<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831</id><updated>2012-03-01T05:02:23.447-08:00</updated><category term='Jendela Islam'/><category term='Islam'/><category term='Kesehatan'/><category term='Motivatioan'/><category term='Hikmah'/><category term='Humor'/><category term='Tokoh-tokoh Islam'/><category term='Sejarah Islam'/><category term='Bontang City'/><category term='ARTIKEL'/><title type='text'>Open Your Mind!!</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>134</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-8214573540579527308</id><published>2012-02-11T20:37:00.000-08:00</published><updated>2012-02-11T20:40:02.552-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Memilih Pasangan Hidup yang Baik</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-fVz2GChNSDc/TzdBwJxaNuI/AAAAAAAAAQw/Bz1naYyK65E/s1600/pasangan-kekasih-400x300.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-fVz2GChNSDc/TzdBwJxaNuI/AAAAAAAAAQw/Bz1naYyK65E/s320/pasangan-kekasih-400x300.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ada  banyak hal yang membuat seorang lelaki MENCINTAI wanita, Tapi Janganlah  kamu terlalu tinggi dalam menentukan pilihan, karna pilihanmu belum tentu  yg terbaik untuk masa depanmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya bila Kecantikan wanita menjadi sebab dalam menentukan pilihan, ia tidak salah..tapi juga tidak selalu benar atau menguntungkan  bagimu,karena kecantikan bukan segalanya dan kecantikan juga tidak  selalu membahagiakan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak Lelaki mempunyai Istri Cantik  tapi tak bahagia Dan Tak Sedikit Pula Wanita yang tak Cantik tetapi ia  memiliki Kelebihan-Kelebihan yang mampu membuat lelaki amat sangat  bersyukur ketika memiliki dirinya,, jadi, pilihlah yang menyenangkan  hatimu, yang indah dimata dan menyenyukkan hatimu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraki, ingatlah pesan Nabi kita yang mengajarkan bagaimana cara memilih pasangan..&lt;br /&gt;''Nikahilah wanita karena 4 perkara: karena harta bendanya,  keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Utamakanlah wanita yang taat  kepada agamanya,niscaya kamu akan bahagia''..[HR. Abu Hurairah ra.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kamu sudah menentukan pilihan, ISTIKHARAHLAH ..mintalah keridhaan  ALLAH atas pilihanmu... jadikan segala kekurangan dan kelebihannya  anugerah dari-Nya,sehingga kekurangannya kamu tutupi dan perbaiki,dan  kelebihannya kamu syukuri.......&lt;br /&gt;Sehingga kamu mampu menjadi Sebaik-baik Lelaki yang memuliakan Wanita...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}" style="font-size: small;"&gt;Oleh Saudari Suanti, :) &lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-8214573540579527308?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/8214573540579527308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2012/02/memilih-pasangan-hidup-yang-baik.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/8214573540579527308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/8214573540579527308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2012/02/memilih-pasangan-hidup-yang-baik.html' title='Memilih Pasangan Hidup yang Baik'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-fVz2GChNSDc/TzdBwJxaNuI/AAAAAAAAAQw/Bz1naYyK65E/s72-c/pasangan-kekasih-400x300.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-732665614319439495</id><published>2011-09-18T18:12:00.000-07:00</published><updated>2011-09-18T18:12:48.545-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>OH PISANG…OH KEPOMPONG…..</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cak Markuat  kala itu duduk dibawah pohon pisang terlihat sesekali tersenyum sambil menatap kearah salah satu daun yang terlihat rusak dimakan ulat,sesekali dia mengangkat kopyah panjangnya dengan tangan kiri sementara tangan kanan menggaruk-nggaruk kepala hingga rambut kusutnya terlihat acak-acakan,tetapi  selang kemudian dia terlihat menangis tersedu-sedu sambil menengadahkan tangan kelangit,kali ini dia berteriak “kabulkan yaa Raaab………… kabulkan ya Raaaab………….!” Kontan saja kejadian itu membuat kedua sahabatnya kaget. “Ada apa cak Markuat ?!”Tanya cak Sabar. Namun  Cak Markuat malah balik bertanya “apa sampeyan nggak tahu toh cak ? coba lihat kepompong yang diatas itu apa dia nggak gerah tersengat matahari yang panas ini? Apa sampeyan juga nggak tahu derita yang dialami pohon pisang ini yang daunya tercabik-cabik oleh ulat-ulat itu? Bagaimana bisa hidup subur pohon ini kalau daunya rusak semua ! Apa sampeyan juga nggak mikir kalo yang nanam pohon pisang ini menginginkan berbuah pisang bukan ulat, lha iya toh cak ?” Mendengar penjelasan itu cak Sabar hanya menjawab “sudahlah  cak semua itu kan sudah tinakdlir dari Gusti Allah, nggak usah sampeyan pikir sing aneh-aneh..lakyo ngunu tah cak Sukur?” cak Sabar melempar pertanyaan kepada cak Sukur yang sedari tadi hanya mendengarkan percakapan sahabatnya. Cak Sukur manggut-manggut sambil melangkah ke arah cak Markuat sembari berdo’a ”YA RAAB……KABULKAN KEINGINAN KEPOMPONG…..,YA RAAB…..KABULKAN KEINGINAN  POHON PISANG…., YA RAAB………KABULKAN KEINGINAN ORANG YANG MENANAM POHON INI……YA RAAB……KUATKANLAH LANGKAH KAMI MENUJU ENGKAU,YA RAAB….JADIKAN KAMI ORANG-ORANG YANG SABAR DAN ORANG-ORANG YANG PANDAI BERSYUKUR.  Amiin….Beberapa saat kemudian merekapun melanjutkan perjalanan dalam mencari guru hidup rindu bertemu sang kekasih…&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-732665614319439495?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/732665614319439495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/09/oh-pisangoh-kepompong.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/732665614319439495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/732665614319439495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/09/oh-pisangoh-kepompong.html' title='OH PISANG…OH KEPOMPONG…..'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-6064782707245702133</id><published>2011-08-15T17:29:00.000-07:00</published><updated>2011-08-15T17:29:41.347-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Awas! Kebanyakan Duduk Picu Penyakit Kronis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ZEopDgMkAjg/Tkm5pvG5fOI/AAAAAAAAAP8/O-WXVV6xRP0/s1600/orang+duduk.jpg" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="291" src="http://4.bp.blogspot.com/-ZEopDgMkAjg/Tkm5pvG5fOI/AAAAAAAAAP8/O-WXVV6xRP0/s320/orang+duduk.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt; Anda yang memiliki gaya hidup kurang aktif sebaiknya mulai waspada sejak dini. Karena hasil penelitian menunjukkan, gaya hidup kurang aktif atau sedentari dapat meningkatkan risiko mengidap penyakit kronis meskipun Anda telah meluangkan waktu untuk berolahraga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Jika orang-orang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk, meski telah berolahraga secara rutin, mereka tetap berisiko tinggi terkena penyakit kronis. Jika mereka mau menambah gerakan dalam rutinitasnya sepanjang hari, mereka akan merasa lebih baik dan terhindar dari masalah kesehatan," ujar John Thyfault, asisten profesor nutrisi dan fisiologi dari Universitas Missouri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam penelitian terbaru, Thyfault dan timnya menemukan bahwa mereka yang gaya hidupnya berubah dari level aktivitas tinggi (lebih dari 10.000 langkah setiap hari) menjadi tidak aktif (kurang dari 5.000 langkah per hari) berisiko lebih tinggi mengidap diabetes tipe 2.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Thyfault, aktivitas yang menuntut seseorang jarang duduk seperti tak terlihat pengaruhnya terhadap seseorang. Tetapi, dalam jangka panjang hal itu dapat mencegah kenaikan berat badan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sebuah artikel terbaru yang dipublikasikan Journal of Applied Physiology, para peneliti berpendapat,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ZEopDgMkAjg/Tkm5pvG5fOI/AAAAAAAAAP8/O-WXVV6xRP0/s1600/orang+duduk.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;gaya hidup kurang aktif merupakan penyebab utama penyakit kronis, seperti diabetes, obesitas, juga penyakit perlemakan hati. Berolahraga secara teratur pun mungkin belum cukup bagi mereka yang banyak duduk untuk menekan risiko penyakit ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa penelitian juga membuktikan bahwa menghabiskan sebagian besar waktu dengan duduk dapat memicu risiko kematian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Setiap orang harus mencoba mengambil paling tidak 10.000 langkah setiap hari. Tak perlu dilakukan sekaligus, tapi melakukan 500 hingga 1.000 langkah setiap beberapa jam sudah terbilang bagus," ujar Scott Rector, asisten profesor nutrisi dan olahraga fisiologi dari Universitas Missouri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perubahan kecil dapat meningkatkan jumlah langkah orang-orang dalam kegiatan rutin mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Cobalah untuk menggunakan tangga dibanding dengan elevator, berjalan menuju meja teman kantor dibandingkan dengan memanggil mereka, atau meluangkan sedikit waktu untuk Anda sedikit berjalan-jalan sepanjang hari," tambahnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-6064782707245702133?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/6064782707245702133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/08/awas-kebanyakan-duduk-picu-penyakit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/6064782707245702133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/6064782707245702133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/08/awas-kebanyakan-duduk-picu-penyakit.html' title='Awas! Kebanyakan Duduk Picu Penyakit Kronis'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ZEopDgMkAjg/Tkm5pvG5fOI/AAAAAAAAAP8/O-WXVV6xRP0/s72-c/orang+duduk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-4635318283451841996</id><published>2011-08-15T06:51:00.000-07:00</published><updated>2011-08-15T06:51:52.385-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Televisi dan Wawasan Perkembangan kita (dan keluarga) ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kali ini kita tidak akan membahas perihal  televisi. Benda kotak kaku itu membuat saya iseng-iseng menonton ada apa saja pelayanan yang disuguhkan oleh si kotak kaku yang 'menarik' itu. Kenapa disebut menarik, karena kotak itu sudah berhasil menyedot sebagian besar orang-orang untuk investasi waktunya di depan televisi, dan banyak juga suguhan menarik yang disajikan, mulai dari politik, olahraga, berita, infotainment dan entertainment, hingga pola hidup, menarik bukan?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tayangan pertama ketika pertama kali menyalakan televisi adalah infotainment gosip, astaghfirullah, pagi-pagi sudah disuguhi memakan 'bangkai' saudaranya sendiri, ironis. Ada yang berdalih sebagai hiburan semata, tapi kalau menurut saya, sesuatu yang menarik mata dan telinga akan mudah 'diendapkan' di dalam otak dalam jangka waktu yang lama. Belum lagi disuguhi oleh pakaian-pakaian 'yang merasa artis' dengan pakaian kayak lontong, ngepress, you can see but you can tauch it. Astaghfirullah, baru melihat sebentar saja langsung 'mual-mual', lanjut pindah channel...&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tayangan kedua film kartun, saya kurang tahu judulnya apa, tapi tontonannya penuh dengan adegan kekerasan, seorang anak yang 'memalak' temannya dan berkata-kata kasar. Ga kebayang kalau ditonton anak-anak, padahal anak itu peniru yang unggul, ah sangat tidak menarik untuk ditonton lebih jauh akhirnya ku memutuskan untuk lanjut pindah channel...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tayangan ketiga, tentang politik, membahas kasus yang sedang hangat di negeri ini, siapa lagi kalau bukan Mr. Gayus Tambunan. Ah nonton ini saya jadi geli sendiri, ditambah lagi dengan pernyataan seorang mantan napi yang menciptakan dan menyayikan lagu tentang Gayus dan yang lucu ketika dia ditanya masih percayakah dengan hukum, dan jawabnya pun tidak...! (kalau ga salah saya dengarnya itu). Lagi-lagi daku tidak tertarik untuk menyimaknya, dan akhirnya lanjut pindah channel...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tayangan keempat, tentang gaya hidup. Isinya menceritakan tentang pemakaian tatto sebagai trend hidup manusia zaman sekarang terutama wanita. Astaghfirullah... ternyata banyak di kota-kota besar sekarang wanita yang minta dibuatkan tatto pada tubuhnya, dengan alasan beragam, ada yang bilang biar lebih pede, ada yang bilang suka aja, ada lagi yang pede banget bilang kalau yang ditutup tubuhnya (dengan pakaian syar'i) belum tentu bener orangnya. Astaghfirullah, pola pikir yang sudah di brain wash dengan hedonisme dan sangat tidak lebar pemikirannya karena menurutnya bercermin pada keburukan lebih baik dari pada pada kebaikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin ada yang berdalih juga, itu hak asasi orang mau pake tatto atau tidak kenapa 'situ' (anda-red) yang repot. Padahal kalau saja mereka tahu, bahwa wanita itu adalah tiang agama, jika wanitanya rusak maka rusaklah keseluruhan negara itu dan yang lebih ironis lagi ketika pemilik toko tatto ditanya siapa konsumen paling banyak dalam meminta dibuatkan tatto dan jawabnya adalah 60% wanita dan sisanya 40% pria. Astaghfirullah, ga tahan saya tontonan seperti itu, adakah stasiun televisi yang 'bener' ? Akhirnya lanjut pindah channel...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tayangan kelima, tentang pertanian dan wirausaha, ditayangkan oleh salah satu pioner pertelevisian nasional pertama. (Alhamdulillah ada yang bener juga). Isinya menarik, mulai dari pertanian jagung hingga abon ikan yang lagi laris di daerah Jawa sana. Sangat-sangat menambah wawasan dan inspirasi walaupun telat nontonnya. Tapi sayang, tayangan seperti ini konon kurang laku, karena masyarakat terlanjur di brain wash tentang hedonisme.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari kelima tayangan yang iseng saya tonton, hanya satu yang 'bener', sisanya 'ga bener' (lah iya toh lawan kata bener ya ga bener :) ). Ironis sekali menurut penulis. Jika waktu kita terlalu banyak diinvestasikan untuk televisi dengan sebagian besar tanyangan yang 'kurang mendidik' jangan heran kalau negara ini akan mulai kehilangan jati dirinya. Salah satu contohnya adalah perkara seks bebas, kalau dulu perempuan hamil diluar nikah sangat menjadi aib keluarga, sekarang 'pelaku seks bebas' malah sering ditayangkan di televisi bahkan hingga ada pendukung untuk si pelaku tadi, naudzubillahi min dzalik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari kotak kecil tadi sebagian besar sangat beragam wawasan (yang negatif?) yang disuguhkan oleh pertelivisian kita saat ini, walaupun saya tidak menafikan ada juga tayangan yang bermanfaat seperti tayangan pertanian tadi atau siraman rohani atau tayangan lain yang bermanfaat. Tapi membiarkan anak-anak kita menonton sendirian tanpa pengawasan dan pendidikan dari orangtuanya adalah kesalahan besar. Karena anak-anak adalah aplikator yang baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan ending-nya adalah saya memutuskan mematikan televisi tadi dan memilih beristirahat untuk memulihkan stamina saya sambil menceritakan 'pengalaman' saya ini kepada para pembaca. Semoga bisa diambil hikmahnya dan mohon maaf jika tidak sependapat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-4635318283451841996?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/4635318283451841996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/08/televisi-dan-wawasan-perkembangan-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/4635318283451841996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/4635318283451841996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/08/televisi-dan-wawasan-perkembangan-kita.html' title='Televisi dan Wawasan Perkembangan kita (dan keluarga) ?'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-607151127958140822</id><published>2011-08-12T19:30:00.000-07:00</published><updated>2011-08-12T19:49:58.543-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Aku mencintaimu Suamiku</title><content type='html'>Cerita ini adalah kisah nyata… dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya.&lt;br /&gt;Mari kita simak kisah seorang istri yang sangat tegar dan sabar ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Y6_2v-o18h8/TkXhnOl4tUI/AAAAAAAAAP4/qhvEUjlrw-c/s1600/berdoa-seorang-isteri2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-Y6_2v-o18h8/TkXhnOl4tUI/AAAAAAAAAP4/qhvEUjlrw-c/s320/berdoa-seorang-isteri2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cinta itu butuh kesabaran…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernikahan kami sederhana namun meriah…..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan &amp;amp; mapan pula.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci….&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu dan adiknya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina oleh mereka…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang &amp;amp; malam sambil kubacakan ayat-ayat suci Al – Qur’an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukan aktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, aku melihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman suamiku, dan disaat itu juga.. aku melihat ada seorang wanita yang sangat akrab  mengobrol dengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kubuka pintu yang tertutup rapat itu  sambil mengatakan, &lt;i&gt;“Assalammu’alaikum”&lt;/i&gt; dan mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku. Suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya erat. Setelah aku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata “Assalammu’alaikum”, ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu.. Ibu nya berbicara denganku …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri”&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalam ruangan tersebut,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku sibuk membersihkan &amp;amp; mengobati luka-luka di kepala suamiku, baru sebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernama Dian mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata,&lt;i&gt; ”lebih baik kau pulang saja, ada&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. ”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abang harus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil. Aku berdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan berpamitan dengan suamiku. Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. Nantinya dia akan memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak berpamitan padanya, toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya salah ataupun tidak, suamiku tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, suamiku memanggil ku ke taman belakang, ia baru aja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku bertanya,&lt;i&gt; ”Ada apa kamu memanggilku?”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia berkata,&lt;i&gt; ”Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku menjawab,&lt;i&gt; ”Ia sayang.. aku tahu, aku sudah mengemasi barang-barang kamu di travel bag dan kamu sudah memeegang tiket bukan?”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku akan pulang dengan mama ku”,&lt;/i&gt; jawabnya tegas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Mengapa baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?“&lt;/i&gt;, tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya itu, padahal aku telah bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;”Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti”&lt;/i&gt;, jawabnya tegas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;”Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan?”&lt;/i&gt;, lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku. Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang &amp;amp; cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama suamiku, tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena suamiku sangat sayang padaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya harus komplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh keluarganya harus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuat mereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluan yang akan dibawanya ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku, lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini bergumam tak merelakan dia pergi seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama-sama kemana pun ia pergi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman, karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai keesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan selalu menelponku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berjauhan dengan suamiku, aku merasa sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadinya aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami memburuk dan aku pun jatuh sakit. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh tali. Tak tahan aku menahan rasa sakit dirahimku ini, sampai-sampai aku mengalami pendarahan. Aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki-lakiku yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stadium 3.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku menangis.. apa yang bisa aku banggakan lagi..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mertuaku akan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu berharap akan punya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan kemudian aku hanya bisa memeluk adikku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku kangen pada suamiku, aku selalu menunggu ia pulang dan bertanya-tanya, “kapankah ia segera pulang?” aku tak tahu..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara suamiku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah-marah jika menelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku jika ia selalu marah-marah terhadapku..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih baik aku tutupi dulu tetang hal ini dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan cerita padanya. Setiap hari aku menanti suamiku pulang, hari demi hari aku hitung…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto-foto kami, ponselku berbunyi menandakan ada sms yang masuk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kubuka di inbox ponselku, ternyata dari suamiku yang sms.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia menulis, “aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi, aku akan kabarin lagi”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hanya itu saja yang diinfokannya. Aku ingin marah, tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku menantinya di rumah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan nantinya aku juga akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir-akhir ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bel pun berbunyi, kubukakan pintu untuknya dan ia pun mengucap salam. Sebelum masuk, aku pegang tangannya kedepan teras namun ia tetap berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan kucuci kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu akupun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masya Allah.. ia tidak mencium keningku, ia hanya diam dan langsung naik keruangan atas, kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku hanya berpikir, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan aku pada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Biasa nya kami selalu berjama’ah, tapi karena melihat nya tidur sangat pulas, aku tak tega membangunkannya. Aku hanya mengeelus wajahnya dan aku cium keningnya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka’at.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku mendengar suara mobilnya, aku terbangun lalu aku melihat dirinya dari balkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Lalu aku memanggilnya tapi ia tak mendengar. Kemudian aku ambil jilbabku dan aku berlari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku untuk mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku merasa ada yang aneh dengan suamiku. Ada apa dengan suamiku? Mengapa ia bersikap tidak biasa terhadapku?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tidak bisa diam begitu saja, firasatku mengatakan ada sesuatu. Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuakudan kebetulan Dian yang mengangkat telponnya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang sedang terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab, “Loe pikir aja sendiri!!!”. Telpon pun langsung terputus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubah setelah ia kembali dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku, apalagi memanjakan aku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Kami hanya berbicara seperlunya saja, aku selalu diintrogasinya. Selalu bertanya aku dari mana dan mengapa pulang terlambat dan ia bertanya dengan nada yg keras. Suamiku telah berubah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah dituduhnya berzina dengan mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku serendah itu, tapi aku selalu ingat.. sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu pedoman yang aku pegang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku hanya berdo’a semoga suamiku sadar akan prilakunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua tahun berlalu, suamiku tak kunjung berubah juga. Aku menangis setiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja berkenalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna. Walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya &amp;amp; menyiakan segala yang ia perlukan. Penyakitkupun masih aku simpan dengan baik dan sekalipun ia tak pernah bertanya perihal obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bersyukurlah.. aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru ngaji, jadi aku tak perlu meminta uang padanya hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh.. suami yang dulu aku puja dan aku banggakan, sekarang telah menjadi orang asing bagiku, setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku untuk berpikir sendiri. Tiba-tiba saja malam itu setelah makan malam usai, suamiku memanggilku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“&lt;i&gt;Ya, ada apa Yah!