikap musuh-musuh Islam. Lalu, bagaimana sikap kita…?