&lt;/i&gt;” sahutku dengan memanggil nama kesayangannya “Ayah”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“&lt;i&gt;Lusa kita siap-siap ke Sabang ya&lt;/i&gt;.” Jawabnya tegas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“&lt;i&gt;Ada apa? Mengapa?”&lt;/i&gt;, sahutku penuh dengan keheranan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Astaghfirullah.. suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi kasar, dia membentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara kami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia mengatakan ”Kau ikut saja jangan banyak tanya!!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke Sabang sambil menangis, sedih karena suamiku kini tak ku kenal lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua tahun pacaran, lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buatku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan kami, sekarang menjadi dingin.. sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak berteriak, tapi aku tak bisa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, suka membanting barang-barang. Dia bilang perbuatan itu menunjukkan sikap ketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini, dalam kesendirianku..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidak tidur karena terus berpikir. Keluarga besarnya juga telah berkumpul disana, termasuk ibu &amp;amp; adik-adiknya. Aku tidak tahu ada acara apa ini..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam kamar tua itu, ia pun langsung keluar bergabung dengan keluarga besarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dalam lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua yang telah ada sebelum suamiku lahir tiba-tiba Tante Lia, tante yang sangat baik padaku memanggil ku untuk bersegera berkumpul diruang tengah, aku pun menuju ke ruang keluarga yang berada ditengah rumah besar itu, yang tampak seperti rumah zaman peninggalan belanda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian aku duduk disamping suamiku, dan suamiku menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya padanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya, membuka pembicaraan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Baiklah, karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha”. Neneknya berbicara sangat tegas, dengan sorot mata yang tajam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Ada apa ya Nek?” sahutku dengan penuh tanya..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nenek pun menjawab, “Kau telah bergabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda-tanda kehamilan yang sempurna sebab selama ini kau selalu keguguran!!“.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku menangis.. untuk inikah aku diundang kemari? Untuk dihina ataukah dipisahkan dengan suamiku?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu.. sebelum kau menikah dengannya. Tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di atur,dan akhirnya menikahlah ia dengan kau.” Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan aku dengar dari ibu mertuamu kau pun sudah berkenalan dengannya”, neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan suamiku hanya terdiam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya keberanian itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Neneknya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari ucapannya dengan mimik wajah yang sangat menantang kemudian berkata, “kau maunya gimana? kau dimadu atau diceraikan?“&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MasyaAllah.. kuatkan hati ini.. aku ingin jatuh pingsan. Hati ini seakan remuk mendengarnya, hancur hatiku. Mengapa keluarganya bersikap seperti ini terhadapku..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di pulau&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kayu, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Fish, jawab!.” Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku langsung memegang tangan suamiku. Dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah, untuk kebaikan dan masa depan keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cintaku dibagi. Dan pada saat itu juga suamiku memandangku dengan tetesan air mata, tapi air mataku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku lalu bertanya kepada suamiku, “Ayah siapakah yang akan menjadi sahabatku dirumah kita nanti, yah?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suamiku menjawab, ”Dia Desi!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara, ”Kapan pernikahannya berlangsung? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek?.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayah mertuaku menjawab, “Pernikahannya 2 minggu lagi.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk menyuruhnya mengurus KK kami ke kelurahan besok”, setelah berbicara seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak tahan lagi.. air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku buka pintu kamar dan aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin berteriak, tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi. Sakit. Diiringi akutnya penyakitku..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku berjalan menuju ke meja rias, kubuka jilbabku, aku bercermin sambil bertanya-tanya, “sudah tidak cantikkah aku ini?“&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok. Kulihat wajahku, ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampir habis.. kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suamiku yang datang, ia berdiri dibelakangku. Tak kuhapus air mata ini, aku bersegera memandangnya dari cermin meja rias itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan, “terima kasih ayah, kamu memberi sahabat kepada ku. Jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti! Iya kan?.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suamiku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum dan bertanya kenapa rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salah memakai shampo.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hatiku bertanya, “mengapa ia sangat cuek?” dan ia sudah tak memanjakanku lagi. Lalu dia berkata,  “sudah malam, kita istirahat yuk!“&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku sholat isya dulu baru aku tidur”, jawabku tenang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sholat dan dalam tidur aku menangis. Ku hitung mundur waktu, kapan aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan suamiku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tak tahu kalau Desi orang Sabang juga. Sudahlah, ini mungkin takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan aku atas rasa sayang dan cintanya itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di laptop aku menulis saat-saat terakhirku melihat suamiku, aku marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku yang sedang tidur pulas, apa salahku? sampai ia berlaku sekejam itu kepadaku. Aku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;save di mydocument yang bertitle “Aku Mencintaimu Suamiku.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar. Aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, karena mungkin saja aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat lama.. lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apakah kamu sudah siap?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk kedalam rumah ini, cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci kakiku dulu, lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do’a di ubun-ubunnya sebagaimana yang kamu lakukan padaku dulu. Lalu setelah itu..”, perkataanku terhenti karena tak sanggup aku meneruskan pembicaraan itu, aku ingin menagis meledak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba suamiku menjawab “Lalu apa Bunda?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk seketika aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar-binar…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan?”, pintaku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia mengangguk dan berkata, ”Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa bunda?”, sambil ia mengelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sedikit membungkuk karena dia sangat tinggi, aku hanya sedadanya saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia tersenyum sambil berkata, ”Kita liat saja nanti ya!”. Dia memelukku dan berkata, “bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui selain mama”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian ia mencium keningku, aku langsung memeluknya erat dan berkata, “Ayah, apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemana saja? Mengapa Ayah berubah? Aku kangen sama Ayah? Aku kangen belaian kasih sayang Ayah? Aku kangen dengan manjanya Ayah? Aku kesepian Ayah? Dan satu hal lagi yang harus Ayah tau, bahwa aku tidak pernah berzinah! Dulu.. waktu awal kita pacaran, aku memang belum bisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama Ayah baru bisa aku terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari. Bukan berarti aku pernah berzina Ayah.” Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamku sambil berkata, ”Aku minta maaf Ayah, telah membuatmu susah”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat itu juga, diangkatnya badanku.. ia hanya menangis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali. Tiba-tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres denganku dan ia bertanya, ”bunda baik-baik saja kan?” tanyanya dengan penuh khawatir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku pun menjawab, “bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudah mebuatku baik, Yah. Aku hanya tak bisa bicara sekarang“. Karena dia akan menikah. Aku tak mau membuat dia khawatir. Dia harus khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah tiba dimasjid, ijab-qabul pun dimulai. Aku duduk diseberang suamiku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu, membuat hati ini cemburu, ingin berteriak mengatakan, “Ayah jangan!!”, tapi aku ingat akan kondisiku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jantung ini berdebar kencang saat mendengar ijab-qabul tersebut. Begitu ijab-qabul selesai, aku menarik napas panjang. Tante Lia, tante yang baik itu, memelukku. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini. Ya… aku kuat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding dipelaminan. Orang-orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku dengan tatapan sangat aneh, mungkin melihat wajahku yang selalu tersenyum, tapi dibalik itu.. hatiku menangis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja. Tak mencuci kakinya. Aku sangat heran dengan perilakunya. Apa iya, dia tidak suka dengan pernikahan ini?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu Desi disambut hangat di dalam keluarga suamiku, tak seperti aku dahulu, yang di musuhi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa? Suamiku akan tidur dengan perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tahu apa yang sedang mereka lakukan didalam sana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepertiga malam pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk berwudhu, lalu aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang tengah. Kudekati lalu kulihat. Masya Allah.. suamiku tak tidur dengan wanita itu, ia ternyata tidur disofa, aku duduk disofa itu sambil menghelus wajahnya yang lelah, tiba-tiba ia memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kamu datang ke sini, aku pun tahu”, ia berkata seperti itu. Aku tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail ia berkata, “maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang dengan mama, papa dan juga adik-adikku”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah.. apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, karena aku telah merasakan kehadirannya saat ini. Tapi.. masih bisakah engkau ijinkan aku untuk merasakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suamiku berbisik, “Bunda kok kurus?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku pun berkata, “Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Aku kangen sama kamu Bunda, aku tak mau menyakitimu lagi. Kamu sudah sering terluka oleh sikapku yang egois.” Dengan lembut suamiku menjawab seperti itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu suamiku berkata, ”Bun, ayah minta maaf telah menelantarkan bunda.. Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalau bunda tidak tulus mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu, seperti mengejar harta ayah dan satu lagi.. ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya kalau bunda gak mau berbuat “seperti itu” dan tulisan seperti itu diberi tanda kutip (“seperti itu”). Ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung dan ayah berpikir kalau bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi oleh keluarga ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan di dirinya, hanya karena omongan keluarganya yang tidak pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku hanya menjawab, “Aku sudah ceritakan itu kan Yah. Aku tidak pernah berzinah dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar hartamu, mengapa aku memilih kamu? Padahal banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu.“&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian dikamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluarganya juga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keesokan harinya…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika aku ingin terbangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimku sakit sekali.. aku mengalami pendarahan dan suamiku kaget bukan main, ia langsung menggendongku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku pun dilarikan ke rumah sakit..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari kejauhan aku mendengar suara zikir suamiku..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku merasakan tanganku basah..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan, ”Bunda, Ayah minta maaf…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hatiku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku berkata dengan suara yang lirih, ”Yah, bunda ingin pulang.. bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya, Yah..”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ayah jangan berubah lagi ya! Janji ya, Yah… !!! Bunda sayang banget sama Ayah.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakitnya semakin keatas, kakiku sudah tak bisa bergerak lagi.. aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku. Kulihat wajahnya yang tampan, berlinang air mata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum mata ini tertutup, kulafazkan kalimat syahadat dan ditutup dengan kalimat tahlil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran sampai kami menikah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafasku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk Ibu mertuaku : “Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu, ketahuilah Ma.. dari dulu aku selalu berdo’a agar Mama merestui hubungan kami. Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya buktinya Ma? Mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma? Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku. Dengan Desi kau sangat baik tetapi denganku menantumu kau bersikap sebaliknya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah ku (sang Suami) buka laptop, kubaca curhatan istriku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;=====================================================&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Ayah, mengapa keluargamu sangat membenciku?&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Aku dihina oleh mereka ayah.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu?&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Pernah suatu ketika aku bertemu Dian di jalan, aku menegurnya karena dia adik iparku tapi aku disambut dengan wajah ketidaksukaannya. Sangat terlihat Ayah..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Tapi ketika engkau bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti itu ayah?&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Aku tak bisa berbicara tentang ini padamu, karena aku tahu kamu pasti membela adikmu, tak ada gunanya Yah..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Aku diusir dari rumah sakit.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Aku tak boleh merawat suamiku.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Aku cemburu pada Desi yang sangat akrab dengan mertuaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Aku sangat marah..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Jika aku membicarakan hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Desi dan&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;ibunya..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Aku tak mau sakit hati lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Engkau Maha Adil..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Berilah keadilan ini padaku, Ya Allah..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja-manja lagi padamu..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Aku kuat ayah dalam kesakitan ini..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Aku harus sadar diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Ayah, sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku?&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Ayah.. aku masih tak rela.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Tapi aku harus ikhlas menerimanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Sebelum ajal ini menjemputku.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #a64d79; text-align: justify;"&gt;Ayah.. aku kangen ayah..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;=====================================================&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu, Bunda..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi di Pulau Kayu ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bunda akan selalu hidup dihati ayah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bunda.. Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, hidup dalam kesendirianmu..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin ayah masih bisa tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bunda, kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku menyesal telah asik dalam ke-egoanku..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bunda.. maafkan aku.. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat di tidurmu yang panjang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maafkan aku, tak bisa bersikap adil dan membahagiakanmu, aku selalu meng-iyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka. Maafkan aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah Bunda tetap menanti ayah disana? Tetap setia dialam sana?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tunggulah Ayah disana Bunda..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bisakan? Seperti Bunda menunggu ayah di sini.. Aku mohon..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayah Sayang Bunda..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://rifandiayamgoreng.blogspot.com/search/label/aku%20mencintaimu%20suamiku"&gt;http://rifandiayamgoreng.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-607151127958140822?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/607151127958140822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/08/aku-mencintaimu-suamiku.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/607151127958140822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/607151127958140822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/08/aku-mencintaimu-suamiku.html' title='Aku mencintaimu Suamiku'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Y6_2v-o18h8/TkXhnOl4tUI/AAAAAAAAAP4/qhvEUjlrw-c/s72-c/berdoa-seorang-isteri2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-3481426413265591895</id><published>2011-08-12T19:18:00.000-07:00</published><updated>2011-08-12T19:18:07.389-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Menghidupkan Hati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa bila mereka digoda oleh syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka menyadari kesalahannya,” &lt;/i&gt;(QS. Al A’raaf; 201).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diantara kalimat yang paling sering kita dengar dan baca diberbagai media massa, “Mari kita hidupkan hati nurani”. Himbauan ini semakin bergema saat bangsa dan Negara menuju kea rah yang lebih buruk. Krisis demi krisis terus berlanjut. Institusi-institusi kehidupan menjadi macet dan mandul. Hukum jauh dari nilai keadilan karena sekedar berperan sebagai teknologi undang-undang yang tidak mampu membawa bangsa dan Negara ini kearah kehidupan yang lebih teratur, tertib, aman dan tentram.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ekonomi pun makin tidak mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat. Ia hanya menjadi eksploitasi bisnis demi keuntungan pribadi dan kelompok. Kemiskinan dan kesejahteraan hanya menjadi bahasan seminar dan diskusi yang tidak melahirkan sikap keberpihakan pada rakyat yang menderita.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Politik sangat jauh dari aspirasi rakyat, bahkan sebaliknya politik adalah teknologi memanipulasi. Lembaga-lembaga politik, seperti DPR dan MPR sekarang tak lebih dari karikatur demokrasi yang lebih sibuk dengan urusan internal daripada mendengar aspirasi rakyat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak dapat dipungkiri, semua krisis dan masalah ini bermuara pada matinya “hati nurani kita” sebagai anggota masyarakat, bangsa dan negara. Karena itu, semua merasa berkewajiban untuk menghimbau dan mengajak untuk menghidupkan hati nurani. Namun masalahnya, menghidupkan hati nurani tidak seperti menghidupkan lampu yang cukup dengan menekan saklar atau menghidupkan lilin yang cukup dengan korek api.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenyataannya, walaupun sudah sangat banyak yang menghimbau dan mengajak untuk menghidupkan hati nurani, mulai dari rakyat kecil yang menghimbau dengan berbagai deritanya, mahasiswa dengan gerakan moralnya sampai para politisi dan presiden yang menghimbau dengan bahasa pidato yang mungkin sangat indah didengar namun jauh dari kesungguhan. Realitanya, belum ada perubahan yang signifikan dalam kehidupan kita. Mungkin masalahnya, ketidaktahuan kita tentang apa nurani itu sebenarnya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam terminology Arab, nurani disebut dhamir. Istilah dhamir ini dipahami sebagai perasaan kejiwaan yang berperan aktif dalam diri sebagai pengontrol (provost), yang memerintahkan untuk melaksanakan kewajiban dan menjauhi larangan. Perasaan yang akan melahirkan rasa senang ketika diri dalam kebaikan dan sebaliknya akan melahirkan rasa sedih dan tertekan apabila diri dalam kemungkaran dan kejelekan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika diri berbohong terhadap orang lain misalnya, bisa jadi manusia tidak pernah tahu kebohongan kita, tetapi nurani (dhamir) kita yang hidup akan melahirkan perasaan bersalah dan tertekan karena dosa tersebut. Rasulullah SAW mendefinisikan dosa sebagai sesuatu yang akan menimbulkan perasaan tidak nyaman dan tertekan dalam hati. Di samping itu, pelakunya tidak menyukai orang lain tahu perbuatan tersebut. Artinya, nurani kita akan menolak saat kita akan melakukan dosa, sekecil apapun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nurani merupakan standar sah dalam diri kita untuk menilai kebenaran dan keotentikan hidup kita. Rasulullah SAW bersabda, &lt;i&gt;“Mintalah fatwa dari nurani, kebenaran adalah apabila nurani dan jiwamu tenang terhadapnya sementara dosa apabila hatimu gelisah”&lt;/i&gt; (HR Ahmad). Ini tentunya terjadi apabila nurani (dhamir) kita hidup dan sehat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dhamir berada pada ruang spiritual, kematian nurani merupakan krisis spiritual. Beberapa ahli psikologi menyebut fenomena ini dengan beberapa istilah, seperti spiritual alienation (keengganan spiritual), spiritual illness (penyakit hati), spiritual emergency (krisis spiritual). Krisis spiritual berlanjut pada krisis eksistensi diri sebagaimana disebut Carl Gustav Jung sebagai existensial illness (krisis eksistensi).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua ini bermuara pada semakin lemahnya kecenderungan dan kemampuan manusia dalam mengenal Tuhannya. Dalam bahasa sederhana, bisa dikatakan sebagai proses lemahnya iman kepada Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inilah sesungguhnya permasalahan kita semua yang telah melahirkan berbagai krisis sebagaimana diungkapkan EF Schumacher dalam bukunya A Guide for the Perplexed , bahwa akhir-akhir ini orang baru sadar, segala krisis- baik krisis ekonomi, bahan bakar, makanan, lingkungan, maupun krisis kesehatan- sebenarnya timbul dari krisis spiritual dan krisis pengenalan kita terhadap Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Iman merupakan kata kunci dalam setiap permasalahan nurani dan spiritualitas. Karena iman bagi spiritualitas adalah ibarat air bagi tanaman. Sementara spiritualitas yang sehat dengan iman yang kuat dan benar akan menghidupkan nurani. Untuk itu, menghidupkan nurani terus dengan menghidupkan keimanan kepada Allah dalam diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang beriman adalah orang yang hidup hati nuraninya. Rasulullah SAW ketika ditanya, “Apa iman itu?” Beliau menjawab,&lt;i&gt; “Apabila engkau merasa bersalah dengan perbuatan dosamu dan merasa senang dengan perbuatan baikmu, maka kamu seorang mukmin (beriman) “&lt;/i&gt; (HR. Ahmad)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, imanlah yang menjadi sumber kepekaan nurani kita. Nurani yang hidup adalah nurani yang beriman kepada Allah. Yaitu iman kepada Allah sebagai ilah (Tuhan) yang disembah, ditaati, dipatuhi sekaligus ditakuti siksanya dan diharap surganya. Bukan sekedar mengimani bahwa Tuhan itu ada.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Iman yang seperti ini- yaitu patuh pada tuntunan Allah SWT dan Rasulullah SAW- akan menjadi pengontrol efektif bagi diri kita. Rasulullah SAW bersabda, &lt;i&gt;“Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia menjadikan baginya pemberi nasehat dari jiwanya dan pengingat dari hatinya yang memerintahnya dan melarangnya”&lt;/i&gt; (HR Ahmad). Itulah nurani yang hidup dengan iman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Iman akan tetap terjaga dalam hati dengan menghidupkan rasa muraqabatullah (perasaan selalu diawasi Allah). Sebuah rasa yang lahir dari keyakinan bahwa tidak ada satu pun di alam semesta ini yang luput dari ilmu Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi? Tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang melainkan Dia-lah yang keenam.”&lt;/i&gt; (QS. Al Mujadalah;7).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Muraqabatullah ini selanjutnya akan efektif mengontrol perbuatan kita. Orang yang mempunyai nurani yang hidup dengan imannya bukanlah orang suci yang tidak pernah terbetik dalam hati niat salah atau jahat. Tetapi orang yang mempunyai pengontrol yang bisa menjauhkan dirinya dari kejatuhan dalam lembah dosa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau zalim, mereka ingat Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosanya dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa mereka sedang mereka mengetahui,”&lt;/i&gt; (QS. Ali Imraan;135).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena itu, ajakan menghidupkan nurani adalah himbauan untuk menghidupkan keimanan dalam hati dengan mendorong lahirnya muraqabatullah. Apabila seruan ini belum dapat kita realisasikan, kita harus bertanya pada diri sendiri, apakah kita sudah beriman? &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-3481426413265591895?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/3481426413265591895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/08/menghidupkan-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/3481426413265591895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/3481426413265591895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/08/menghidupkan-hati.html' title='Menghidupkan Hati'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-7079862090358601201</id><published>2011-08-11T18:16:00.000-07:00</published><updated>2011-08-11T18:16:30.972-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>3 Amal yang Terus Mengalir di Dunia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai makhluk ciptaan Allah SWT tentunya kita tak akan lepas dari mati. Kata mati tersebut membuat sebagian kalangan manusia merasa takut apabila hal tersebut sudah dekat menghampirinya, seakan-akan kehidupannya akan berakhir saat itu juga. Padahal semua manusia telah mengetahui akan hal itu bahwa manusia akan menghadapi yang namanya kematian. Berbeda halnya bagi orang-orang yang telah siap menghadapi kematian tersebut, tentunya ia telah mempersiapkannya dengan amal-amal sholeh, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa dan berbagai macam ibadah lainnya sesuai ajaran agama islam. Tentunya bagi ummat islam harus mempersiapkan akan hal tersebut sebelum ajalnya tiba. Sebenarnya banyak hal yang dapat kita lakukan, mengingat begitu banyak amal kebijakan yang telah diajarkan oleh suri tauladan kita yakni Nabiullah Muhammad SAW.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengenai hal diatas bahwasanya Rasulullah SAW bersabda “apabila anak adam telah meninggal dunia maka terputuslah semua amalnya terkecuali tiga perkara, yakni: amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendo’akannya” (al-hadist). Dari hadist tersebut menjelaskan bahwa ketika anak adam yakni manusia telah meninggal dunia maka akan terputus semua amal yang telah dikerjakannya ketika ia masih terjaga, akan tetapi hanya ada tiga perkara yang dimana ketiga amal tersebut akan terus mengalir menghasilkan benih-benih pahala bagi seseorang yang telah meninggal, tentunya hal tersebut memberikan nilai plus baginya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;* Shodaqoh jariyah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak sekali bentuk amal jariyah yang dapat kita lakukan di dunia ini, mulai dari memberi sekeping uang kepada seorang pengemis atau memberikan sumbangan ke mesjid dan lain sebagainya. Kita ambil saja salah satu contoh yakni, ketika kita masih hidup di dunia ini, pada suatu hari seorang sahabat menawarkan untuk turut bergabung dalam rangka pembangunan mesjid. Saat itu juga kita ikut membantu, ada yang menyumbangkan sebagian uang untuk mebeli peralatan bangunan yang dibutuhkan dan tak sedikit pula yang ikut membantu menyumbangkan tenaganya dalam pembangunan mesjid tersebut. Ketika mesjid tersebut sudah layak pakai, tentunya banyak jama’ah yang mendirikan shalat di mesjid tersebut. Dari hasil kerja keras awal tadi tentunya amalnya akan terus mengalir walau para penyumbang amal tadi telah meninggal dunia. Berkat usahanya banyak manusia yang dapat mendirikan shalat ditempat tersebut sehingga amal-amal yang dilakukan oleh para jama’ah akan mengalir juga kepada orang-orang yang telah turut membantu dalam pembangunan mesjid.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;* Ilmu yang bermanfaat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam islam menuntut ilmu adalah suatu kewajiban yang harus dipenuhi, sampai-sampai pepatah arab menyatakan untuk menuntut ilmu walai kenegri cina. Sebagian hadist pun menganjurkan hal tersebut, antara lain yaitu diterangkan bahwa seseorang dianjurkan untuk menuntut ilmu dari buaian hingga liang kubur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari hal diatas tentunya sudah jelas bagi kita untuk menuntut ilmu tak lupa pula untuk mengamalkannya, pepatah arab mengibaratkan orang yang menuntut ilmu akan tetapi tidak mau mengamalkan ilmunya seperti pohon yang tak berbuah. Seorang arsitektur mengamalkan ilmunya melalui desain yang dibuatnya, seorang gurupun demikian ia mengamalkan ilmunya melalui keihklasannya dalam mengajar anak didiknya. Coba bayangkan ketika seorang guru memberikan nasihat kepada anak-didiknya mengenai etika mesuk rumah bahwasanya ketika masuk kedalam rumah hal yang harus dilakukan adalah mengucapkan salam, ketika anak-anak didiknya pulang kerumah maka mereka akan mempraktekan nasehat yang diberikan oleh gurunya, belum lagi ketika anak didiknya memberi tahu kepada tetangganya bahwa sebelum masuk kedalam rumah terlebih dahulu mengucapkan salam dan tetangga tadi mempraktekannya begitu selanjutnya sehingga semua akan mengetahui hal tersebut, betapa mulianya sang guru dan besar sekali amal yang ia dapatkan dari hasil mengamlkan ilmu-ilmunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;* Anak yang sholeh yang mendo’akannya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari dua hal diatas rasanya masih kurang kalau kita belum mendidik anak-anak kita untuk menjadi anak yang sholeh. Sedini mungkin harus kita tanamkan islam didalam hati mereka, sudah kita ajarkan mengenai shalat, puasa, memberi sodaqoh, menuntut ilmu dan lain sebagainya. Tentunya orang tua sangat berperan penting disini, dimana harus mendidik anak-anaknya agar menjadi anak yang sholeh dan sholehah sehingga ketiaka orang tua telah meninggal dunia si anak dapat mendo’akan orang tuanya yang akan mengurangi amal buruk mereka ketika meninggal nantinya. Tanpa didikan yang baik dan suritauladan dari orang tua anak-anak tidak akan menjadi anak yang taat, oleh karena itu pendidikan anak sangatlah penting untuk mengahsilkan benih yang berkualitas yang dapat mengalirkan pahala ketika orang tua telah mendekati ajalnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita semua tentunya berharap akan mati dengan khusnul khotimah, oleh karena itu dengan mengamalkan hadist diatas akan memberikan bekal kita ketika menemui ajal masing-masing. Akan tetapi kami tidak menganjurkan hanya mengerjakan tiga perkara diatas kepada para pembaca mengingat masih banyak amalan-amalan yang dapat kita kerjakan didunia ini yang nantinya menjadi senjata kita untuk menghapus amal keburukan yang telah kita lakukan di dunia ini. Selamat mencoba.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-7079862090358601201?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/7079862090358601201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/08/3-amal-yang-terus-mengalir-di-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/7079862090358601201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/7079862090358601201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/08/3-amal-yang-terus-mengalir-di-dunia.html' title='3 Amal yang Terus Mengalir di Dunia'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-2403916791155870521</id><published>2011-08-11T01:28:00.000-07:00</published><updated>2011-08-11T01:28:12.992-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>10 Wasiat Allah  SWT Kepada Nabi Musa As</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abul-Laits Assamarqandi meriwayatkan kepada sanadnya dari Jabir bin Abdillah r.a. berkata Rasulullah S.A.W bersabda :&lt;i&gt; "Allah S.W.T. telah memberikan kepada Nabi Musa bin Imran a.s. dalam alwaah 10 bab:&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Wahai Musa jangan menyekutukan aku dengan suatu apa pun bahwa aku telah memutuskan bahwa api neraka akan menyambar muka orang-orang musyrikin. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;Taatlah kepada-Ku dan kedua orang tuamu nescaya Aku peliharamu dari sebarang bahaya dan akan Aku lanjutkan umurmu dan Aku hidupkan kamu dengan penghidupan yang baik. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;Jangan sekali-kali membunuh jiwa yang Aku haramkan kecuali dengan hak nescaya akan menjadi sempit bagimu dunia yang luas dan langit dengan semua penjurunya dan akan kembali engkau dengan murka-Ku ke dalam api neraka. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan sekali-kali sumpah dengan nama-Ku dalam dusta atau durhaka sebab Aku tidak akan membersihkan orang yang tidak mensucikan Aku dan tidak mengagung-agungkan nama-Ku. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan hasad dengki dan irihati terhadap apa yang Aku berikan kepada orang-orang, sebab penghasut itu musuh nikmat-Ku, menolak kehendak-Ku, membenci kepada pembahagian yang Aku berikan kepada hamba-hamba-Ku dan sesiapa yang tidak meninggalkan perbuatan tersebut, maka bukan daripada-Ku. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan menjadi saksi terhadap apa yang tidak engkau ketahui dengan benar-benar dan engkau ingati dengan akalmu dan perasaanmu sebab Aku menuntut saksi-saksi itu dengan teliti atas persaksian mereka. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan mencuri dan jangan berzina isteri jiran tetanggamu sebab nescaya Aku tutup wajah-Ku daripadamu dan Aku tutup pintu-pintu langit daripadanya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan menyembelih korban untuk selain dari-Ku sebab Aku tidak menerima korban kecuali yang disebut nama-Ku dan ikhlas untuk-Ku. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cintailah terhadap sesama manusia sebagaimana yang engkau suka terhadap dirimu sendiri. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jadikan hari Sabtu itu hari untuk beribadat kepada-Ku dan hiburkan anak keluargamu. Kemudian Rasulullah S.A.W bersabda lagi : "Sesungguhnya Allah S.W.T menjadikan hari Sabtu itu hari raya untuk Nabi Musa a.s. dan Allah S.W.T memilih hari Juma'at sebagai hari raya untukku." &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-2403916791155870521?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/2403916791155870521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/08/10-wasiat-allah-swt-kepada-nabi-musa-as.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/2403916791155870521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/2403916791155870521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/08/10-wasiat-allah-swt-kepada-nabi-musa-as.html' title='10 Wasiat Allah  SWT Kepada Nabi Musa As'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-6719557783344255260</id><published>2011-06-23T11:28:00.000-07:00</published><updated>2011-06-23T11:28:19.569-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Pembaharu itu bernama Muhammad SAW</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dulu, Jauh sebelum Muhammad lahir, dunia ini telah disesaki oleh kegelapan, kedzaliman, kehinaan yang berkepanjangan. Umat manusia saat itu telah lupa pada Tuhannya bahkan tidak mengenal sama sekali akan hakekat tujuan hidupnya. Mereka telah kehilangan kesadaran bahkan sudah tidak dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka selalu disibukkan oleh urusannya masing-masing. Sehingga mereka tidak mau memikirkan sedikit pun tentang  agama, kehidupan akhirat, soal roh dan hati maupun kepentingan umat manusia itu sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila kita komparasikan kondisi masa itu dengan situasi masa kini, sepertinya tidak jauh berbeda. Saat ini, tidak sedikit manusia yang terjangkit ‘penyakit’ individualisme. Mereka hanya mementingkan diri ataupun kelompok mereka masing-masing. Adapun kondisi orang atau kelompok lain, mereka lepas tangan atau kasarnya tak peduli. “yang penting aku dan kelompkku sukses/survive”, itulah diantara pedoman hidup mereka. &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Efeknya?, sungguh luar biasa membinasakan. Kasus pembantaian di Afganistan, penjajahan di Palestina, Kasus korupsi, kriminalitas, penjualan sabu-sabu, wabah pornografi dan pornoaksi, yang siap merusak moral manusia, adalah diantara buah dari hasil pola fikir yang menyesatkan ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jelas, dalam kondisi demikian, kita butuh pembaharu yang siap mengubah tatanan hidup sosial yang kacau-balau ini. Dan hal inilah yang terjadi pada 14 abad silam. Ditengah-tangah kecarut-marutan kehidupan manusia, Allah mengutus seorang hamba melalui rahim seorang wanita yang bernama Aminah. Dan pada 12 Rabiul Awal bertepatan 20 April 571 M, lahirlah bayi suci itu, yang kemudian diberi nama Muhammad oleh sang-kakek, Abdul Muthalib. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika bayi itu menginjak dewasa, masyarakat sekitar telah mempercayainya sebagai orang yang amanah (al-amien), sehingga tidak sedikit dari mereka yang menitipkan barang-barang kepada beliau. Bahkan terhadap urusan yang besar, yang nyaris menumpahkan darah sekalipun, bisa terselesaikan dengan damai oleh beliau. Hal ini bisa kita lihat pada kasus renovasi Ka’bah, yang dilakukan oleh kaum Quraisy. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tepat pada usia kematangan, 40 tahun, Allah melantiknya menjadi nabi dengan diturunkannya wahyu pertama surat Al’Alaq 1-5. maka semenjak itu, misi mengeluarkan manusia dari kabut kesesatan dimulai. Misi tersebut semakin gencar dilakukan ketika turun surat Al-Hijr, 94, yang memerintahkan beliau dan kaum muslimin untuk berdakwah secara terang-terangan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan hanya dalam kurun waktu yang relative singkat, 24 tahunan, beliau telah mampu mengubah tatanan hidup sosial masyarakat yang dulunya amburadul, menjadi sosial masyarakat yang bertauhid lagi saling menyayangi. Oleh karenanya, maka terciptalah kehidupan yang damai, tentram, adil, jujur dan lain sebagainya, yang mana kehidupan semacam ini, belum pernah dirasakan oleh mereka sebelumnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perhatikanlah keterangan Ja’far bin Abu Thalib mengenai risalah Muhammad, ketika beliau ditanya oleh raja Habasyah tentang Islam, beliau menjawab, “hai paduka kaisar, dulunya waktu kami masih hidup di zaman jahiliah kami adalah suatu kaum yang menyembah berhala, yang gemar makan bangkai, berbuat dosa, dan memutus hubungan famili dan tetangga. Bahkan kami sering menindas pada orang lemah. Itulah kebiasaan kami semasa jahiliah. Kemudian ketika Allah mengutus seorang nabi-Nya yang telah kami kenal nasabnya, kejujuran dan amanatnya. Beliau mengajak kami untuk menyembah Allah Yang Maha Esa dan tidak menyekutukan-Nya dengan segala sesuatu. Selanjutnya, kami diajak untuk meninggalkan segala perbuatan jahat,, makan harta anak yatim dan berkata bohong. Selain itu kami diajak untuk berlaku jujur, menyampaikan amanat, selalu bebrbuat baik dengan kerabat dan tetangga, dan kami dilarang untu saling membunuh sesama kami  selain itu beliau juga memerintahkan kami untuk mendirikan shalat, memberikan zakat, dan puasa, haji dan seterusnya. Kami pun beriman dengan ajakan beliau dan kami tidak menyembah selain Allah serta mengerjakan segala apa yang diperintahkan dengan meninggalkan apa yang dilarang oleh beliau…...”, terangnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;inilah sosok Muhammad yang telah tampil sebagai sosok pembaharu, yang mampu membaharui sistem sosial yang sesat lagi menyesatkan itu. Kelahirannya, sungguh telah menjadi berkah bagi penduduk bumi&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-6719557783344255260?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/6719557783344255260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/06/pembaharu-itu-bernama-muhammad-saw.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/6719557783344255260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/6719557783344255260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/06/pembaharu-itu-bernama-muhammad-saw.html' title='Pembaharu itu bernama Muhammad SAW'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-1565029703313363936</id><published>2011-06-22T09:15:00.000-07:00</published><updated>2011-06-23T11:25:12.172-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Benalu Batu, Obat Herbal Untuk Berbagai Macam Penyakit</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pulohi Wasu atau Benalu Batu&lt;/b&gt; dari desa-desa di Sulawesi . Tanaman ini hanya hidup di pegunungan sekitar desa tersebut. Tumbuh dan hidup serta berakar di atas batu, dan tanaman ini dikenal sebagai obat dari seorang nenek yang suaminya menderita kanker. Tanaman tersebut diolah dan diminum oleh suaminya seperti yang diarahkan. Dan itu efektif sangat kuat. Pasien sembuh tanpa operasi. Obat herbal kanker ini dikenal dalam masyarakat bahkan telah dikenal dan digunakan selama beberapa dekade di beberapa kota besar di Sulawesi. Dan akhir-akhir ini tidak hanya efektif untuk kanker tapi bisa menyembuhkan penyakit dan juga dalam kecanduan nikotin dan narkoba.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-X4tGh9AnyGY/TgIT69Ui9fI/AAAAAAAAAP0/Ykltq_ue1I4/s1600/KEMASAN-BENALU-BATU-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-X4tGh9AnyGY/TgIT69Ui9fI/AAAAAAAAAP0/Ykltq_ue1I4/s320/KEMASAN-BENALU-BATU-1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Obat alternatif&lt;/b&gt; ini cocok untuk para penderita penyakit kronis yang tidak mau dioperasi atau yang tidak punya biaya besar untuk operasi, Pengusaha jamu, para herbalis, pengobatan alternatif, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Gambar Bingkisan Benalu Batu&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penyakit yang sudah disembuhkan oleh tanaman herbal ini adalah:&lt;br /&gt;-Asma&lt;br /&gt;-Batuk kering&lt;br /&gt;-TBC&lt;br /&gt;-Pinggang nyeri&lt;br /&gt;-Ginjal dan Batu ginjal&lt;br /&gt;-Usus terlipat&lt;br /&gt;-Gejala Lumpuh/Stroke&lt;br /&gt;-Sembelit&lt;br /&gt;-Tumor Jinak&lt;br /&gt;-Menstruasi tidak teratur&lt;br /&gt;-Miom&lt;br /&gt;-Kista&lt;br /&gt;-Diabetes&lt;br /&gt;-Jantung&lt;br /&gt;-Kolesterol&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;-Reumatik&lt;br /&gt;-Migraine&lt;br /&gt;-Malaria&lt;br /&gt;-Cacingan&lt;br /&gt;-Penyakit Gondok&lt;br /&gt;-Eksim&lt;br /&gt;-Ketergantungan Nikotin&lt;br /&gt;-Ketergantungan Obat&lt;br /&gt;-Kanker payudara, kulit, darah, paru-paru, limpa, otak, tulang, pankreas, usus dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;CARA PENGGUNAAN :&lt;/b&gt; Satu bungkus BENALU BATU direbus dgn 3 gelas air (1/2 liter).Biarkan mendidih,hingga air yg 3 gelas tadi tersisa satu gelas.Kemudian disaring dan dinginkan,baru diminum. Bagi penderita maag,sebelum minum ramuan ini sebaiknya makan terlebih dahulu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;ATURAN PEMAKAIAN :&lt;/b&gt; Dianjurkan 1 gelas sehari 1x minum. Minimun Seminggu 2-3 kali minum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BENALU BATU ini sifatnya sebagai pencahar,j adi sekitar 5-6 jam setelah minum, anda akan mengalami buang-buang air besar (mencret). Ini adalah hal yg wajar, dan tdk mesti terjadi pada setiap orang.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-1565029703313363936?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/1565029703313363936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/06/benalu-batu-obat-herbal-untuk-berbagai.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/1565029703313363936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/1565029703313363936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/06/benalu-batu-obat-herbal-untuk-berbagai.html' title='Benalu Batu, Obat Herbal Untuk Berbagai Macam Penyakit'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-X4tGh9AnyGY/TgIT69Ui9fI/AAAAAAAAAP0/Ykltq_ue1I4/s72-c/KEMASAN-BENALU-BATU-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-3776651307535559054</id><published>2011-05-17T20:57:00.000-07:00</published><updated>2011-06-23T11:27:49.627-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jendela Islam'/><title type='text'>Terjemah Hadist-hadist # 3</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Doa Terijaba di Hari Jum'at&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ : « فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ » وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari Abu Hurairah radhiyallohu anhu bahwa Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda tentang hari Jumat, “&lt;i&gt;Pada  hari Jumat ada waktu yang mana seorang hamba muslim yang tepat  beribadah dan berdoa pada waktu tersebut meminta sesuatu melainkan  niscaya Allah akan memberikan permintaannya&lt;/i&gt;”. Beliau mengisyaratkan dengan tangannya untuk menunjukkan bahwa waktu tersebut sangat sedikit. (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pendapat Pertama&lt;/b&gt; :  Waktu antara duduknya imam di mimbar hingga selesainya shalat. Pendapat  ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim dari sahabat  Abu Musa Al Asy’ari radhiyallohu anhu dimana beliau berkata saya telah  mendengar Rasulullah shalallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang  waktu ijabah, “Waktunya antara duduknya imam di atas mimbar hingga  selesainya pelaksanaan shalat Jumat”. Pendapat ini dipilih oleh Imam  Muslim, Baihaqi, Ibnul Arabi Al Maliki, Al Qurthubi, Imam Nawawi dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pendapat kedua&lt;/b&gt;  menetapkan waktu ijabah tersebut adalah ba’da ashar terutama menjelang  maghrib. Pendapat ini berdasarkan beberapa keterangan yang disebutkan  dalam hadits diantaranya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Nasaai dan  lainnya dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallohu anhuma dari  Rasulullah shallallohu alaihi wasallam beliau bersabda(artinya), “Hari  Jumat 12 jam, padanya suatu waktu yang kapan seorang hamba muslim berdoa  padanya niscaya Allah akan memberikannya, carilah waktu tersebut di  penghujung hari Jumat setelah shalat Ashar”. Hadits ini dishahihkan oleh  Imam Hakim, Adz Dzahabi, Al Mundziri dan Al Albani serta dihasankan  oleh Al Hafizh Ibnu Hajar. Pendapat ini yang dipilih oleh banyak ulama  diantaranya sahabat yang mulia Abdullah bin Salam radhiyallohu anhu,  Ishaq bin Rahuyah,Imam Ahmad dan Ibn Abdil Barr. Imam Ahmad menjelaskan,  “Kebanyakan hadits yang menjelaskan waktu tersebut menyebutkan ba’da  ashar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b style="color: orange;"&gt;Shalat Merupakan Amal yang Pertama dihisab&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ&lt;br /&gt;“إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ  عَمَلِهِ صَلَاتُهُ. فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ  فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ، فَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ  قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ: انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ  فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنْ الْفَرِيضَةِ، ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ  عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;TimesNewRomanPSMT&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., beliau berkata, telah bersabda Rasulullah &lt;span style="font-family: &amp;quot;ArialUnicodeMS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Saw&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;i&gt;“&lt;span style="font-family: &amp;quot;TimesNewRomanPSMT&amp;quot;,serif;"&gt;Sesungguhnya perkara/amal seorang hamba yang dihisab pertama kali adalah shalatnya. Seandainya (shalatnya) baik, maka benar-benar paling beruntung dan paling sukses, dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;TimesNewRomanPSMT&amp;quot;,serif;"&gt; seandainya (sholatnya) buruk, maka dia benar-benar akan kecewa dan merugi, dan seandainya kurang sempurna shalat fardlunya, Allah 'azza wa jalla berfirman, 'lihatlah apakah bagi hambaku ini (ada amal) sholat sunnah (mempunyai sholat sunnah) yang bisa menyempurnakan sholat fardlunya,' kemudian begitu juga terhadap amal-amal yang lainnya juga diberlakukan demikian ”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;(Hadits diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, dan begitu juga oleh Abu Dawud dan Imam An-Nasai dan Ibn Majah serta Imam Ahmad.)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sunan Tirmidzi hadits no. 413 juz 2 hal. 271, begitu juga dapat dibaca di kitab Misykatulmashaabiyh, hadits no. 1330-1331 juz 1, halaman 419, dan disahihkan oleh at-Tirmidzi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b style="color: orange;"&gt;Keutamaan Berbakti Kepada Kedua Orang Tua &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dari Abdullah bin Mas’ud mudah-mudahan Allah meridhoinya dia berkata : Saya bertanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam: Apakah amalan yang paling dicintai oleh Allah?, Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam: "Sholat tepat pada waktunya", Saya bertanya : Kemudian apa lagi?, Bersabada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam "Berbuat baik kepada kedua orang tua". Saya bertanya lagi : Lalu apa lagi?, Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : "Berjihad di jalan Allah".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-3776651307535559054?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/3776651307535559054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/05/jendela-islam-3_17.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/3776651307535559054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/3776651307535559054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/05/jendela-islam-3_17.html' title='Terjemah Hadist-hadist # 3'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-7426097366866208719</id><published>2011-05-14T06:41:00.000-07:00</published><updated>2011-05-14T06:48:08.764-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jendela Islam'/><title type='text'>Perkataan Para Ulama #2</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: orange;"&gt;Kedudukan Sabar&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, seorang ulama dan penguasa yang sholeh, berkata, &lt;i&gt;“Barang   siapa yang diberi oleh Allah suatu nikmat akan tetapi kemudian Allah   cabut nikmat tersebut, namun Allah ganti dengan sifat sabar, melainkan   apa yang Allah ganti tersebut lebih baik daripada apa yang Ia cabut   (yakni kesabaran tersebut lebih baik daripada nikmat yang Allah ambil)&lt;/i&gt;”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-7426097366866208719?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/7426097366866208719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/05/perktaan-ulama-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/7426097366866208719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/7426097366866208719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/05/perktaan-ulama-2.html' title='Perkataan Para Ulama #2'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-4791597663231544393</id><published>2011-05-14T06:36:00.000-07:00</published><updated>2011-05-19T06:47:12.563-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jendela Islam'/><title type='text'>Terjemah Hadist-hadist Pilihan # 3</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Doa Terijaba di Hari Jum'at&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ : « فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ » وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Hurairah radhiyallohu anhu bahwa Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda tentang hari Jumat, “&lt;i&gt;Pada  hari Jumat ada waktu yang mana seorang hamba muslim yang tepat  beribadah dan berdoa pada waktu tersebut meminta sesuatu melainkan  niscaya Allah akan memberikan permintaannya&lt;/i&gt;”. Beliau mengisyaratkan dengan tangannya untuk menunjukkan bahwa waktu tersebut sangat sedikit. (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pendapat Pertama&lt;/b&gt; :  Waktu antara duduknya imam di mimbar hingga selesainya shalat. Pendapat  ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim dari sahabat  Abu Musa Al Asy’ari radhiyallohu anhu dimana beliau berkata saya telah  mendengar Rasulullah shalallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang  waktu ijabah, “Waktunya antara duduknya imam di atas mimbar hingga  selesainya pelaksanaan shalat Jumat”. Pendapat ini dipilih oleh Imam  Muslim, Baihaqi, Ibnul Arabi Al Maliki, Al Qurthubi, Imam Nawawi dll.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pendapat kedua&lt;/b&gt;  menetapkan waktu ijabah tersebut adalah ba’da ashar terutama menjelang  maghrib. Pendapat ini berdasarkan beberapa keterangan yang disebutkan  dalam hadits diantaranya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Nasaai dan  lainnya dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallohu anhuma dari  Rasulullah shallallohu alaihi wasallam beliau bersabda(artinya), “Hari  Jumat 12 jam, padanya suatu waktu yang kapan seorang hamba muslim berdoa  padanya niscaya Allah akan memberikannya, carilah waktu tersebut di  penghujung hari Jumat setelah shalat Ashar”. Hadits ini dishahihkan oleh  Imam Hakim, Adz Dzahabi, Al Mundziri dan Al Albani serta dihasankan  oleh Al Hafizh Ibnu Hajar. Pendapat ini yang dipilih oleh banyak ulama  diantaranya sahabat yang mulia Abdullah bin Salam radhiyallohu anhu,  Ishaq bin Rahuyah,Imam Ahmad dan Ibn Abdil Barr. Imam Ahmad menjelaskan,  “Kebanyakan hadits yang menjelaskan waktu tersebut menyebutkan ba’da  ashar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: orange;"&gt;Berusaha untuk Sabar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصْبِرْهُ اللهُ وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْراً وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Barang siapa yang berusaha untuk bersabar, maka Allah akan   membuatnya bersabar. Tidaklah seseorang yang diberi dengan suatu   pemberian yang lebih berharga dan lebih luas dari pada kesabaran”&lt;/i&gt;  [H.R. Bukhari dan Muslim)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-4791597663231544393?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/4791597663231544393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/05/jendela-islam-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/4791597663231544393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/4791597663231544393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/05/jendela-islam-3.html' title='Terjemah Hadist-hadist Pilihan # 3'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-571840273565164567</id><published>2011-05-14T06:32:00.000-07:00</published><updated>2011-05-14T06:32:23.761-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jendela Islam'/><title type='text'>Terjemah Hadist-Hadist Pilihan #2</title><content type='html'>&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;b style="color: orange;"&gt;Wanita adalah Cobaan Bagi Laki-laki &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Tidak ada suatu cobaan sepeninggalanku  yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki yang melebihi bahaya nya, cobaan  yang berhubungan dengan soal wanita.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(HR. Bukhari)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Faedah Mengucapkan Solawat&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya dari hari-hari kalian yang paling utama adalah hari jum'at, di hari itu Adam 'alaihis salam diciptakan, dan di hari itu dia meninggal, dihari itu ditiupnya sangkakala ( tiupan pertama yang pada waktu itu alam semesta menjadi hancur ), di hari itu terjadi matinya semua makhluq ( kecuali yang dihendaki Allah ), oleh karena itu perbanyaklah shalawat atasku pada hari itu, karena shalawat kamu ditampakkan kepadaku. Para sahabat berkata : wahai utusan Allah ! bagaimana ditampakkan kepadamu shalawat kami, palahal engkau sudah hancur luluh ? maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab : Sesungguhnya Allah mengharamkan kepada bumi jasad para nabi shallallahu 'alaihim wasallam." &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(HR. Abu Daud, dan telah dishahihkan oleh An-Nawawi dalam kitab Riyadhus shalihin, dan Syaikh Albani dalam shahihil Jami'. 2212)&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Sabar&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Tidaklah seorang mukmin ditimpa sakit, letih, demam, sedih, hingga kekawatiran yang mengusiknya, melainkan Allah mengampuni kesalahan-kesalahannya." &lt;/i&gt;(Mutafaqqun Alaihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;عَجَباً لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ   وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أِصَابَتْهُ سَرَّاءُ   شَكَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ   خَيْراً لَهُ&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Seluruh perkaranya baik  baginya. Tidak ada hal seperti ini kecuali hanya pada orang mukmin.  Jika dia mendapatkan kesenangan lantas dia bersyukur, maka hal itu baik  baginya. Dan jika dia ditimpa kesulitan lantas dia bersabar, maka hal  itu baik baginya."&lt;/i&gt; (Riwayat Muslim, no. 2999)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-571840273565164567?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/571840273565164567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/04/terjemah-hadist-hadist-pilihan-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/571840273565164567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/571840273565164567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/04/terjemah-hadist-hadist-pilihan-2.html' title='Terjemah Hadist-Hadist Pilihan #2'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-8013616316455333295</id><published>2011-05-02T03:00:00.000-07:00</published><updated>2011-05-02T22:35:45.214-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Mengenali kebutuhan diri sebelum Jauh berjalan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berjalan dengan cara yang tak biasa bisa jadi ia merupakan sebuah eksperimen murni, karena sangat jauh bebeda dengan apa yang telah menjadi tradisi dari keseharian hidup kita. Tetapi mencoba itu tidak ada salahnya, karena banyak hal yang ada pada kita sekarang ini adalah hasil dari sebuah uji coba, atas kemampuan dan potensi yang kita miliki. Selain itu bahwa kita memang tidak diajarkan untuk hidup statis. Mencari sesuatu yang terbaik meskipun itu pada awalnya terasa amat susah, sangat dianjurkan. Ismail bin Najid pernah berpesan, “bencana seorang hamba adalah jika ia telah merasa puas dari kebaikan yang dapat ia lakukan.” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agar kita mau dan mampu melakukannya demi menemukan sebuah kebaruan dalam hidup ini, berjalanlah dengan cara yang tidak biasa, ada beberapa hal yang harus kita miliki, antara lain:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pertama, Beranilah, Lepaskan Diri dari Atribut Kegagalan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada kecendrungan seseorang tidak berani melakukan sesuatu karena takut akan resiko kegagalan. Tetapi keberanian sebenarnya bisa dihidupkan  dengan menyalakan dan menguatkan azam didalam hati terlebih dahulu. Karena itulah modal dasar bagi orang yang ingin melakukan sesuatu. Ibnu Qoyim menyebutkan bahwa ada azam bagi orang  yang hendak memulai perjalanan, dan itu merupakan permulaan. Ad Daqqaq menambahkan, “azam (kehendak kuat) adalah kilatan di dalam sanubari, nyala di dalam hati, cinta yang membara di dalam perasaan dan membara di dalam batin.” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah telah menciptakan dunia ini  penuh dengan berbagai kesempatan luar biasa. Di sini, ketika sesuatu hilang, maka ia akan menjadi energi, ketika kegelapan datang, satu sinar baru menyeruak dari kedalaman, ketika satu bangunan runtuh, maka ia akan meninggalkan satu tempat konstruksi yang lain. Begitu juga dengan berbagai peristiwa dalam kehidupan manusia. Dari setiap kegagalan selalu hadir satu kesempatan untuk sukses.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal ini mengajarkan kita bahwa tidak seorang pun yang harus berputus asa di dunia milik Allah. Meskipun kondisi-kondisi yang ada  tampak tidak bersahabat namun semua menyimpan potensi kemungkinan ini, agar kekalahan menjadi kemenangan, adalah  melecut keberanian dalam diri, totalitas  di dalam melangkah, melepaskan diri dari atribut  kegagalan atau kondisi stagnan masa lalu. Itulah makna sekali waktu, berjalanlah dengan cara yang tidak biasa. Sebab tanpa keberanian itu , kita tak akan pernah berhasil menaklukan sungai karena arusnya yang deras, tidak juga samudera dengan ombaknya yang menggulung, dan tidak pula gunung dengan lereng dan bukitnya yang curam dan terjal, sebab semuanya bagai momok yang menakutkan, yang menciutkan nyali dan mengancam keselamatan jiwa. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun demikian keberanian tidak lengkap tanpa ada keyakinan dalam hati dengan langkah yang kita ambil, karena keyakinan adalah bagian dari iman yang kedudukannya bagaikan ruh dan badan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kedua, Tidak Melanggar Syar’i&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah Swt yang menciptakan kita tidak pernah membatasi kehendak dan keinginan kita untuk melakukan apresiasi dan ekspresi diri. Kita memiliki kebebasan untuk melakukan apa saja, selama  hal itu tidak menyetuh apalagi melanggar rambu-rambu yang telah ditetapkan-Nya. Kita juga tetap harus menjaga etika, bahwa “kebebasan berekspresi kita dibatasi oleh kebebasan orang  lain. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dimulai dari kehendak (azam), semua rencana kita haruslah lahir dari keinginan mengharap ridha Allah. Seperti kata Abu Utsman Al Hirry “siapa yang kehendaknya tidak benar pada permulaannya, maka semakin hari dia semakin mundur ke belakang.” Artinya, apresiasi diri tidak terbatas itu, apabila tidak sejalan dengan kehendak Allah justru akan mendatangkan problem baru dalam hidup kita. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengapa  demikian? Kita tahu bahwa Allah Swt itu maha adil. Kasih-Nya tidak hanya terbatas kepada orang yang  memiliki kebenaran iman, tetapi kepada siapa saja yang memiliki azam dan kerja keras. Maka sangat kita takutkan apabila Allah memberikan keberhasilan itu pada usaha kita mencari kebaruan, namun ternyata kita berada pada hal yang tidak dia ridhai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ketiga, deklarasikan dengan do’a&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apapun yang kita lakukan, prinsipnya haruslah disertai dengan do’a. sebab, sebagai muslim kita meyakini bahwa keberhasilan tidaklah mungkin terjadi kecuali adanya do’a yang selalu mengiringi setiap usaha. Bahkan terkadang do’a bisa mengubah sesuatu yang menurut kita mustahil menjadi sebuah kenyataan. Itulah sebabnya , betapa pentingnya mendeklarasikan sebuah usaha dengan do’a, teruatama ketika kita merasa tidak sanggup melakukannya padahal itulah satu-satunya jalan yang harus kita tempuh, atau telah merasa kehilangan energi untuk menuntaskannya padahal itu menjadi penentu keberlangsungan cita-cita kita. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah Saw membuktikan hal itu ketika beliau dan para sahabatnya dalam perang Badar, secara ukuran manusiawi tidak mempu melawan musuh yang jumlahnya lebih banyak karena itu beliau meyeru kepada Allah, menagih janji-Nya untuk memberikan kemenangan bagi kaum Muslimin. Umar bin Khatab menceritakan peristiwa itu, ketika beliau melihat kearah kaum musyrikin yang berjumlah 1000 orang sedang sahabatnya hanya berjumlah 314 orang. Beliau menghadap kiblat kemudian mengangkat kedua tangannya lalu mengadu kepada Rabnya (berdo’a). Dan pada akhirnya Allah memenangkan kaum Muslimin terhadap kaum musyrikin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini adalah  bukti bahwa do’a punya kekuatan yang dahsyat, akan tetapi, yang tidak boleh kita lupakan adalah bahwa pertolongan Allah yang datang melalui do’a tersebut tidak datang begitu saja. Kedekatan kita kepada Allah  adalah syarat yang tidak bisa ditinggalkan. Sebab jika kekuatan spiritual itu ada, maka sesungguhnya kita telah memiliki hak untuk mendapkan pertolongan Allah Swt.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh: Ust. Endang Abdurrahman &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-8013616316455333295?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/8013616316455333295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/05/mengenali-kebutuhan-diri-sebelum-jauh.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/8013616316455333295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/8013616316455333295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/05/mengenali-kebutuhan-diri-sebelum-jauh.html' title='Mengenali kebutuhan diri sebelum Jauh berjalan'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-3587307969172352348</id><published>2011-04-28T02:03:00.000-07:00</published><updated>2011-04-28T02:14:55.051-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Dampak Buruk Dosa Kecil</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dosa bagaikan tiupan angin ditanah yang berdebu ketika wajah terasa sejuk sejenak tanpa terasa nodanya telah melekat begitu berbekas. Kalau saja tidak ada cermin, seseorang tidak akan pernah mengira bahwa dirinya telah berubah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perjalan hidup memang penuh  dengan debu, sediki tapi terus dan pasti. Butiran-butiran debu dosa yang semakin bertumpuk di dalam diri membuat kita lupa dengan diri kita sendiri. Permasalahannya sekarang, bagaimana dan seberapa pekanya hati kita menanggapinya. Karena barangkali mata kepekaan kita pun telah tertutup oleh butiran-butiran debu dosa yang mulai menggunung dalam diri kita. Seorang mukmin yang sholeh mengkin tak terpikir akan melakukan dosa besar, jangankan memikirkan dan melakukan, mendengar saja mereka akan langsung menggigil ketakutan, dan berkata nauzubillahi min dzalik.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi berbeda dengan dosa-dosa kecil, karena  bergitu kecilnya dosa itu menjadi tidak terasa, terlebih ketika kita berada dalam lingkungan yang redup dari cahaya ilahi, maka dosa pun akan terasa biasa. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah SAW bersabda: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“jauhilah dosa-dosa kecil karena jika ia terkumpul pada diri seseorang maka lambat laun akan menjadi biasa”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah sudah mewanti-wanti kepada para sahabat, tabi’in dan seluruh umatnya agar berhati-hati dengan sebuah kebiasaan, karena sesuatu yang kita anggap ringan tetap mempunyai peran dalam pembentukan karakter dan hati kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekecil apapun dosa terlebih ketika kita merasa biasa dengannya, itu akan berpengaruh buruk dalam hati, pikiran dan tingkah laku seseorang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan susahnya apabila sipelaku tidak menyadari, justu orang lain yang mengungkap dan menanggapi ketidaknormalan itu. Kita tidak tahu bahwa diri kita telah berubah karena kita tidak mempunyai cermin pribadi untuk melihat siapa diri kita, maka dari itulah bercermin, intropeksi diri, dan selalu bermuhasabah agar kita mengetahui siapa diri ini. Adapun dampak dari dosa yang sering kita anggap remeh adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Melemahnya hati dan tekad&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelemahan ini ketika tanpa sadar seseorang tidak lagi bergairah atau semangat melakukan ibadah-ibadah tambahan (sunah) semuanya tinggal yang wajibnya saja terkadang itu dilakukan dengan terpaksa. Nilai-nilai tambah ibadah menjadi lenyap begitu saja, tiba-tiba ia menjadi enggan untuk beristighfar. Sementara hasrat untuk melakukan kemaksiatan semakin besar dan membara didalam diri. Bagaimana kita akan membendung semuanya. Kalaupun itu sudah terjadi kembali mendekatkan diri kepadap Allah dengan hati yang ikhlas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Seseorang akan terus melakukan perbuatan dosa dan maksiat sehingga ia akan menganggap remeh dosa yang ia lakukan padahal dosa yang dianggap remeh itu besar disisi Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang sahabat rasul yaitu Ibnu Mas’ud pernah  membandingkan  antara orang yang mukmin yang selalu kebaikan dengan orang fajir yang selalu melakukan kejahatan dalam menanggapi dan menilai sebuah dosa. Beliau r.a berkata sesungguhnya seorang mukmin ketika melihat dosanya seakan-akan ia ditepi gunung, ia takut gunung itu akan menimpanya. Sedang orang yang fajir tatkala melihat dosanya seperti memandang seekor lalat kemudian dibiarkan terbang begitu saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Dosa maksiat akan melenyapkan rasa malu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Padahal malu merupakan tonggak kehidupan hati, pokok dari segala kebaikan. Jika rasa malu hilang maka lenyaplah kebaikan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah SAW bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“malu adalah kebaikan seluruhnya” (HR. Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Sulitnya menyerap ilmu keislaman&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenapa? Karena dosa mengeruhkan cahaya hati padahal ilmu keislaman adalah cahaya hidayah Allah Swt, yang dapat diserap dengan kejernihan hati dan jiwa. Jadi seseorang penuntut ilmu (tholabul ‘ilmi) dituntut untuk “membersihkan hati” sebelum jauh melangkah untuk mempelajari keilmuwan Islam. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana ketika Imam syafi’i mengadukan buruknya hafalan kepada Waqi’.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“aku mengadukan buruknya hafalanku kepada waqi’ beliau memintaku untuk membersihkan diri dari segala dosa dan maksiat. Beliaupun mengajarkan bahwa ilmu itu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak akan menembus kepada hati seorang pendosa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada suatu dampak lagi yang sangat memprihatinkan seorang yang hatinya berserakan debu dosa, mereka enggan bertemu sapa dengan sesama mukmin. Karena magnit cinta dan kasih sayang sesama mukmin mulai redup dan melemah. Sementara kecendrungan bergaul dengan lingkungan tanpa nilai yang tiada cahaya Allah, justru menguat dan menggebu-gebu, dan terus berontak untuk bebas. Perjalanan hidup memang  bukan  jalan lurus tanpa terpaan debu. Makin cepat kita berjalan semakin keras pula terpaan debu menerpa. Berhati-hatilah karena sekecil apapun debu. Ia bisa mengurangi kemampuan melihat sehingga tidak lagi jelas mana yang nikmat dan mana yang maksiat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh; Afry Santoso&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mahasiswa STAI Luqman Al Hakim Surabay&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-3587307969172352348?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/3587307969172352348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/04/dampak-buruk-dosa-kecil.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/3587307969172352348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/3587307969172352348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/04/dampak-buruk-dosa-kecil.html' title='Dampak Buruk Dosa Kecil'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-194864626078692431</id><published>2011-04-27T23:59:00.000-07:00</published><updated>2011-05-14T06:48:36.567-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jendela Islam'/><title type='text'>Perkataan Para Ulama #1</title><content type='html'>&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Ikhlas&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Orang ikhlas adalah orang yang menyembunyikan kebaikan-kebaikan dirinya sebagaimana dia menyembunyikan keburukannya" &lt;/i&gt;(Ya'kub)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Ikhlas adalah tidak merasa berbuat ikhlas, siapa masih menyaksikan keikhlasan dalam ikhlasnya, maka keikhlasannya masih membutuhkan keikhlasan lagi." &lt;/i&gt;(As-Sausy)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Ikhlas sesaat berarti keselamatan yang abadi, akan tetapi ikhlas itu sangatlah berat" &lt;/i&gt;(Perkataan Sebagian Ulama)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Meninggalkan suatu amal karena orang lain adalah riya', sedangkan beramal karena orang lain adalah syirik. Adapun ikhlas adalah ketika&amp;nbsp; Allah&amp;nbsp; SWT menyelamatkan kamu dari keduanya." &lt;/i&gt;(Fudhail)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Dzikir Kepada Allah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah  berkata &lt;i&gt;"Dzikir bagi hati sama dengan air bagi ikan, maka bagaimana  keadaan yang akan terjadi pada ikan seandainya ia berpisah dengan air?"&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Dzikir atau ingat kepada Allah adalah obat, dan ingat kepada manusia adalah penyakit"&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Imam Makhul)&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Matinya Hati Seseorang adalah Lebih Berat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Sungguh aneh manusia itu, mereka menangisi atas kematian jasad seseorang, tetapi tidak menangisi atas matinya hati seseorang, padahal itu sangatlah berat&lt;/i&gt;"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Perkataan salah seorang dari orang-orang soleh)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber: kitab Tazkiatun Nufs&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-194864626078692431?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/194864626078692431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/04/perkataan-para-ulama.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/194864626078692431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/194864626078692431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/04/perkataan-para-ulama.html' title='Perkataan Para Ulama #1'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-1418148922172374362</id><published>2011-04-26T19:44:00.000-07:00</published><updated>2011-04-28T01:57:54.002-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jendela Islam'/><title type='text'>Terjemah Hadit-hadist Pilihan #1</title><content type='html'>&lt;b&gt;Kebajikan adalah Apa yang Menentramkan Hati&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;عن النواس بن سمعان رضي الله عنه  عن النبي صلى  الله عليه وسلم قال ” البر حسن الخلق والإثم ما حاك في نفسك  وكرهت أن يطلع عليه  الناس ” رواه مسلم&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Dari An Nawas bin Sam’an radhiyallahu anhu, dari Nabi  Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda: &lt;/em&gt;&lt;i&gt;"Kebajikan itu adalah apa-apa yang menentramkan jiwa dan menenangkan hati, dan dosa itu adalah apa-apa yang meragukan jiwa dan meresahkan hati, walaupun orang-orang memberikan fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya.’’&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;[Imam Ahmad bin  Hanbal no. 4/227, Ad-Darimi no. 2/246]&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Qana'ah atas Pemberian Allah SWT&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah SAW bersabda, &lt;i&gt;“Sungguh beruntung orang yang masuk islam, diberi rizki cukup dan Allah menjadikan qona’ah (menerima/merasa cukup) dengan apa yang Allah berikan.” &lt;/i&gt;(HR. Muslim)&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Hati Sebagai Raja dalam Diri&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt; الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ   ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ  الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;[رواه البخاري ومسلم].&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Dari Abu 'Abdirrahman Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anh,  dia berkata&lt;/i&gt;:&lt;i&gt;  bahwa Rasulullah telah bersabda, "Sesungguhnya tiap-tiap kalian   dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa  nutfah,  kemudian menjadi 'Alaqoh (segumpal darah) selama itu juga lalu  menjadi Mudhghoh  (segumpal daging) selama itu juga, kemudian diutuslah  Malaikat untuk meniupkan  ruh kepadanya lalu diperintahkan untuk  menuliskan 4 kata&lt;/i&gt;:&lt;i&gt; Rizki, Ajal, Amal dan  Celaka/bahagianya. maka  demi Alloh yang tiada Tuhan selainnya, ada seseorang  diantara kalian  yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak  antara  dirinya dan surga kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh   ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk  neraka. Ada  diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka  sehingga tidak ada lagi  jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta  saja. Kemudian ia didahului oleh  ketetapan Allah lalu ia melakukan  perbuatan ahli surga dan ia masuk surga. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[HR. Bukhari dan Muslim]&lt;br /&gt;Hadist Arba'in no.4 &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Harta yang Kita Infaqkan, Itulah Harta Kita yang Sesungguhnya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, dia berkata, ”Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : ”Seorang hamba berkata, ”&lt;i&gt;Harta ku, hartaku” Padahal dari hartanya dia hanya mendapatkan tiga perkara yaitu ”Apa yang dimakan lalu ia habis, atau apa yang dipakai lalu ia usang, atau apa yang dia berikan lalu dia menyimpan pahalanya di Akhirat. Selain itu ia adalah lenyap dan (menjadi) barang peninggalan nya untuk orang (selain nya).&lt;/i&gt;” [Diriwayatkan oleh Muslim. Hadits Shahih. Shahih at-Targhib wa at-Tarhib no 860].&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tanda-tanda Orang Mukmin&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Umamah radhiallahu’anhu  bahwasannya seseorang bertanya kepada Rasulullah shalallahu’alaihi wasalam, &lt;i&gt;“Wahai Rasulullah, apakah iman itu?” Beliau menjawab, “Apabila amal baikmu membuatmu gembira, dan amal burukmu membuatmu susah (sedih), berarti engkau adalah seorang mukmin (orang beriman).”&lt;/i&gt; (Diriwayatkan oleh Hakim dan menurutnya Shahih, disepakati oleh ad Dzahabi I/13, 14)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Bahaya Sifat Ujub&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nabi bersabda, &lt;i&gt;“Andaikan kalian tidak pernah berbuat dosa sedikitpun,  pasti aku khawatir kalau kalian berbuat dosa yang lebih besar, yaitu  perasaan ujub (Bangga terhadap diri sendiri).”&lt;/i&gt; (HR. Al Bazzar). &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-1418148922172374362?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/1418148922172374362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/04/jendela-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/1418148922172374362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/1418148922172374362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/04/jendela-islam.html' title='Terjemah Hadit-hadist Pilihan #1'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-3387480888133462469</id><published>2011-04-23T15:00:00.000-07:00</published><updated>2011-04-23T20:57:47.519-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Rasulullah SAW Suritauladan yang Agung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia menambal sandalnya, menambal kainnya, mengurus kepentingan keluarganya, memotong daging bersama mereka, mengaduk gandum pembuat roti bagi mereka, memberi makan untanya, memerah susu kambingnya, berangkat ke pasar dan menenteng sendiri belanjaannya, serta menyapu rumahnya. Di rumah ia lebih pemalu daripada seorang perempuan sahaya. Ia tidak meminta makanan pada keluarganya, setidaknya, ia tidak pernah menyatakan keinginan itu pada mereka. Kalau mereka berikan makanan padanya, ia makan apapaun yang mereka berikan. Tak jarang ia ambil sendiri makanan dan minumannya.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bersamanya ada hamba sahaya lelaki dan perempuan, yang membantunya. Tiada ia meninggikan diri atas mereka, dalam hal makanan dan pakaian. Sikapnya pada mereka, tidak beda dengan keluarganya, lemah lembut dan bijaksana. Ia anjurkan anggota keluarganya untuk bersikap demikian pula.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia hadir pada walimah– walimah, menyambangi orang–orang sakit, dan melayat jenazah. Ia keluar ke kebun–kebun sahabatnya. Memenuhi undangan para budak dan orang–orang merdeka. Ia berjalan sendiri, tanpa pengawal, bahkan diantara musuh–musuhnya dalam kecamuk peperangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia biasa berhenti di jalan mendengarkan kesusahan rakyat kecil. Ia pergi ke rumah mereka untuk menghibur yang sedih dan menggembirakan yang patah hati. Budak yang paling hina biasa memegang tangannya, menariknya menemui tuannya untuk mendapatkan perbaikan atas perlakuan buruk atau bagi kebebasannya. Selama siang hari, ia menerima tamu–tamu dan mengurus soal–soal umum. Malam hari ia hanya tidur sebentar, sebagian besar waktunya dipergunakan untuk beribadah. Ia sayang pada orang miskin dan menghormati mereka. Salah seorang putranya meninggal di pangkuannya, di rumah pengasuhnya yang penuh asap, istri seorang pandai besi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di malam hari bagi orang–orang yang tidak punya rumah atau tempat berlindung, dia izinkan mereka tidur di masjid bersebelahan dengan rumahnya. Tiap malam jadi kebiasaannya untuk mengundang beberapa orang dari mereka untuk makan sederhana dengannya. Yang lain–lain menjadi tamu murid–muridnya yang utama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia duduk dan makan bersama dengan orang–orang miskin. Tiada ia hinakan mereka karena kemiskinannya. Meski demikian, ia pun memelihara hubungan dengan kaum bangsawan. Ia menyambung silaturahmi, tanpa mengutamakan suatu kelompok dari lainnya, kecuali karena akhlaq mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiada pernah sekalipun ia memboikot seseorang dengan bermasam muka, dan tiada berbicara yang sia–sia. Tidak pernah dia berucap keras apalagi kasar. Ia terima alasan dari orang–orang yang berhalangan. Ia menikmati permainan yang mubah, tiada beliau menentangnya, malah ia berlomba dengan keluarganya. Kalau seseorang meninggikan suara atasnya, sabarlah ia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau duduk bersama orang banyak, ketika mereka berbincang tentang akhirat. Ia pun bercakap–cakap tentang makanan atau minuman beserta mereka. Mereka berkata–kata tentang dunia, juga ia berada di tengah–tengah mereka. Kapan pun, kasih dan tawadhu-nya tersebar di antara para sahabatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi ia akan berpaling dari pergunjingan yang sia–sia. Ia sampaikan dengan kinayah (sindiran), perihal yang tidak disukainya. Ia pemalu, tidak menatap wajah seseorang berlama – lama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kadang sahabatnya mendendangkan syair dihadapannya. Mereka tertawa, ia pun tersenyum. Beliau tidak menghardik, selain dari yang haram. Ia biasa memanggil anak-anak dan para sahabatnya dengan kuniah (julukan), demi memuliakan dan mengakrabkan mereka. Ia pun memberi kuniah bagi yang tidak mempunyainya, atau mengganti kuniah dengan yang lebih baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para sahabatnya tidak terbiasa bangun berdiri untuk menyambutnya, karena tahu akan kebenciannya ia pada yang demikian. “Jangan kalian perlakukan aku sebagaimana orang 'ajam (non arab) mengagungkan kaisar mereka ” katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meluap rasa sayangnya pada anak–anak. Tak pernah ia lewati mereka tanpa tegur sapa penuh suka cita. Ia bermain–main bersama, memeluk, menciumi, membelai dan menggendong mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak pernah ia pukul seseorang dengan tangannya, kecuali dengan rasa kasihnya. Tiada sekali – kali ia menaruh dendam atas aniaya yang pernah diperbuat orang atasnya. Ia jauh dari kemarahan, dan paling mudah rela. Sikapnya terhadap musuhnya yang paling besar ditandai oleh belas kasih dan kesabaran yang mulia. Ia keras dan sangat–sangat tegas terhadap musuh–musuh negara. Tapi ejekan, hinaan, kekerasan, dan penganiayaan terhadap dirinya sendiri , semuanya dilupakan, bahkan penjahat yang paling besar pun diampuninya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yaa nabi salam 'alaika, yaa rasul salam 'alaika. Allahumma shalli wasllim 'alaa Muhammad………&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-3387480888133462469?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/3387480888133462469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/04/rasulullah-saw-suritauladan-yang-agung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/3387480888133462469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/3387480888133462469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/04/rasulullah-saw-suritauladan-yang-agung.html' title='Rasulullah SAW Suritauladan yang Agung'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-985657606895715440</id><published>2011-02-12T22:30:00.000-08:00</published><updated>2011-02-12T22:30:15.362-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Tidak Ada Valentine Day dalam Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Apa kabar sobat-sobat. Mungkin sekarang banyak diantara kalian yang hatinya lagi blomming khususnya muda-mudi. Kenapa demikian??? Beberapa hari lagi Valentine day (V-day) akan hadir di kota-kota Anda (hee....seperti artis), pasti banyak diantara  kalian yang lagi mempersiapkan diri untuk menyambut hari kasih sayang itu (katanya sih). Tapi apakah kalian tahu V-day itu??? sebelum kalian ikut merayakan hari tersebut, Sobat-sobat harus mengetahui asal-muasal V-day itu. Jangan hanya ikut-ikutan jika belum mengetahui atau sekedar ikut-ikutan, nanti menyesal loh...  Di bawah ini beberapa penjelasan tentang V-day;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Asal-muasal Valentine Day&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama ini, orang mengenal Valentine sebagai suatu budaya yang lahir dari Roma dan secara perlahan-lahan menjadi budaya milik dunia, tak terkecuali Indonesia. Awalnya pada 15 Februari sekitar abad ke-4 SM diadakan festival bangsa Roma yang disebut Lupercalis untuk memuja Dewa Lupercus, dewa pelindung tanaman obat dan hasil bumi. Pada malam sebelum festival, para pemuda Roma akan mencari pasangan mereka selama festival hingga pesta Lupercalia berikutnya. Mereka saling bertukar hadiah. Para wanita akan menerima sarung tangan harum atau perhiasan mahal. Tidak jarang mereka berhubungan asmara hingga satu tahun, jatuh cinta dan akhirnya menikah. Setelah berlangsung selama 800 tahun, gereja di Roma menentang perayaan tersebut, dan belakangan uskup dari Interamna yang bernama Valentine memulai kembali kebiasaan tersebut dengan cara yang berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Latar belakangi lahirnya V-day itu?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Valentine's day atau disingkat V-day yang jatuh pada tiap tanggal 14 februari setiap tahunnya, jelas berasal dari ritual paganisme, ritual satanis, yg penuh dengan kemaksiatan. Ritual kuno ini di zaman Romawi dikenal sebagai Lupercalia Festival, dimana para pemuda pemudi diperbolehkan melakukan kemaksiatan secara bebas dimanapun mereka mau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dapat disimpulakan bahwa Valentine Day adalah budaya barat yang dimana pemuda dan pemudi dibebaskan untuk melakukan kemaksiatan pada perayaan itu. Budaya ini masuk ke negeri kita untuk mempropogandakan pemuda-pemudi bangsa ini agar mereka mengikuti budaya mereka, sebagaiman pernah dikatakan oleh salah seorang tokoh yahudi, "Misi Utama Kita bukanlah menjadikan kaum Muslimin beralih agama menjadi kristen atau yahudi, tapi cukuplah dengan menjauhkan mereka dari Islam....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita jadikan mereka sebagai generasi muda Islam yang jauh dari Islam, malas bekerja keras, suka berfoya-foya, senang dengan segala kemaksiatan, memburu kenikmatan hidup, dan orientasi hidupnya semata utk memuaskan hawa nafsunya.." (Pidato samuel Zwemmer, tokoh Yahudi, dlm Konfrensi Missi di Yerusalem, 1935)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berarti perayaan ini (V-day) adalah salah satu perayaan yang menjadi misi orang-orang barat dalam marusak akhlak kaum muslim terutama pemuda dan pemudinya. Dalam perayaan V-day, terdapat berbagai kemaksitan di dalamnya. Maka bagi kaum muslimin haram hukumnya dalam mengucapkan selamat V-day apalagi ikut merayakannya. Sebagaimana yang pernah dikatakan oleh KH. Drs. Hafidz Ustman bahwa beberapa tahun terakhir ini banyak remaja yang ikut merayakan hari valentin tanpa mengetahui kisah dibalik perayaan hari valentine tersebut. Hari valentin haram dirayakan oleh umat Muslim. Karena hari valentin (valentine day) merupakan budaya non muslim sehingga secara agama umat Muslim dilarang merayakan hari valentine, selain itu hari valentine juga tidak sesuai dengan budaya kita. Demikian ungkap KH. Drs. Hafidz Utsman, ketua MUI Jawa Barat, setahun yang lalu di Bandung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Fatwa haram hari valentin oleh MUI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MUI Bangka juga mengeluarkan fatwa haram untuk hari valentine atau hari kasih sayang yang jatuh pada tanggal 14 Februari 2010. Yubahar Hasan, ketua MUI Bangka mengatakan perayaan hari valentine tidak sesuai dengan Al Quran dan Hadist. Ia juga menambahkan, perayaan hari valentin biasanya digunakan oleh muda mudi untuk hura-hura dan melakukan tindakan negatif.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah Saw pernah bersabda,  “Kalian akan mengikuti perilaku  orang-orang sebelum kalian sejengkal  demi sejengkal dan sehasta demi  sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke  lubang biawak pun kalian ikut  memasukinya.” Para sahabat lantas  bertanya, “Siapa ‘mereka’ yang baginda  maksudkan itu, ya Rosululloh?”  Beliau menjawab, “Orang-orang Yahudi dan  Nasrani”. (HR. Bukhari &amp;amp;  Musllim). &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi disayangkan banyak pemuda-pemudi di Negeri kita ini yang beragama Islam banyak yang ikut serta dalam merayakan hari perayaan tersebut. Sebuah pertanyaan, apakah misi yahudi telah berhasil menjauhkan kaum muslim khususnya para pemuda-pemudinya jauh dari agama Islam, sebagaimana yang dikatakan oleh Tokoh  yahudi di atas???, jawabannya ada pada tanggal 14 Februari nanti.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai penutup, saya mengutip sebuah hadist dari Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Maka sudah jelas sekali bahwa tidak  ada Valentine Day dalam Islam&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-985657606895715440?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/985657606895715440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/02/tidak-ada-valentine-day-dalam-islam.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/985657606895715440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/985657606895715440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/02/tidak-ada-valentine-day-dalam-islam.html' title='Tidak Ada Valentine Day dalam Islam'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-7632704502603673270</id><published>2011-02-02T06:48:00.001-08:00</published><updated>2011-02-03T18:45:41.478-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Tujuh Golongan Yang mendapatkan Naungan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda, “Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan dari Allah di saat tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu Imam yang adil, seorang pemuda yang tumbuh dalam keadaan beribadah kepada Allah, seorang lelaki yang hatinya selalu terikat dengan masjid, dua oarng yang saling mencintai karena Allah (berkumpul karena-Nya dan berpisah juag karena-Nya), seorang lelaki yang diajak (berzina) oleh seorang wnita yang mempunyai jabatan dan kecantikan, namun ia mengatakan 'sesungguhnya aku takut kepada Allah', seorang yang mengelurkan sadaqah kemudian menyembunyikannya, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat oleh tangan kanannya, dan seorang lelaki yang berzikir kepada Allah  dalam keadaan sendiri, kemudian kedua matanya basah dengan genangan air mata (HR. Bukhari).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah tujuh golongan yang mendapatkan naungan dari Allah WST disaat tidak ada sama sekali naungan selain naungan-Nya.  Kita berada di golongan mana???&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-7632704502603673270?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/7632704502603673270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/02/tujuh-golongan-yang-mendapatkan-naugan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/7632704502603673270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/7632704502603673270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2011/02/tujuh-golongan-yang-mendapatkan-naugan.html' title='Tujuh Golongan Yang mendapatkan Naungan'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-6574022855580196606</id><published>2010-12-19T23:22:00.000-08:00</published><updated>2010-12-19T23:22:57.035-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Memilih Teman Berkepribadian  Surgawi</title><content type='html'>Oleh Cahya Ragil*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah adalah sebaik-baik penolong bagi kita. Sepatutnya janganlah kita melalaikan diri saat suka maupun duka. Kita hidup di dunia ini tidak sendiri. Kita berkeluarga dan bermasyarakat, maka janganlah mengurung diri. Allah berfirman; ”barang siapa yang suka melakukakan  silaturahmi, Allah akan memperbanyak rizkinya.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Perbanyak Teman&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kenali semua orang, hormati yang lebih tua,  dan sayangi yang lebih muda. Janganlah membuat kelompok dalam berteman, seperti menyatukan persamaan dan meninggalkan perbedaan. Bukankah Allah menciptakan perbedaan di antara kita agar saling kenal. Saat  kita melihat orang yang lebih tua, berfikirlah! Mereka lebih banyak melakukan kebaikan di banding kita. Saat kita melihat yang lebih muda, berfikirlah! Kita mugkin memiliki dosa yang lebih banyak daripada mereka. Dari situlah  kita akan menjaga diri agar perbuatan kita terjaga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tentang status sosial, janganlah berteman hanya dengan salah satu kelompok saja, kaya atau miskin. Semua harus dijadikan teman. Dari si kaya kita akan terbantu dalam kekurangan harta, dan dari si miskin kita akan dapat membantu dalam kekurangan harta. Nabi menerangkan, ”tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah”. Maka janganlah ketika punya sedikit harta kita dekati si miskin, dan ketika punya banyak harta kita malah menjauhinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tentang pendidikan, bagaimana kita dapat memposisikan diri agar dapat saling memberi dan menerima untuk berbagi pengalaman. Dari si pandai kita dapat mengambil ilmu yang ia peroleh. Dari si bodoh kita dapat memberi apa yang kita peroleh.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Selekif dalam Berteman&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Namun, hendaknya salah seorang diantara kita melihat siapa yang menjadi temannya. Karena seseorang bisa dinilai dengan melihat siapa teman karibnya. Dengan kata lain, kita harus selektif dalam memilih teman.  Selektif yang dimaksud  adalah memelihara hubungan keakraban pada orang yang dapat membawa kebaikan dan berhati-hati pada teman yang memberi dampak buruk. Bukan selektif  berdasarkan status sosial, pendidikan, pangkat, maupun jabatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mewarnai tapi tidak terwarnai, itu prinsip yang harus dipegang. Saat ada golongan yang tidak sejalan dengan kita (banyak berbuat kemungkaran), janganlah masuk pada golongan mereka kalau keimanan belum kokoh dan ilmu belum banyak. Karena ditakutkan,  kita bukannya mewarnai namun malah terwarnai. Sebaiknya tetaplah berteman, tapi  menjaga jarak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Selektif dalam berteman sangat penting, karena apabila salah memilih teman  bisa fatal akibatnya. Dalam kehidupan nyata, kita sering menyaksikan orang yang hancur hidup dan kehidupannya gara-gara salah memilih teman. Biasanya ini terjadi karena motivasi pertemanannya untuk dunia. Dan memang, kehancuran manusia lebih banyak disebabkan oleh sesama manusia. Karena itu, kelak di akhirat banyak yang menyesal berat karena salah memilih teman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah berfirman”Dan (ingatlah)hari (ketika) itu orang yang dzolim menggigit kedua tangannya seraya berkata,’Aduhai (dulu) kiranya aku mengambil jalan bersama-sama Rosul. Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an telah datang kepadaku,”(Al furqan:27-29)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertaqwa,” (Az-Zukhruf:67)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang diantara kamu dalam kehidupan dunia ini, kemudian dihari kiamat sebagian kamu mengingkari sebagian(yang lain), dan tempat kembalimu adalah Neraka, dan sekali-kali tidak ada bagimu para penolong (Al Ankabut)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Inilah akibat dari kesalahan memilih teman. Mereka terhinakan di neraka dan menyesal dengan penyesalan yang teramat mendalam. Kalau di dunia mereka saling berteman, maka di akhirat mereka bermusuhan dan saling menyalahkan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena itu, hatil-hatilah dalam mencari teman. Carilah teman yang berorientasi pada akhirat, yaitu teman yang berkepribadian surgawi. Dengan begitu, kita akan merasakan nikmatnya pertemanan di dunia, terlebih di akhirat. Wallahua’lam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;*Mahasiswa STAIL semester VII&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-6574022855580196606?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/6574022855580196606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/12/memilih-teman-berkepribadian-surgawi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/6574022855580196606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/6574022855580196606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/12/memilih-teman-berkepribadian-surgawi.html' title='Memilih Teman Berkepribadian  Surgawi'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-8709458817204225303</id><published>2010-12-06T23:07:00.000-08:00</published><updated>2010-12-06T23:07:46.123-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Muhasabah Diri di Tahun Baru Hijriah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_RxtpjpVlf9M/TP3dA6UWMqI/AAAAAAAAAO4/IoYZcYtPa2k/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="http://1.bp.blogspot.com/_RxtpjpVlf9M/TP3dA6UWMqI/AAAAAAAAAO4/IoYZcYtPa2k/s320/images.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasanya, ketika kita berbicara tentang hijrah, tentang Muharram, atau tentang tahun baru Islam, tidak ada sesuatu yang baru atau menarik bagi kita. Sekilas pandang, kita –seakan– merasa sudah terlalu pandai dalam mengenali bulan Islam yang satu ini. Benarkah demikian? Sudahkah khasanah keilmuan kita, sesuai dan memadai sebagai seorang muslim yang sejatinya mengenal dengan baik tentang bulan-bulan Islam.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sejarah bulan Hijriah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejarah mencatat, manusia pertama yang berhasil mengkristalisir hijrah nabi sebagai event terpenting dalam penaggalan Islam adalah Sayidina Umar bin Al Khattab, ketika beliau menjabat sebagai Khalifah. Hal ini terjadi pada tahun ke-17 sejak Hijrahnya Rasulullah Saw dari Makkah ke Madinah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun demikian, Sayidina Umar sendiri tidak ingin memaksakan pendapatnya kepada para sahabat nabi. Sebagaimana biasanya, beliau selalu memusyawarahkan setiap problematika umat kepada para sahabatnya. Masalah yang satu ini pun tak pelak dari diktum diatas. Karenanya, beberapa opsi pun bermunculan. Ada yang menginginkan, tapak tilas sistem penanggalan Islam berpijak pada tahun kelahiran Rasulullah. Ada juga yang mengusulkan, awal diresmikannya (dibangkitkannya) Muhammad Saw sebagai utusannyalah yang merupakan timing waktu paling tepat dalam standar kalenderisasi. Bahkan, ada pula yang melontarkan ide akan tahun wafatnya Rasulullah Saw, sebagai batas awal perhitungan tarikh dalam Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walaupun demikian, nampaknya Sayidina Umar r.a. lebih condong kepada pendapat –sayidina Ali karamallâhu wajhah-- yang meng-afdoliah-kan peristiwa hijrah sebagai tonggak terpenting ketimbang event-event lainnya dalam sejarah Islam, pada masalah yang satu ini. Relevan dengan klaim beliau: “Kita membuat penaggalan berdasar pada Hijrah Rasulullah Saw, adalah lebih karena hijrah tersebut merupakan pembeda antara yang hak dengan yang batil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Yang Unik Dalam Hijriah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nampaknya, ada sesuatu yang unik dalam kalenderisasi Islam ini. Ketika sejarah mengatakan, bahwa hijrah Nabi terjadi pada bulan Rabiul Awal –bukan pada bulan Muharram--, tapi mengapa pada dataran realita, pilihan jatuh pada bulan Muharram, bukan pada bulan Rabiul Awal, sebagai pinangan pertama bagi awal penanggalan Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang, dalam peristiwa hijrah ini Nabi bertolak dari Mekah menuju Madinah pada hari Kamis terakhir dari bulan Safar, dan keluar dari tempat persembunyiannya di Gua Tsur pada awal bulan Rabiul Awal, tepatnya pada hari Senin tanggal 13 September 622.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hanya saja, Sayidina Umar beserta sahabat-sahabatnya menginginkan bulan Muharram sebagai awal tahun hijriah. Ini lebih karena, beliau memandang di bulan Muharramlah Nabi berazam untuk berhijrah, padanya Rasulullah Saw selesai mengerjakan ibadah haji, juga dikarenakan dia termasuk salah satu dari empat bulan haram dalam Islam yang dilarang Allah untuk berperang di dalamnya. Sehingga Rasulullah pernah menamakannya dengan “Bulan Allah”. sebagaimana sabdanya: “Sebaik-baik puasa selain dari puasa Ramadhan adalah puasa di Bulan Allah, yaitu bulan Muharram”. ( Hadist ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihya).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Muharram dalam perspektif Islam, merupakan salah satu dari empat bulan haram yang ada dalam Islam (Rajab, Zulka’dah, Zulhijjah dan Muharram). Dalam empat bulan ini, kita dilarang melancarkan peperangan kecuali dalam kondisi darurat yang tidak dapat kita elakan. Firman Allah Swt dalam surah At Taubah ayat 36: “Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah ada dua belas bulan (yang telah ditetapkan) di dalam kitab Allah ketika menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan yang dihormati. Ketetapan yang demikian itu adalah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan-bulan yang dihormati itu (dengan melanggar larangan-Nya).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan ayat ini, segala aktifitas kebaikan tidak ada larangannya untuk dilakukan di bulan Muharram. Demikian juga dengan bulan Rajab, Zulka’dah dan Zulhijjah. Hanya maksiat dan kezaliman saja yang dilarang lebih keras oleh Allah Swt pada bulan-bulan tersebut. Adapun aktifitas positif --semacam pernikahan--, dalam perspektif Islam adalah satu aktifitas atau amalan kebajikan, bukan maksiat dan kezaliman. oleh karenanya, tidak ada larangan dalam Islam untuk melangsungkan acara perkawinan di bulan Muharram.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hijrah juga menggambarkan perjuangan menyelamatkan aqidah, penghargaan atas prestasi kerja, dan optimisme dalam meraih cita-cita. Itulah sebabnya, Fazlur Rahman menyebut peristiwa hijrah sebagai marks of the beginning of Islamic calender and the founding of Islamic Community. Sebagaimana klaim seorang profesor di bidang kultur Indo-Muslim Universitas Harvard, Annemarie Schimmael, menyebut hijrah sebagai tahun (periode) menandai dimulainya era muslim dan era baru menata komunitas muslim.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di negara kita Indonesia ini yang mayoritas penduduknya adalah beragama islam dan bahkan terbesar di dunia, ketika tahun baru hijriah datang, kita tidak menemkan perayaan yang ramai di lingkungan kita, bahkan terlihat sepi. Hanya segelintir saja, masyarakat yang mengadakan tiblik akbar dalam menyambut tahun baru islam tersebut. Namun, yang mengherankan, ketika tahun baru masehi berganti di kalender kita, banyak kita jumpai masyarakat di negeri ini ramai-ramai merayakan tahun baru tersebut, dan bahkan cukup ramai. Di sana sini, terdengar bunyi terompet, kembang api, sorak gembira terdengar dari orang disekitar kita. Sengat berbeda ketika tahun baru hijriah datang. Inilah yang sangat disayangkan, masayarakat kita tanpa disadari telah termakan oleh budaya asing, sehingga budaya kita sebagai umat islam lambat laun akan terlupakan. Maka kita yang hadir di sini, marilah mengintrokpeksi diri kita di tahun baru hijriah ini, agar kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada sang Khalik lebih baik kedepannya. Sebagaimana firman Allah dalam al-Qur’an, “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kalian. ” (Al-Hujurat: 13). Rasulullah Saw juga, besabda, “Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada. Iringilah kejelakan dengan kebaikan, niscaya kebaikan tersebut akan menghapuskannya. Dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada, yakni di tempat di mana pun engkau berada. Engkau tidak hanya bertakwa kepada Allah di tempat yang di sana orang-orang melihatmu saja. Dan tidak hanya bertakwa kepada-Nya di tempat-tempat yang engkau tidak dilihat oleh seorang pun, karena Allah senantiasa melihatmu, di tempat manapun engkau berada.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dan katakanlah! Beramallah maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui hal yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS: At-Taubah:105) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak terasa umur kita bertambah satu tahun lagi. Itu berarti jatah hidup kita berkurang dan semakin mendekatkan kita kepada rumah masa depan, kuburan. Pelajaran yang terbaik dari perjalanan waktu ini adalah menyadari sekaligus mengintrospeksi sepak terjang kita selama ini. Kita punya lima hari yang harus kita isi dengan amal baik. Hari pertama, yaitu masa lalu yang telah kita lewati apakah sudah kita isi dengan hal-hal yang dapat memperoleh ridho Allah? Hari kedua, yaitu hari yang sedang kita alami sekarang ini, harus kita gunakan untuk yang bermanfaat baik dunia maupun akhirat. Hari ketiga, hari yang akan datang, kita tidak tahu apakah itu milik kita atau bukan. Hari keempat, yaitu hari kita ditarik oleh malaikat pencabut nyawa menyudahi kehidupan yang fana ini, apakah kita sudah siap dengan amal kita? Hari kelima, yaitu hari perhitungan yang tiada arti lagi nilai kerja atau amal, apakah kita mendapatkan rapor yang baik, dimana tempatnya adalah surga, atau mendapat rapor dengan tangan kiri kita, yang menunjukan nilai buruk tempatnya di neraka. Pada saat itu tidak ada lagi arti penyesalan. Benar sekali kata seorang ulama besar Tabi'in, bernama Hasan Al-Basri, "Wahai manusia sesungguhnya engkau adalah kumpulan hari, setiap hari berkurang, berarti berkurang pula bagaianmu." Umar bin Khatab berkata, "Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga dengan datangnya tahun baru hijriah ini (Muharram) dapat memeberikan satu dorongan kepada kita untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Wallahu a'lam bishshowab...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-8709458817204225303?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/8709458817204225303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/12/muhasabah-diri-di-tahun-baru-hijriah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/8709458817204225303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/8709458817204225303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/12/muhasabah-diri-di-tahun-baru-hijriah.html' title='Muhasabah Diri di Tahun Baru Hijriah'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_RxtpjpVlf9M/TP3dA6UWMqI/AAAAAAAAAO4/IoYZcYtPa2k/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-2675631975845580637</id><published>2010-12-03T20:22:00.000-08:00</published><updated>2010-12-05T07:17:20.698-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Keindahan dalam Pernikahan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_RxtpjpVlf9M/TPnB8T9nAXI/AAAAAAAAAO0/-VIywEhAIr8/s1600/cincin-kawin-cianjur.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/_RxtpjpVlf9M/TPnB8T9nAXI/AAAAAAAAAO0/-VIywEhAIr8/s400/cincin-kawin-cianjur.jpg" width="377" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiba saat untuk berpacaran bagi Anda yang sudah mengucapkan akad. Insyaallah yang ini berpahala, bebas hambatan, sesuai selera dan kesepakatan. Kalau Anda memandang, kelip-kelipan dan menyentuh sedikitpun tak dihalalkan (haram), maka setelah menikah, mau saling melotot, saling kelip-kelipan (sampai cape matanya), saling cekik (sedikit), saling banting sedikit (jangan seperti smack down loh…) atau apapun boleh….&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bulan Dzulhijjah ini, banyak saya temukan orang yang membuka lembaran baru dalam hidup mereka, memutuskan masa lajang  dan menyempurnakan separuh agama mereka. juga ada beberapa teman-teman saya yang telah melangsungkan resepsi pernikahan tersebut, tetapi saya tidak dapat menyaksikan secara langsung pernikahan mereka karena  karena tempat jauh (jika diongkosi tranportasi, tentu saya akan datang, hehe….), semoga mereka mendapatkan kebahagiaan dalam membina rumah tangga. Doakan juga saya, agar mendapatkan jodoh, hm... yang sedang-sedang saja, yang penting membuat bahagia, menentramkan hati dan&amp;nbsp; pintar masak, heheii.... (bukan mempromosikan diri loh...)&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pernikahan mengepresikan pacaran generasi mulia dalam memaknai ikatan yang suci, abadi dan mengantar ke ketinggian surgawi. Kata ibnu Qayyim, “Setiap kenikmatan yang membantu terwujudnya kenikmatan di hari akhir adalah kenikamatan yang dicintai dan diridhai Allah Swt. Penghadir kenikamatan itu akan merasakan kenikmatan dalam dua segi. Pertama, kenikmatan itu menyampaikan dirinya kepada ridha Allah Swt. Selain itu, akan datang pula kepadanya nikmat-nikmat lain yang lebih sempurna.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Di bawah ini beberapa hikmah dalam pernikahan dari sekian banyak hikmah dalam membina rumah tangga yang saya kutip dari buku “Nikmatnya pacaran Setelah Penikah” karangan Kang salim A. Filah. Buku ini bagus bagi Anda yang sudah berumah tangga terutama pengantin baru dalam membina hubungan yang harmonis dengan pasangan. Namun bagi Anda yang belum nikah, buku ini dapat memberikan inspirasi tersendiri bagi Anda dalam memilih pasngan hidup yang terbaik dan juga membuat anda semakin semanagt untuk cepat-cepat membuka lembaran baru, termasuk saya, sieehhhhh…….. (Kang Salim harusnya berterima kasih kepada saya yang mempromosikan bukunya. Hehe….)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut beberapa himah tersebut:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. Surga hadir di rumah kita.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau ungkapan baiti jannati (rumahku surgaku), benar-benar ingin kita wujudkan, tentu carnya dengan menghadirkan surge ke rumah kita, bagaiman itu? Terkadang surga begitu dekat dengan suatu yang kurang bisa kita nikmati di dunia ini, sedangkan neraka berbaut kelezatan syahwat dan rasa nikmat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kini dengan bantuan pasangan suami atau istri, kita mencoba agar luasa hati bertambah, menerima segalanya dengan qana’ah dan sabar. Inilah haisan hidup yang menghadirkan surge ke rumah kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2. Penjaga ketaatan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin saja suatu ketika Anda segera terbangun padahal sedang bermimpi dahi anda dikecup bidadari (bukan wonder women, ha…) dan ketika Anda membuka mata, ‘bidadari’ itus edang memandangi anda sambil mengenakan mukenahnya, “Shalat yuk!!!....”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Allah merahmati seoarang lelaki yang bangun pada malam hari lalu menunaikan shalat malam (qiyamullail). Dia bangunkan istrinya dan jika istri enggan ia percikkan air ke wajahnya. Dan Allah merahmati seorang wanita yang bagun pada malam hari untuk menunaikan shalat malam. Dia bangunkan suaminya dan jika sang suami enggan, ia percikkan air ke wajahnya.”&lt;/i&gt; (HR Abu Dawud, An Nasa’I dan ibnu Majah).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka berbahagialah ketika disiram air (maksudnya bukan satu ember), istri anda adalah pengamal sunnah yang uatama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika sebelum nikah, kata ustadz Fuzil Adhim, ruhiyah sulit terjaga dan mata sangat sulit untuk memicing, mudah-mudahan setgelah menikah ada perubahan (lebih bersemangat lagi, jangan mau kalah dengan istgri anda). Dan jika sebelum menikah sudah terbiasa bangun, mudah-mudahan kecantikan istri tidak menjadikan kaki berat untuk melangkah, wah… ini yang gawat, maunya nempel terus sama istri tercinta….., ingat!!! Anda adalah seorang pemimpin yang harus membina istri Anda&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3. Menentramkan dan menentramkan jiwa&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“tiga kunci kebahagiaan seoarang laki-laki: (1) Istri Shaliha yang jika dipandang membawamu semakin sayang, jika kamu pergi membuatmu merasa aman karena bisa menjaga kehormatan dirinya dan hartamu, (2) kendaraan yang baik yang bisa mengantar kemanapun pergi, (3) Rumah yang lapang, damai dan penuh kasih sayang…”&lt;/i&gt; (HR Abu Dawud)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau ketiga hal ini berada di sisi (terutama  istri yang shaliha), seolah dunia dan seisinya ada dalam genggaman kita. Istri yang selalau menentramkan, kendaraan yang siap sedia dan tak pernah memberikan keluhan dan rumah tangga yang nyaman tempat melenyapkan segala penat jiwa maupun raga. Tetapi bagaimanapun juga, istri shaliha adalah sebaik-baik perhiasan dunia yang dikaruniakan Allah kepada kita. Seperti lantunan lagu The Fikr;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perhiasan yang paling indah &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi seorang abdi Allah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah ia, wanita shaliha, &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia menghiasi dunia…..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;4. Penjaga dari dosa dan maksiat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbahagialah, kata Utz Fauzil Adhim, kalau ternyata suami ternya pulang mendadak lalu menemui istrinya, ia menandakan ia menjaga agama, kehormatan, dan kesetiaan cintanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya Rasulullah Saw pernah melihat seorang wanita. Maka beliau segera masuk ke kediaman Zainab lalu beliau tumpahkan keinginan beliau kepadanya. Lalu keluar dan bersabda, “wanita jika mengahadap kepadamu, ia dalam rupa syaitan, jika ia membelakangimu ia juga dalam rupa syaitan…. Bila salah seorang diantara kalian melihat seorang wanita yang menarik, hendaklah ia temui istrinya. Karena pada diri istrinya ada hal yang sama dengan yang ada pada wanita itu”&lt;/i&gt; (HR At tirmidzi).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berlari dari yang haram mencari yang halal. Berlari dari dosa menuju pahala.berlari dari hina menuju mulia. Berlari dari tempat maksiat menuju ibadat. Berlari dari syetan yang keji menuju istri yang suci. Bukankan itu semua berarti berlari dari neraka menuju surgawi? Subhanallah, kemanapun kita pulang, kita berharap surge itu selalu hadir ke rumah kita kapan saja dan di bagian rumah yang mana saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;5. Inspirfasi surgawi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu ketinggian yang membedakan ikatan suci penikahan Islam dengan yang lain, yang mengangkatnya keketinggian ufuk ukrawi adalah ikatan ini merupakan inspirasi meraih jannah. Ia tak hanya menyatakan manusia dalam keterkaitan kebutuhan biologis, psikologis, ataupun lokgis, tetapi ia mengangkatnya ke ketinggian makna akan kebutuhan masa depan yang lebih baik lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ketahuilah cara mu’min memandang masa depan, bahwa kematian bukanlah akhir kehidupan, tetapi pintu menuju masa tunggu dan kehidupan baru. Saat perhitungan amal ditegakkan, lalu pengadilan Allah memutuskan, berita bahagia bagi orang-orang yang beriman, bersama istri mereka digembirakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“masuklah ke dalam surga. Kalian dan istri-istri kalian digembirakan”&lt;/i&gt; (Az Zuhruf: 70)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;6. Pahala Mengalir dosa berjatuhan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ikatan pernikahan telah menghalalkan apa yang haram, menjadikan apa yang sebelumnya dosa menjadi pahala, dan bahkan menggugurkan dosa dari sela sejamari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya seorang suami yang memandang istrinya dan istrinyapun memandangnya (dengan syahwat), maka Allah akan memandang kedua insan itu dengan pandangan rahmat. Dan saat ia memegang telapak tangan istrinya, maka dosa-dosa kedua insane itu berjatuhan dari sela jemari-jemarinya.&lt;/i&gt;” (HR Maisarah bin Ali dan Imam Rafi’I dari Abu Sa’id Al Khudri)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;7. Indahnya Malam Zaraf&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa itu malam zaraf?  Malam adalah malam pertema bagi pasangan suami-istri dalam memadu kasih, atau malam pemboyongan istri ke kamar suaminya, atau juga di sebut malam pertama kali mereka bermalam besama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang istimewa di sini adalah sentivitas kondisi yang dialami kedua mempelai. Ini barangkali yang menumbuhkan kenangan yang tak hilang dari memori selama hidup. Bahkan kenangan itu bisa menjadi terapi disaat sempit dalam hidup datang menghampiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syaikh Muh Shalih Al Munajjib memberikan pesan, “Jika engkau merasakan sempit dalam hidupmu, ingatlah malam-malam pernikahanmu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah beberapa hikmah dari pernikahan yang dapat saya rangkum. Sebenarnya, banyak sekali hikmah yang terkandung di dalam pernikahan, yang jika kita telusuri cukup panjang untuk kita bahas. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Intinya, dalam berumah tangga adalah sarana untuk meningkatkan dan menyempurnakan amaliah ibadah kepada Allah SWT. Rasulullah bersabda, '&lt;i&gt;'Barangsiapa menikah, maka sesungguhnya ia telah menyempurnakan separuh iman, karena itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam separuh yang tersisa.'' &lt;/i&gt;(HR Thabrani). Sedangkan juga sebagai sarana dakwah, berumah tangga adalah sarana untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan takwa serta berlomba dalam memberikan contoh terbaik. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam berumah tanggapun harus diperhatikan hal-hal yang penting, misalkan hak suami terhadap istri dan sebaliknya hak istri terhadap suami, jika hal ini diperhatikan dengan baik, maka akan terlahir keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahma. Adab-adab dalam rumah tangga sangat panjang untuk dibahas, maka dalam artikel ini tidak di jelaskan tentang adab-adab tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-2675631975845580637?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/2675631975845580637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/12/keindahan-dalam-pernikahan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/2675631975845580637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/2675631975845580637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/12/keindahan-dalam-pernikahan.html' title='Keindahan dalam Pernikahan'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_RxtpjpVlf9M/TPnB8T9nAXI/AAAAAAAAAO0/-VIywEhAIr8/s72-c/cincin-kawin-cianjur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-162390859278588069</id><published>2010-10-27T07:14:00.000-07:00</published><updated>2010-10-27T07:14:14.941-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Kisah sekawan ikan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada dua ekor ikan yang sangat bersahabat, merefka hidup di kolam yang sangat indah. Sebut saja picku dan pikka, usia mereka tergolong ABG-lah kalau ukuran manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu ketika mereka mengobrol berdua, Pichu menumpahkan isi hatinya, “Pikka, bosan amat ya hidup kayak gini? Tiap hari kerjaan kita Cuma tidur-bangun, berenang, cari makan, bête ah… “Gue juga bête Pic,” jawab Pikka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Singkat cerita,  ada seorang pemancing yang mengobrol dengan temannya dan didengar oleh Pikka. Kesimpulannya adalah pemancing itu bosan dengan kehidupannya dan dia menyimpulkan bahwa air adalah sumber kehipan dan kebahagiaan.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sambil berteriak kegirangan bak mendapat ilham dari langit, Pikka berkata, “Pichu!! di mana kamu? Aku dapat kabar gembira nih, aku dengar manusia juga bosan dengan kehidupannya, kata mereka air adalah sumber kehidupan dan kebahagiaan. Sekarang ayo kita cari di mana air itu berada!!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;N ah… bingung kan??? Nagapain coba ikan ikut-ikutan cari air, padahal rumahnya sendiri adalah air, tiap waktu bersama dengan air. Kenapa semua ini terjadi? Karena kedua ikan tadi tidak mengarti siapa dirinya dan di mana dia tinggal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kadang kita hidup seperti ikan yang mencari air, tidak mengerti diri kita sendiri, tidak mengetahui di mana sebenarnya kita tinggal dan untuk apa hidup di dunia ini. Sebenarnya kita mencari kebahagiaan di luar diri kita, lupa bahwa bahagia itu kebahagaiaan itu bukan terdapat di luar, melainkan terdapat di dalam diri kita sendiri yaitu di dalam hati kita.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-162390859278588069?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/162390859278588069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/10/kisah-sekawan-ikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/162390859278588069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/162390859278588069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/10/kisah-sekawan-ikan.html' title='Kisah sekawan ikan'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-2998283245182886527</id><published>2010-10-24T06:58:00.000-07:00</published><updated>2010-10-24T06:58:54.449-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>10 Kebiasaan yang Dapat Merusak Otak</title><content type='html'>&lt;b&gt;1. Tidak sarapan pagi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang tidak menyempatkan diri untuk sarapan memiliki kadar gula yang rendah yang mengakibatkan kurangnya suplai nutrisi ke otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Makan tegrlalau banyak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat mengakibatkan pembuluh darah otak mengeras karena menilbulakan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Hal ini mengakibatkan kemampuan kinerja otak menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Merokok&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Zat dalam rokok yang terisap, akan mengakibatkan penyusutan otgak secara cepat serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Mengosumsi gula terlalu banyak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Komsumsi gula tegrlalu banyak akan mengakibatkan terganggunya penyerapan protegin dan nutrisi sehingga terjadi ketidak seimbangan gizi yang kan mengganggu perkembangan otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Polusi udara&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Otgak adalah komsumen ogsigen terbesar dalam tubuh manusia, menghirup udara yang berfolusi menurunkan suplei ogsigen ke otak sehinngga dapat menurunkan efesiensi otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Kurang tidur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Otak perlu tidur untuk istirahat dan memulihkan kemampuannya. Kurang tidur dalam jangka waktu yang lama akan mempercepat kerusakan otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Menutup kepala saat tidur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrafsi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi dengan yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Menggunakan pikiaran saat sakit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berkerja terlalu keras atau memaksakan untuk mengguanakn pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan kekurangan efektifitas otak serta dapat merusak otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9. Kurang menstimulasi otak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berfikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan pengkerutan pada otak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10. Jarang berkomunikasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efesiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-2998283245182886527?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/2998283245182886527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/10/10-kebiasaan-yang-dapat-merusak-otak.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/2998283245182886527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/2998283245182886527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/10/10-kebiasaan-yang-dapat-merusak-otak.html' title='10 Kebiasaan yang Dapat Merusak Otak'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-1598211835766460553</id><published>2010-10-22T06:59:00.000-07:00</published><updated>2010-10-22T07:13:02.893-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Manusia itu Istimewa</title><content type='html'>Buktinya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;b&gt;Mata&lt;/b&gt; :bisa membedakan hingga 10 juta warna&lt;br /&gt;2. &lt;b&gt;Pembuluh darah&lt;/b&gt; :jika disambungkan bisa meliput 100.000 km&lt;br /&gt;3. &lt;b&gt;Otot &lt;/b&gt;:Kalau digabungkan bisa menarik beban seberat 25 ton dan 750 otot bergerak setiap hari&lt;br /&gt;4. &lt;b&gt;Jantung&lt;/b&gt; : dalam 24 jam berdenyut sebanyak 103.609 kali&lt;br /&gt;5. &lt;b&gt;Darah&lt;/b&gt; : menempuh perjalanan sejauh 168.000.000 mil&lt;br /&gt;6. &lt;b&gt;Pernapasan&lt;/b&gt; : Berlangsung sebanyak 23.040 kali dam menghirup udara sebanyak 483 m3&lt;br /&gt;7. &lt;b&gt;Lambung&lt;/b&gt; : menelan 2 kg makanan dan minuman 3 liter air&lt;br /&gt;8. &lt;b&gt;Mulut&lt;/b&gt; : berbicara sebanyak 21.000 kata&lt;br /&gt;9. &lt;b&gt;Kuku&lt;/b&gt; : tumbuh sepanjang 0,00012 cm&lt;br /&gt;10. &lt;b&gt;Rambut&lt;/b&gt; : tumbuh 0,9 cm&lt;br /&gt;11.&lt;b&gt; Otak&lt;/b&gt; : mengandung 1 triliun sel otak, masing-masing sel otak memiliki kemampuan komputasi yang bagus melebihi dari sebuah PC terbaik.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah.....&lt;br /&gt;ternyata kita adalah mahkluk yang sangat istimewa yang diciptakan oleh Allah SWT, begitu banyak nikmat-Nya yang diberikan kepada kita yang terkadang kita lupakan, maka marilah kita memperbanyak bersyukur kepada-Nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-1598211835766460553?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/1598211835766460553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/10/manusia-itu-istimewa.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/1598211835766460553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/1598211835766460553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/10/manusia-itu-istimewa.html' title='Manusia itu Istimewa'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-1170557833883235645</id><published>2010-08-05T20:31:00.000-07:00</published><updated>2010-08-05T20:31:18.073-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Hikmah Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada banyak hikmah yang dapat diperoleh di bulan Ramadhan, salah satunya adalah berlipatgandanya amalan kebaikan, Inilah janji pahala yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebutkan,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”&lt;/i&gt; (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, dari Zaid bin Kholid Al Juhani. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.)&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al Munawi rahimahullah menjelaskan bahwa memberi makan buka puasa di sini boleh jadi dengan makan malam, atau dengan kurma. Jika tidak bisa dengan itu, maka bisa pula dengan seteguk air.[ Faidul Qodhir, 6/243.]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Juga Utama di bulan karena adanya Lailatul Qadar yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bahkan di akhir Ramadhan, orang yang berpuasa akan mendapatkan bonus pahala, sebagaimana hadist yang menyebutkan, &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari sahabat Jabir bin Abdullah, bahwa Rasulullah Saw bersabda, ”Pada bulan Ramadhan, umatku diberikan lima perkara yang tidak diberikan kepada seorang Nabi pun sebelumnya. Pertama, bila datang awal bulan Ramadhan, Allah Azza wajalla melihat mereka dan barang siapa di lihat oleh Allah Swt, maka dia tidak akan mendapatkan azzab selamanya. Kedua, bau mulut mereka di sore hari (saat puasa) lebih harum disisi Allah daripada aroma minyak kasturi. Ketiga, para Malaikat memohonkan ampun untuk mereka siang dan malam. Keempat, Allah Azza wajalla telah menyuruh Surga, Dia berfirman kepada Surga-Nya, “Bersiap-siaplah dan berhiaslah untuk hamba-hambaku. Sudah dekat waktunya mereka (hamba-hambaku) itu beristirahat dari kesusahan dunia menuju rumah dan rahmat-Ku.” Kelima, bila telah tiba akhir malam (Ramadhan), Allah Swt mengampuni dosa mereka semua. Seorang sahabat bertanya, “apakah itu yang di maksud Lailatul Qadar (malam keagungan)?”. Rasulullah Saw menjawab, &lt;i&gt;“Lain! Tidaklah kamu melihat para pegawai (buruh). Bukankah jika telah rampung pekerjaannya, mereka disempurnakan gajinya (mendapat bonus).”&lt;/i&gt; HR. Baihaqi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hikmah lainnya dari berpuasa di bulan Ramadhan;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. dapat belajar mengendalikan diri, baik dari makanan dan hawa nafsu yang hina,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. dapat melatih kejujuran dan menjaga amanat. Karena saat puasa, tidak ada yang mengetahui, kecuali Allah Swt bahwa seorang itu berpuasa atau pura-pura berpuasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. dapat merasakan penderitaan fakir miskin. Dengan demikian makan dan minum, maka bis langsung merasakan dan berempati langsung terhadap penderiataan (kelaparan) kaum dhuafa’ dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. dapat berfikir dewasa dan jernih. Karena dengan perut kosong, maka bias membuat pikiran seseorang menjadi jernih, tajam, rasional, cepat lagi tangkap merespon suatu hal, sebagaimama tutur Lukman Hakim kepada anaknya, &lt;i&gt;“Wahai anakku! Jika perutmu penuh, maka pikiramu akan mati dan anggota tubuh pun aka malas beribadah.”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga Allah Swt memuhkan dan mengutkan kita dalam berpuasa Ramadhan yang sebentar lagi akan bersama-saman dengan kita, dan Semoga amalan pausa kita menjadi amalan kebaikan disisi-Nya. Amin…. Wallahu a’alam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-1170557833883235645?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/1170557833883235645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/08/hikmah-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/1170557833883235645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/1170557833883235645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/08/hikmah-ramadhan.html' title='Hikmah Ramadhan'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-1154971133921340853</id><published>2010-07-19T07:48:00.000-07:00</published><updated>2011-02-10T05:30:44.088-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Cantik dengan Jeruk Nipis dan Tomat ??</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tadi sore saya&amp;nbsp; membuka sebuah majalah, dan menemukan artikel yang cukup menarik tentang kesehatan kulit. Yaa... untuk bagi-bagi informasi, saya postingkan ke blog ini. Bagi-bagi informasi untuk kebaikan insya Allah dapat pahala.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah Swt menciptakan segala apa yang ada di permukaan bumi ini tidak ada yang sia-sia, tergantung kita menyikapi dan memandang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentu semua wanita ingin memiliki kulit yang cantik, bahkan rela  mengeluarkan uang yang besar untuk mempercantik diri mereka. Tidak jarang seorang perempuan memiliki aneka ragam pembersih kulit di kamar mereka (bukan sebagai koleksi loh... hehe...) tapi untuk mempercantuk kulit mereka. Tapi tampil cantik tidak selalu harus mengeluarkan biaya yang banyak, cukup dengan bahan alami dan murah meria tanpa harus mengocek katong dalam-dalam. Anda tahu buah yang bernama jeruk nipis atau buah tomat, hem... tentu yang doyan ke dapur pasti sering menemukan dua buah tersebut. Selain kedua buah itu sebagai bahan masakan, ternyata kedunya memilki khasiat untuk mempercantik kulit. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Jeruk Nipis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_RxtpjpVlf9M/TERlIMNhY2I/AAAAAAAAAOc/daN4gx98aU0/s1600/jeruknipis.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="147" src="http://4.bp.blogspot.com/_RxtpjpVlf9M/TERlIMNhY2I/AAAAAAAAAOc/daN4gx98aU0/s200/jeruknipis.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jeruk Nipis terkenal untuk menghilangkan bau amis atau lainnya, Namun sebenarnya jeruk nipis juga banyak manfaat untuk kecantikan dan kesehatan kulit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Air yang berasal dari buah ini sanggup membuat pori-pori mengecil&amp;nbsp; dan menghilangkan kelebihan lemak pada jenis kulit yang berminyak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cara Penggunaan: Ambil daging jeruk nipis, lalu oleskan pada kulit wajah, terutama pada tempat yang pori-porinya terlihat besar, yaitu di sekitar hidung dan pipi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tomat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_RxtpjpVlf9M/TERlbZQdPmI/AAAAAAAAAOk/PKjT_bm86pw/s1600/tomat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="191" src="http://1.bp.blogspot.com/_RxtpjpVlf9M/TERlbZQdPmI/AAAAAAAAAOk/PKjT_bm86pw/s200/tomat.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Setiap hari ketika kita makan sambel, tentu bahannya tidak lepas dari tomat (kecuali sambel tanpa tomat. hehe....). Tapi ada satu cara mengkomsumsi tomat agar membuat kulit anda Cantik alami, yaitu di makan dengan mentah begitu saja (bukan dijadiakn sambel loh...) atau bisa juga dijadikan jus tapi tanpa campuran apapun dan dijadikan sebagai makanan penutup. Beberapa khasiat dari buah tomat bagi kulit yaitu untuk kesehatan, kesegaran serta membuat kulit selalu dalam kondisi perima.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cara manjur untuk mengkomsumsi:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Sebelum mengkomsumsi, pastikan buah tersebut sudah bersih&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Baca Basmalah dengan penuh keyakinan ketika kendak memakannya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Yakinlah bahwa Allah lah yang telah memberikan kesehatan kepada kulit Anda&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-1154971133921340853?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/1154971133921340853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/07/cantik-dengan-jeruk-nipis-dan-tomat.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/1154971133921340853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/1154971133921340853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/07/cantik-dengan-jeruk-nipis-dan-tomat.html' title='Cantik dengan Jeruk Nipis dan Tomat ??'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_RxtpjpVlf9M/TERlIMNhY2I/AAAAAAAAAOc/daN4gx98aU0/s72-c/jeruknipis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-7773211099782198045</id><published>2010-07-05T06:31:00.000-07:00</published><updated>2010-07-05T06:31:22.859-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Kumpulan Kata-kata Hikmah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Orang kuat bukanlah orang yang mampu menundukkan lawan dalam petempuran. Orang kuat sebenarnya adalah seseorang yang sanggup mengendalikan dirinya pada saat dia marah. *Muhammad SAW&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Gelombang lautan yang dahsyat sekalipun tidak mampu menggerakkan air yang dalam sebagaimana cobaan dan tekanan tidak mampu menggoyahkan kehiudpan orang beriman yang mendalam. * William James&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Sabar seperi namanya, pahait rasanya tetapi akibatnyalebih manis daipada madu. *Syair&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Jilbab adalah keberanian ditengah hari-hari yang sengat menakutkan, Jilbab adalah percikan cahaya cahaya ditengah kegelapan yang gelap gulita, Jilbab adalah kelembutan ditengah kekasaran, dan jilbab adalah kebersahajaan ditengah kemunafikan. *Syair&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Seungguhnya, kunci kebahagiaan seseorangbermuara pada pengekangan nafsunya, sedangkan kesengsaraan karena ia dikuasai nafsunya. *Hikmah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Kebahagiaan Anda tumbuh berkembang manakala Anda membantu orang lain. Namun bila Anda tidak membantu sesame, kebahagiaan akan layu dan mongering. Kebahagiaan bagaikan sebuah tanaman, harus disirami setiap hari dengan sikap dan tindakan memberi. * J. Donald Walter&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Keberhasilan tidak diukur dengan apa yang telah Anda raih, namun kegagalan yang telah Anda hadapi, dan keberanian yang membuat Anda tetap berjuang melawan rintangan yang dating berubi-tubi.*Oison Swett Marden&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Urusan kita dalam hidup ini bukanlah untuk mendahului orang lain, tetapi untuk melampaui diri kita sendiri, untuk memecahkan rekor kita sendiri, dan untuk melampaui hari kemarin dengan hari ini. *Stuar B. Johnson&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Karena manusia cinta akan dirinya, tersembunyilah baginya aib dirinya, tidak kelihatan olehnya walaupun  nyata. Kecil dipandangnya walau betapapun besarnya. *Janius At-Thabib&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Orang yang melontarkan  keritik bagi kita pada hakekatnya adalah pengawal jiwa kita, yang bekerja tanpa bayaran. *Corrie Ten Boom&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-7773211099782198045?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/7773211099782198045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/07/kumpulan-kata-kata-hikmah.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/7773211099782198045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/7773211099782198045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/07/kumpulan-kata-kata-hikmah.html' title='Kumpulan Kata-kata Hikmah'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-759865163931831511</id><published>2010-07-03T00:20:00.000-07:00</published><updated>2010-07-03T00:20:15.438-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh-tokoh Islam'/><title type='text'>Salman Al-Farisi</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;( Pencari Kebenaran )&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Dari Persi datangnya pahlawan kali ini. Dan dari Persi pula Agama Islam nanti dianut oleh orang-orang Mu'min yang tidak sedikit jumlahnya, dari kalangan mereka muncul pribadi-pribadi istimewa yang tiada taranya, baik dalam bidang kedalam ilmu pengetahuan dan ilmuan dan keagamaan, maupun keduniaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Dan memang, salah satu dari keistimewaan dan kebesaran al-Islam ialah, setiap ia memasuki suatu negeri dari negeri-negeri Allah, maka dengan keajaiban luar biasa dibangkitkannya setiap keahlian, digerakkannya segala kemampuan serta digalinya bakat-bakat terpendam dari warga dan penduduk negeri itu, hingga bermunculanlah filosof-filosof Islam, dokter-dokter Islam, ahli-ahli falak Islam, ahli-ahli fiqih Islam, ahli-ahli ilmu pasti Islam dan penemu-penemu mutiara Islam .&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Ternyata bahwa pentolan-pentolan itu berasal dari setiap penjuru dan muncul dari setiap bangsa, hingga masa-masa pertama perkembangan Islam penuh dengan tokoh-tokoh luar biasa dalam segala lapangan, baik cita maupun karsa, yang berlainan tanah air dan suku bangsanya, tetapi satu Agama. Dan perkembangan yang penuh berkah dari Agama ini telah lebih dulu dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bahkan beliau telah menerima janji yang benar dari Tuhannya Yang Maha Besar lagi Maha Mengetahui. Pada suatu hari diangkatlah baginya jarak pemisah dari tempat dan waktu, hingga disaksikannyalah dengan mata kepala panji-panji Islam berkibar di kota-kota di muka bumi, serta di istana dan mahligai-mahligai para penduduknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Salman radhiyallahu 'anhu sendiri turut menvaksikan hal tersebut, karena ia memang terlibat dan mempunyai hubungan erat dengan kejadian itu. Peristiwa itu terjadi waktu perang Khandaq, yaitu pada tahun kelima Hijrah. Beberapa orang pemuka Yahudi pergi ke Mekah menghasut orang-orang musyrik dan golongan-golongan kuffar agar bersekutu menghadapi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan Kaum Muslimin, serta mereka berjanji akan memberikan bantuan dalam perang penentuan vang akan menumbangkan serta mencabut urat akar Agama baru ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Siasat dan taktik perang pun diaturlah secara licik, bahwa tentara Quraisy dan Ghathfan akan menyerang kota Madinah dari luar, sementara Bani Quraidlah (Yahudi) akan menyerang-nya dari dalam -- yaitu dari belakang barisan Kaum Muslimim sehingga mereka akan terjepit dari dua arah, karenanya mereka akan hancur lumat dan hanya tinggal nama belaka.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Demikianlah pada suatu hari Kaum Muslimin tiba-tiba melihat datangnya pasukan tentara yang besar mendekati kota Madinah, membawa perbekalan banyak dan persenjataan lengkap untuk menghancurkan. Kaum Muslimin panik dan mereka bagaikan kehilangan akal melihat hal yang tidak diduga-duga itu. Keadaan mereka dilukiskan oleh al-Quran sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Ketika mereka datang dari sebelah atas dan dari arah bawahmu, dan tatkala pandangan matamu telah berputar liar, seolah-olah hatimu telah nakh sampai kerongkongan, dan kamu menaruh sangkaan yang bukan-bukan terhadap Allah. (Q.S. 33 al-Ahzab:l0)&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Dua puluh empat ribu orang prajurit di bawah pimpinan Abu Sufyan dan Uyainah bin Hishn menghampiri kota Madinah dengan maksud hendak mengepung dan melepaskan pukulan menentukan yang akan menghabisi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, Agama serta para shahabatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Pasukan tentara ini tidak saja terdiri dari orang-orang Quraisy, tetapi juga dari berbagai kabilah atau suku yang menganggap Islam sebagai lawan yang membahayakan mereka. Dan peristiwa ini merupakan percobaan akhir dan menentukan dari fihak musuh-musuh Islam, baik dari perorangan, maupun dari suku dan golongan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Kaum Muslimin menginsafi keadaan mereka yang gawat ini, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam-pun mengumpulkan para shahabatnya untuk bermusyawarah. Dan tentu saja mereka semua setuju untuk bertahan dan mengangkat senjata, tetapi apa yang harus mereka lakukan untuk bertahan itu?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Ketika itulah tampil seorang yang tinggi jangkung dan berambut lebat, seorang yang disayangi dan amat dihormati oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Itulah dia Salman al-Farisi radhiyallahu 'anhu!' Dari tempat ketinggian ia melayangkan pandang meninjau sekitar Madinah, dan sebagai telah dikenalnya juga didapatinya kota itu di lingkung gunung dan bukit-bukit batu yang tak ubah bagai benteng juga layaknya. Hanya di sana terdapat pula daerah terbuka, luas dan terbentang panjang, hingga dengan mudah akan dapat diserbu musuh untuk memasuki benteng pertahanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Di negerinya Persi, Salman radhiyallahu 'anhu telah mempunyai pengalaman luas tentang teknik dan sarana perang, begitu pun tentang siasat dan liku-likunya. Maka tampillah ia mengajukan suatu usul kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yaitu suatu rencana yang belum pernah dikenal oleh orang-orang Arab dalam peperangan mereka selama ini. Rencana itu berupa penggalian khandaq atau parit perlindungan sepanjang daerah terbuka keliling kota.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Dan hanya Allah yang lebih mengetahui apa yang akan dialami Kaum Muslimin dalam peperangan itu seandainya mereka tidak menggali parit atau usul Salman radhiyallahu 'anhu tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Demi Quraisy menyaksikan parit terbentang di hadapannya, mereka merasa terpukul melihat hal yang tidak disangka-sangka itu, hingga tidak kurang sebulan lamanya kekuatan mereka bagai terpaku di kemah-kemah karena tidak berdaya menerobos kota.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Dan akhirnya pada suatu malam Allah Ta'ala mengirim angin topan yang menerbangkan kemah-kemah dan memporak-porandakan tentara mereka. Abu Sufyan pun menyerukan kepada anak buahnya agar kembali pulang ke kampung mereka ... dalam keadaan kecewa dan berputus asa serta menderita kekalahan pahit ...&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Sewaktu menggali parit, Salman radhiyallahu 'anhu tidak ketinggalan bekerja bersama Kaum Muslimin yang sibuk menggali tanah. Juga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ikut membawa tembilang dan membelah batu. Kebetulan di tempat penggalian Salman radhiyallahu 'anhu bersama kawan-kawannya, tembilang mereka terbentur pada sebuah batu besar.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Salman radhiyallahu 'anhu seorang yang berperawakan kukuh dan bertenaga besar. Sekali ayun dari lengannya yang kuat akan dapat membelah batu dan memecahnya menjadi pecahan-pecahan kecil. Tetapi menghadapi batu besar ini ia tak berdaya, sedang bantuan dari teman-temannya hanya menghasilkan kegagalan belaka.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Salman radhiyallahu 'anhu pergi mendapatkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan minta idzin mengalihkan jalur parit dari garis semula, untuk menghindari batu besar yang tak tergoyahkan itu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun pergi bersama Salman radhiyallahu 'anhu untuk melihat sendiri keadaan tempat dan batu besar tadi. Dan setelah menyaksikannya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meminta sebuah tembilang dan menyuruh para shahabat mundur dan menghindarkan diri dari pecahan-pecahan batu itu nanti....&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu membaca basmalah dan mengangkat kedua tangannya yang mulia yang sedang memegang erat tembilang itu, dan dengan sekuat tenaga dihunjamkannya ke batu besar itu. Kiranya batu itu terbelah dan dari celah belahannya yang besar keluar lambaian api yang tinggi dan menerangi. "Saya lihat lambaian api itu menerangi pinggiran kota Madinah", kata Salman radhiyallahu 'anhu, sementara Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengucapkan takbir, sabdanya:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Allah Maha Besar! Ahu telah dikaruniai hunci-kunci istana negeri Persi, dan dari lambaian api tadi nampak olehku dengan nyata istana-istana kerajaan Hirah begitu pun kota-kota maharaja Persi dan bahwa ummatku akan menguasai semua itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengangkat tembilang itu kembali dan memukulkannya ke batu untuk kedua kalinya. Maka tampaklah seperti semula tadi. Pecahan batu besar itu menyemburkan lambaian api yang tinggi dan menerangi, sementara Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertakbir sabdanya:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Allah Maha Besar! Ahu telah dikaruniai kunci-kunci negeri Romawi, dan tampak nyata olehku istana-istana merahnya, dan bahwa ummatku akan menguasainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Kemudian dipukulkannya untuk ketiga kali, dan batu besar itu pun menyerah pecah berderai, sementara sinar yang terpancar daripadanya amat nyala dan terang temarang. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun mengucapkan la ilaha illallah diikuti dengan gemuruh oleh kaum Muslimin. Lalu diceritakanlah oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa beliau sekarang melihat istana-istana dan mahligai-mahligai di Syria maupun Shan'a, begitu pun di daerah-daerah lain yang suatu ketika nanti akan berada di bawah naungan bendera Allah yang berkibar. Maka dengan keimanan penuh Kaum Muslimin pun serentak berseru:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya .... Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Salman radhiyallahu 'anhu adalah orang yang mengajukan saran untuk membuat parit. Dan dia pulalah penemu batu yang telah memancarkan rahasia-rahasia dan ramalan-ramalan ghaib, yakni ketika ia meminta tolong kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Ia berdiri di samping Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyaksikan cahaya dan mendengar berita gembira itu. Dan dia masih hidup ketika ramalan itu menjadi kenyataan, dilihat bahkan dialami dan dirasakannya sendiri. Dilihatnya kota-kota di Persi dan Romawi, dan dilihatnya mahligai istana di Shan'a, di Mesir, di Syria dan di Irak. Pendeknya disaksikan dengan mata kepalanya bahwa seluruh permukaan bumi seakan berguncang keras, karena seruan mempesona penuh berkah yang berkumandang dari puncak menara-menara tinggi di setiap pelosok, memancarkan sinar hidayah Allah ....Nah, itulah dia sedang duduk di bawah naungan sebatang pohon yang rindang berdaun rimbun, di muka rumahnya di kota Madain; sedang menceriterakan kepada shahabat-shahabatnya perjuangan berat yang dialaminya demi mencari kebenaran, dan mengisahkan kepada mereka bagaimana ia meninggalkan agama nenek moyangnya bangsa Persi, masuk ke dalam agama Nashrani dan dari sana pindah ke dalam Agama Islam. Betapa ia telah meninggalkan kekayaan berlimpah dari orang tuanya dan menjatuhkan dirinya ke dalam lembah kemiskinan demi kebebasan fikiran dan jiwanya .. .! Betapa ia dijual di pasar budak dalam mencari kebenaran itu, bagaimana ia berjumpa dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan iman kepadanya ...!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Marilah kita dekati majlisnya yang mulia dan kita dengarkan kisah menakjubkan yang diceriterakannya!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;"Aku berasal dari Isfahan, warga suatu desa yang bernama "Ji". Bapakku seorang bupati di daerah itu, dan aku merupakan makhluq Allah yang paling disayanginya. Aku membaktikan diri dalam agama majusi, hingga diserahi tugas sebagai penjaga api yang bertanggung jawab atas nyalanya dan tidak membiarkannya padam.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Bapakku memiliki sebidang tanah, dan pada suatu hari aku disuruhnya ke sana. Dalam perjalanan ke tempat tujuan, aku lewat di sebuah gereja milik kaum Nashrani. Kudengar mereka sedang sembahyang, maka aku masuk ke dalam untuk melihat apa yang mereka lakukan. Aku kagum melihat cara mereka sembahyang, dan kataku dalam hati: "Ini lebih baik dari apa yang aku anut selama ini!" Aku tidak beranjak dari tempat itu sampai matahari terbenam, dan tidak jadi pergi ke tanah milik bapakku serta tidak pula kembali pulang, hingga bapak mengirim orang untuk menyusulku.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Karena agama mereka menarik perhatianku, kutanyakan kepada orang-orang Nashrani dari mana asal-usul agama mereka. "Dari Syria",ujar mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Ketika telah berada di hadapan bapakku, kukatakan kepadanya: "Aku lewat pada suatu kaum yang sedang melakukan upacara sembahyang di gereja. Upacara mereka amat mengagumkanku. Kulihat pula agama mereka lebih baik dari agama kita". Kami pun bersoal-jawab melakukan diskusi dengan bapakku dan berakhir dengan dirantainya kakiku dan dipenjarakannya diriku ....&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Kepada orang-orang Nashrani kukirim berita bahwa aku telah menganut agama mereka. Kuminta pula agar bila datang rombongan dari Syria, supaya aku diberi tahu sebelum mereka kembali, karena aku akan ikut bersama mereka ke sana. Permintaanku itu mereka kabulkan, maka kuputuskan rantai. Lalu meloloskan diri dari penjara dan menggabungkan diri kepada rombongan itu menuju Syria.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Sesampainya di sana kutanyakan seorang ahli dalam agama itu, dijawabnya bahwa ia adalah uskup pemilik gereja. Maka datanglah aku kepadanya, kuceriterakan keadaanku. Akhirnya tinggallah aku bersamanya sebagai pelayan, melaksanakan ajaran mereka dan belajar, Sayang uskup ini seorang yang tidak baik beragamanya, karena dikumpulkannya sedekah dari orang-orang dengan alasan untuk dibagikan, ternyata disimpan untuk dirinya pribadi. Kemudian uskup itu wafat ....dan mereka mengangkat orang lain sebagai gantinya. Dan kulihat tak seorang pun yang lebih baik beragamanya dari uskup baru ini. Aku pun mencintainya demikian rupa, sehingga hatiku merasa tak seorang pun yang lebih kucintai sebelum itu dari padanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Dan tatkala ajalnya telah dekat, tanyaku padanya: "Sebagai anda maklumi, telah dekat saat berlakunya taqdir Allah atas diri anda. Maka apakah yang harus kuperbuat, dan siapakah sebaiknya yang harus kuhubungi. "Anakku!", ujamya: "tak seorang pun menurut pengetahuanku yang sama langkahnya dengan aku, kecuali seorang pemimpin yang tinggal di Mosul".&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Lalu tatkala ia wafat aku pun berangkat ke Mosul dan menghubungi pendeta yang disebutkannya itu. Kuceriterakan kepadanya pesan dari uskup tadi dan aku tinggal bersamanya selama waktu yang dikehendaki Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Kemudian tatkala ajalnya telah dekat pula, kutanyakan kepadanya siapa yang harus kuturuti. Ditunjukkannyalah orang shalih yang tinggal di Nasibin. Aku datang kepadanya dan ku ceriterakan perihalku, lalu tinggal bersamanya selama waktu yang dikehendaki Allah pula.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Tatkala ia hendak meninggal, kubertanya pula kepadanya. Maka disuruhnya aku menghubungi seorang pemimpin yang tinggal di 'Amuria, suatu kota yang termasuk wilayah Romawi.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Aku berangkat ke sana dan tinggal bersamanya, sedang sebagai bekal hidup aku berternak sapi dan kambing beberapa ekor banyaknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Kemudian dekatlah pula ajalnya dan kutanyakan padanya kepada siapa aku dipercayakannya. Ujarnya: "Anakku.' Tak seorang pun yang kukenal serupa dengan kita keadaannya dan dapat kupercayakan engkau padanya. Tetapi sekarang telah dekat datangnya masa kebangkitan seorang Nabi yang mengikuti agama Ibrahim secara murni. la nanti akan hijrah he suatu tempat yang ditumbuhi kurma dan terletak di antara dua bidang tanah berbatu-batu hitam. Seandainya kamu dapat pergi ke sana, temuilah dia, la mempunyai tanda-tanda yang jelas dan gamblang: ia tidak mau makan shadaqah, sebaliknya bersedia menerima hadiah dan di pundaknya ada cap kenabian yang bila kau melihatnya, segeralah kau mengenalinya':&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Kebetulan pada suatu hari lewatlah suatu rombongan berkendaraan, lalu kutanyakan dari mana mereka datang. Tahulah aku bahwa mereka dari jazirah Arab, maka kataku kepada mereka: "Maukah kalian membawaku ke negeri kalian, dan sebagai imbalannya kuberikan kepada kalian sapi-sapi dan kambing-kambingku ini?" "Baiklah", ujar mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Demikianlah mereka membawaku serta dalam perjalanan hingga sampai di suatu negeri yang bernama Wadil Qura. Di sana aku mengalami penganiayaan, mereka menjualku kepada seorang yahudi. Ketika tampak olehku banyak pohon kurma, aku berharap kiranya negeri ini yang disebutkan pendeta kepadaku dulu, yakni yang akan menjadi tempat hijrah Nabi yang ditunggu. Ternyata dugaanku meleset.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Mulai saat itu aku tinggal bersama orang yang membeliku, hingga pada suatu hari datang seorang yahudi Bani Quraizhah yang membeliku pula daripadanya. Aku dibawanya ke Madinah, dan demi Allah baru saja kulihat negeri itu, aku pun yakin itulah negeri yang disebutkan dulu.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Aku tinggal bersama yahudi itu dan bekerja di perkebunan kurma milik Bani Quraizhah, hingga datang saat dibangkitkannya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang datang ke Madinah dan singgah pada Bani 'Amar bin 'Auf di Quba.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari, ketika aku berada di puncak pohon kurma sedang majikanku lagi duduk di bawahnya, tiba-tiba datang seorang yahudi saudara sepupunya yang mengatakan padanya:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;"Bani Qilah celaka! Mereka berkerumun mengelilingi seorang laki-laki di Quba yang datang dari Mekah dan mengaku sebagai Nabi Demi Allah, baru saja ia mengucapkan kata-kata itu, tubuhku-pun bergetar keras hingga pohon kurma itu bagai bergoncang dan hampir saja aku jatuh menimpa majikanku. Aku segera turun dan kataku kepada orang tadi: "Apa kata anda?" Ada berita apakah?" Majikanku mengangkat tangan lalu meninjuku sekuatnya, serta bentaknya: "Apa urusanmu dengan ini, ayoh kembali ke pekerjaanmu!" Maka aku pun kembalilah bekerja ...&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Setelah hari petang, kukumpulkan segala yang ada padaku, lalu keluar dan pergi menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di Quba. Aku masuk kepadanya ketika beliau sedang duduk bersama beberapa orang anggota rombongan. Lalu kataku kepadanya: "Tuan-tuan adalah perantau yang sedang dalam kebutuhan. Kebetulan aku mempunyai persediaan makanan yang telah kujanjikan untuk sedeqah. Dan setelah mendengar keadaan tuan-tuan, maka menurut hematku, tuan-tuanlah yang lebih layak menerimanya, dan makanan itu kubawa ke sini". Lalu makanan itu kutaruh di hadapannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;"Makanlah dengan nama Allah". sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepada para shahabatnya, tetapi beliau tak sedikit pun mengulurkan tangannya menjamah makanan itu. "Nah, demi Allah!" kataku dalam hati, inilah satu dari tanda-tandanya ... bahwa ia tah mau memakan harta sedeqah':&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Aku kembali pulang, tetapi pagi-pagi keesokan harinya aku kembali menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sambil membawa makanan, serta kataku kepadanya: "Kulihat tuan tak hendak makan sedeqah, tetapi aku mempunyai sesuatu yang ingin kuserahkan kepada tuan sebagai hadiah'', lalu kutaruh makanan di hadapannya. Maka sabdanya kepada shahabatnya: 'Makanlah dengan menyebut nama Allah ! ' Dan beliaupun turut makan bersama mereka. "Demi Allah': kataku dalam hati, inilah tanda yang kedua, bahwa ia bersedia menerima hadiah ':&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Aku kembali pulang dan tinggal di tempatku beberapa lama. Kemudian kupergi mencari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan kutemui beliau di Baqi', sedang mengiringkan jenazah dan dikelilingi oleh shahabat-shahabatnya. Ia memakai dua lembar kain lebar, yang satu dipakainya untuk sarung dan yang satu lagi sebagai baju.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Kuucapkan salam kepadanya dan kutolehkan pandangan hendak melihatnya. Rupanya ia mengerti akan maksudku, maka disingkapkannya kain burdah dari lehernya hingga nampak pada pundaknya tanda yang kucari, yaitu cap henabian sebagai disebutkan oleh pendeta dulu.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Melihat itu aku meratap dan menciuminya sambil menangis. Lalu aku dipanggil menghadap oleh Rasulullah. Aku duduk di hadapannya, lalu kuceriterakan kisahku kepadanya sebagai yang telah kuceriterakan tadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Kemudian aku masuk Islam, dan perbudakan menjadi penghalang bagiku untuk menyertai perang Badar dan Uhud. Lalu pada suatu hari Rasulullah menitahkan padaku:'Mintalah pada majihanmu agar ia bersedia membebashanmu dengan menerima uang tebusan."&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Maka kumintalah kepada majikanku sebagaimana dititahkan Rasulullah, sementara Rasulullah menyuruh para shahabat untuk membantuku dalam soal keuangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Demikianlah aku dimerdekakan oleh Allah, dan hidup sebagai seorang Muslim yang bebas merdeka, serta mengambil bagian bersama Rasulullah dalam perang Khandaq dan peperangan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Dengan kalimat-kalimat yang jelas dan manis, Salman radhiyallahu 'anhu menceriterakan kepada kita usaha keras dan perjuangan besar serta mulia untuk mencari hakikat keagamaan, yang akhirnya dapat sampai kepada Allah Ta'ala dan membekas sebagai jalan hidup yang harus ditempuhnya ....&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Corak manusia ulung manakah orang ini? Dan keunggulan besar manakah yang mendesak jiwanya yang agung dan melecut kemauannya yang keras untuk mengatasi segala kesulitan dan membuatnya mungkin barang yang kelihatan mustahil? Kehausan dan kegandrungan terhadap kebenaran manakah yang telah menyebabkan pemiliknya rela meninggalkan kampung halaman berikut harta benda dan segala macam kesenangan, lalu pergi menempuh daerah yang belum dikenal -- dengan segala halangan dan beban penderitaan -- pindah dari satu daerah ke daerah lain, dari satu negeri ke negeri lain, tak kenal letih atau lelah, di samping tak lupa beribadah secara tekun ...?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Sementara pandangannya yang tajam selalu mengawasi manusia, menyelidiki kehidupan dan aliran mereka yang berbeda, sedang tujuannya yang utama tak pernah beranjak dari semula, yang tiada lain hanya mencari kebenaran. Begitu pun pengurbanan mulia yang dibaktikannya demi mencapai hidayah Allah, sampai ia diperjual belikan sebagai budak belian ...Dan akhirnya ia diberi Allah ganjaran setimpal hingga dipertemukan dengan al-Haq dan dipersuakan dengan Rasul-Nya, lalu dikaruniai usia lanjut, hingga ia dapat menyaksikan dengan kedua matanya bagaimana panji-panji Allah berkibaran di seluruh pelosok dunia, sementara ummat Islam mengisi ruangan dan sudut-sudutnya dengan hidayah dan petunjuk Allah, dengan kemakmuran dan keadilan.. .!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Bagaimana akhir kesudahan yang dapat kita harapkan dari seorang tokoh yang tulus hati dan keras kemauannya demikian rupa? Sungguh, keislaman Salman radhiyallahu 'anhu adalah keislamannya orang-orang utama dan taqwa. Dan dalam kecerdasan, kesahajaan dan kebebasan dari pengaruh dunia, maka keadaannya mirip sekali dengan Umar bin Khatthab.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Ia pernah tinggal bersama Abu Darda di sebuah rumah beberapa hari lamanya. Sedang kebiasaan Abu Darda beribadah di waktu malam dan shaum di waktu siang. Salman radhiyallahu 'anhu melarangnya berlebih-lebihan dalam beribadah seperti itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari Salman radhiyallahu 'anhu bermaksud hendak mematahkan niat Abu Darda untuk shaum sunnat esok hari. Dia menyalahkannya: "Apakah engkau hendak melarangku shaum dan shalat karena Allah?" Maka jawab Salman radhiyallahu 'anhu: "Sesungguhnya kedua matamu mempunyai hak atas dirimu, demikian pula keluargamu mempunyai hak atas dirimu. Di samping engkau shaum, berbukalah; dan di samping melakukan shalat, tidurlah!"&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Peristiwa itu sampai ke telinga Rasulullah, maka sabdanya: Sungguh Salman radhiyallahu 'anhu telah dipenuhi dengan ilmu.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sendiri sering memuji kecerdasan Salman radhiyallahu 'anhu serta ketinggian ilmunya, sebagaimana beliau memuji Agama dan budi pekertinya yang luhur. Di waktu perang Khandaq, kaum Anshar sama berdiri dan berkata: "Salman radhiyallahu 'anhu dari golongan kami". Bangkitlah pula kaum Muhajirin, kata mereka: "Tidak, ia dari golongan kami!" Mereka pun dipanggil oleh Rasurullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan sabdanya: Salman adalah golongan kami, ahlul Bait.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Dan memang selayaknyalah jika Salman radhiyallahu 'anhu mendapat kehormatan seperti itu ...!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu menggelari Salman radhiyallahu 'anhu dengan "Luqmanul Hakim". Dan sewaktu ditanya mengenai Salman, yang ketika itu telah wafat, maka jawabnya: "Ia adalah seorang yang datang dari kami dan kembali kepada kami Ahlul Bait. Siapa pula di antara kalian yang akan dapat menyamai Luqmanul Hakim. Ia telah beroleh ilmu yang pertama begitu pula ilmu yang terakhir. Dan telah dibacanya kitab yang pertama dan juga kitab yang terakhir. Tak ubahnya ia bagai lautan yang airnya tak pernah kering".&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Dalam kalbu para shahabat umumnya, pribadii Salman radhiyallahu 'anhu telah mendapat kedudukan mulia dan derajat utama. Di masa pemerintahan Khalifah Umar radhiyallahu 'anhu ia datang berkunjung ke Madinah. Maka Umar melakukan penyambutan yang setahu kita belum penah dilakukannya kepada siapa pun juga. Dikumpulkannya para shahabat dan mengajak mereka: "Marilah kita pergi menyambut Salman radhiyallahu 'anhu!" Lalu ia keluar bersama mereka menuju pinggiran kota Madinah untuk menyambutnya ...&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Semenjak bertemu dengan Rasulullah dan iman kepadanya, Salman radhiyallahu 'anhu hidup sebagai seorang Muslim yang merdeka, sebagai pejuang dan selalu berbakti. Ia pun mengalami kehidupan masa Khalifah Abu Bakar radhiyallahu 'anhu; kemudian di masa Amirul Mu'minin Umar radhiyallahu 'anhu; lalu di masa Khalifah Utsman radhiyallahu 'anhu, di waktu mana ia kembali ke hadlirat Tuhannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Di tahun-tahun kejayaan ummat Islam, panji-panji Islam telah berkibar di seluruh penjuru, harta benda yang tak sedikit jumlahnya mengalir ke Madinah sebagai pusat pemerintahan baik sebagai upeti ataupun pajak untuk kemudian diatur pembagiannya menurut ketentuan Islam, hingga negara mampu memberikan gaji dan tunjangan tetap. Sebagai akibatnya banyaklah timbul masalah pertanggungjawaban secara hukum mengenai perimbangan dan cara pembagian itu, hingga pekerjaan pun bertumpuk dan jabatan tambah meningkat.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Maka dalam gundukan harta negara yang berlimpah ruah itu, di manakah kita dapat menemukan Salman radhiyallahu 'anhu? Di manakah kita dapat menjumpainya di saat kekayaan dan kejayaan, kesenangan dan kemakmuran itu ...?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Bukalah mata anda dengan baik! Tampaklah oleh anda seorang tua berwibawa duduk di sana di bawah naungan pohon, sedang asyik memanfaatkan sisa waktunya di samping berbakti untuk negara, menganyam dan menjalin daun kurma untuk dijadikan bakul atau keranjang.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Nah, itulah dia Salman radhiyallahu 'anhu Perhatikanlah lagi dengan cermat! Lihatlah kainnya yang pendek, karena amat pendeknya sampai terbuka kedua lututnya. Padahal ia seorang tua yang berwibawa, mampu dan tidak berkekurangan. Tunjangan yang diperolehnya tidak sedikit, antara empat sampai enam ribu setahun. Tapi semua itu disumbangkannya habis, satu dirham pun tak diambil untuk dirinya. Katanya: "Untuk bahannya kubeli daun satu dirham, lalu kuperbuat dan kujual tiga dirham.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Yang satu dirham kuambil untuk modal, satu dirham lagi untuk nafkah keluargaku, sedang satu dirham sisanya untuk shadaqah. Seandainya Umar bin Khatthab radhiyallahu 'anhu melarangku berbuat demikian, sekali-kali tiadalah akan kuhentikan!"&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Lalu bagaimana wahai ummat Rasulullah? Betapa wahai peri kemanusiaan, di mana saja dan kapan saja? Ketika mendengar sebagian shahabat dan kehidupannya yang amat bersahaja, seperti Abu Bakar, Umar, Abu Dzar radhiyallahu 'anhum dan lain-lain; sebagian kita menyangka bahwa itu disebabkan suasana lingkungan padang pasir, di mana seorang Arab hanya dapat menutupi keperluan dirinya secara bersahaja.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Tetapi sekarang kita berhadapan dengan seorang putera Persi, suatu negeri yang terkenal dengan kemewahan dan kesenangan serta hidup boros, sedang ia bukan dari golongan miskin atau bawahan, tapi dari golongan berpunya dan kelas tinggi. Kenapa ia sekarang menolak harta, kekayaan dan kesenangan; bertahan dengan kehidupan bersahaja, tiada lebih dari satu dirham tiap harinya, yang diperoleh dari hasil jerih payahnya sendiri.. .? kenapa ditolaknya pangkat dan tak bersedia menerimanya?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Katanya: "Seandainya kamu masih mampu makan tanah asal tak membawahi dua orang manusia --, maka lakukanlah!" Kenapa ia menolak pangkat dan jabatan, kecuali jika mengepalai sepasukan tentara yang pergi menuju medan perang? Atau dalam suasana tiada seorang pun yang mampu memikul tanggung jawab kecuali dia, hingga terpaksa ia melakukannya dengan hati murung dan jiwa merintih? Lalu kenapa ketika memegang jabatan yang mesti dipikulnya, ia tidak mau menerima tunjangan yang diberikan padanya secara halal?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Diriwayatkan eleh Hisyam bin Hisan dari Hasan: "Tunjangan Salman radhiyallahu 'anhu sebanyak lima ribu setahun, (gambaran kesederhanaannya) ketika ia berpidato di hadapan tigapuluh ribu orang separuh baju luarnya (aba'ah) dijadikan alas duduknya dan separoh lagi menutupi badannya. Jika tunjangan keluar, maka dibagi-bagikannya sampai habis, sedang untuk nafqahnya dari hasil usaha kedua tangannya".&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Kenapa ia melakukan perbuatan seperti itu dan amat zuhud kepada dunia, padahal ia seorang putera Persi yang biasa tenggelam dalam kesenangan dan dipengaruhi arus kemajuan? Marilah kita dengar jawaban yang diberikannya ketika berada di atas pembaringan menjelang ajalnya, sewaktu ruhnya yang mulia telah bersiap-siap untuk kembali menemui Tuhannya Yang Maha Tinggi lagi Maha Pengasih.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Sa'ad bin Abi Waqqash datang menjenguknya, lalu Salman radhiyallahu 'anhu menangis. "Apa yang anda tangiskan, wahai Abu Abdillah",') tanya Sa'ad, "padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam wafat dalam keadaan ridla kepada anda?" "Demi Allah, ujar Salman radhiyallahu 'anhu, "daku menangis bukanlah karena takut mati ataupun mengharap kemewahan dunia, hanya Rasulullah telah menyampaikan suatu pesan kepada kita, sabdanya:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Hendaklah bagian masing-masingmu dari kekayaan dunia ini seperti bekal seorang pengendara, padahal harta milikku begini banyaknya"&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Kata Sa'ad: "Saya perhatikan, tak ada yang tampak di sekelilingku kecuali satu piring dan sebuah baskom. Lalu kataku padanya: "Wahai Abu Abdillah, berilah kami suatu pesan yang akan kami ingat selalu darimu!" Maka ujamya: "Wahai Sa'ad!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Ingatlah Allah di kala dukamu, sedang kau derita.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Dan pada putusanmu jika kamu menghukumi.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Dan pada saat tanganmu melakukan pembagian".&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Rupanya inilah yang telah mengisi kalbu Salman radhiyallahu 'anhu mengenai kekayaan dan kepuasan. Ia telah memenuhinya dengan zuhud terhadap dunia dan segala harta, pangkat dengan pengaruhnya; yaitu pesan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepadanya dan kepada semua shahabatnya, agar mereha tidak dikuasai oleh dunia dan tidak mengambil bagian daripadanya, kecuali sekedar bekal seorang pengendara.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Salman radhiyallahu 'anhu telah memenuhi pesan itu sebaik-baiknya, namun air matanya masih jatuh berderai ketika ruhnya telah siap untuk berangkat; khawatir kalau-kalau ia telah melampaui batas yang ditetapkan. Tak terdapat di ruangannya kecuali sebuah piring wadah makannya dan sebuah baskom untuk tempat minum dan wudlu .:., tetapi walau demikian ia menganggap dirinya telah berlaku boros .... Nah, bukankah telah kami ceritakan kepada anda bahwa ia mirip sekali dengan Umar?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Pada hari-hari ia bertugas sebagai Amir atau kepala daerah di Madain, keadaannya tak sedikit pun berubah. Sebagai telah kita ketahui, ia menolak untuk menerima gaji sebagai amir, satu dirham sekalipun. Ia tetap mengambil nafkahnya dari hasil menganyam daun kurma, sedang pakaiannya tidak lebih dari sehelai baju luar, dalam kesederhanaan dan kesahajaannya tak berbeda dengan baju usangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari, ketika sedang berjalan di suatu jalan raya, ia didatangi seorang laki-laki dari Syria yang membawa sepikul buah tin dan kurma. Rupanya beban itu amat berat, hingga melelahkannya. Demi dilihat olehnya seorang laki-laki yang tampak sebagai orang biasa dan dari golongan tak berpunya, terpikirlah hendak menyuruh laki-laki itu membawa buah-buahan dengan diberi imbalan atas jerih payahnya bila telah sampai ke tempat tujuan. Ia memberi isyarat supaya datang kepadanya, dan Salman radhiyallahu 'anhu menurut dengan patuh. "Tolong bawakan barangku ini!", kata orang dari Syria itu. Maka barang itu pun dipikullah oleh Salman radhiyallahu 'anhu, lalu berdua mereka berjalan bersama-sama.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Di tengah perjalanan mereka berpapasan dengan satu rombongan. Salman radhiyallahu 'anhu memberi salam kepada mereka, yang dijawabnya sambil berhenti: "Juga kepada amir, kami ucapkan salam" "Juga kepada amir?" Amir mana yang mereka maksudkan?" tanya orang Syria itu dalam hati. Keheranannya kian bertambah ketika dilihatnya sebagian dari anggota rombongan segera menuju beban yang dipikul oleh Salman radhiyallahu 'anhu dengan maksud hendak menggantikannya, kata mereka: "Berikanlah kepada kami wahai amir!"&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Sekarang mengertilah orang Syria itu bahwa kulinya tiada lain Salman al-Farisi radhiyallahu 'anhu, amir dari kota Madain. Orang itu pun menjadi gugup, kata-kata penyesalan dan permintaan maaf bagai mengalir dari bibirnya. Ia mendekat hendak menarik beban itu dari tangannya, tetapi Salman radhiyallahu 'anhu menolak, dan berkata sambil menggelengkan kepala: "Tidak, sebelum kuantarkan sampai ke rumahmu!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Suatu ketika Salman radhiyallahu 'anhu pernah ditanyai orang: Apa sebabnya anda tidak menyukai jabatan sebagai amir? Jawabnya: "Karena manis wahtu memegangnya tapi pahit waktu melepaskannya!"&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Pada waktu yang lain, seorang shahabat memasuki rumah Salman radhiyallahu 'anhu, didapatinya ia sedang duduk menggodok tepung, maka tanya shahabat itu: Ke mana pelayan? Ujarnya: "Saya suruh untuk suatu keperluan, maka saya tak ingin ia harus melakukan dua pekerjaan sekaligus''&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Apa sebenarnya yang kita sebut "rumah" itu? Baiklah kita ceritakan bagaimana keadaan rumah itu yang sebenamya. Ketika hendak mendirikan bangunan yang berlebihan disebut sebagai "rumah'' itu, Salman radhiyallahu 'anhu bertanya kepada tukangnya: "Bagaimana corak rumah yang hendak anda dirikan?" Kebetulan tukang bangunan ini seorang 'arif bijaksana, mengetahui kesederhanaan Salman radhiyallahu 'anhu dan sifatnya yang tak suka bermewah mewah. Maka ujarnya: "Jangan anda khawatir! rumah itu merupakan bangunan yang dapat digunakan bernaung di waktu panas dan tempat berteduh di waktu hujan. Andainya anda berdiri, maka kepala anda akan sampai pada langit-langitnya; dan jika anda berbaring, maka kaki anda akan terantuk pada dindingnya". "Benar", ujar Salman radhiyallahu 'anhu, "seperti itulah seharusnya rumah yang akan anda bangun!"&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Tak satu pun barang berharga dalam kehidupan dunia ini yang digemari atau diutamakan oleh Salman radhiyallahu 'anhu sedikit pun, kecuali suatu barang yang memang amat diharapkan dan dipentingkannya, bahkan telah dititipkan kepada isterinya untuk disimpan di tempat yang tersembunyi dan aman.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Ketika dalam sakit yang membawa ajalnya, yaitu pada pagi hari kepergiannya, dipanggillah isterinya untuk mengambil titipannya dahulu. Kiranya hanyalah seikat kesturi yang diperolehnya waktu pembebasan Jalula dahulu. Barang itu sengaja disimpan untuk wangi-wangian di hari wafatnya. Kemudian sang isteri disuruhnya mengambil secangkir air, ditaburinya dengan kesturi yang dikacau dengan tangannya, lalu kata Salman radhiyallahu 'anhu kepada isterinya: "Percikkanlah air ini ke sekelilingku ... Sekarang telah hadir di hadapanku makhluq Allah') yang tiada dapat makan, hanyalah gemar wangi-wangian Setelah selesai, ia berkata kepada isterinya: "Tutupkanlah pintu dan turunlah!" Perintah itu pun diturut oleh isterinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Dan tak lama antaranya isterinya kembali masuk, didapatinya ruh yang beroleh barkah telah meninggalkan dunia dan berpisah dari jasadnya ... Ia telah mencapai alam tinggi, dibawa terbang oleh sayap kerinduan; rindu memenuhi janjinya, untuk bertemu lagi dengan Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan dengan kedua shahabatnya Abu Bakar dan Umar, serta tokoh-tolroh mulia lainnya dari golongan syuhada dan orang-orang utama ....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-759865163931831511?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/759865163931831511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/07/salman-al-farisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/759865163931831511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/759865163931831511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/07/salman-al-farisi.html' title='Salman Al-Farisi'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-2265766162546358622</id><published>2010-07-03T00:16:00.000-07:00</published><updated>2010-07-03T00:16:22.465-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh-tokoh Islam'/><title type='text'>Abdurrahman bin 'Auf</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Apa Sebabnya Anda Menangis, Hai Abu Muhammad....?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari, kota Madinah sedang aman dan tenteram,terlihat debu tebal yang mengepul ke udara, datang dari tempatketinggian di pinggir kota; debu itu semakin tinggi bergumpal-gumpai hingga hampir menutup ufuk pandangan mata. Anginyang bertiup menyebabkan gumpalan debu kuning dari butiran-butiran sahara yang lunak, terbawa menghampiri pintu-pintu kota, dan berhembus dengan kuatnya di jalan-jalan rayanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Orang banyak menyangkanya ada angin ribut yang menyapu dan menerbangkan pasir. Tetapi kemudian dari balik tirai debu itu segera mereka dengar suara hiruk pikuk, yang memberi tahu tibanya suatu iringan kafilah besar yang panjang.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Tidak lama kemudian, sampailah 700 kendaraan yang sarat dengan muatannya memenuhi jalan-jalan kota Madinah dan menyibukkannya. Orang banyak saling memanggil dan menghimbau menyaksikan keramaian ini serta turut bergembira dan bersukacita dengan datangnya harta dan rizqi yang dibawa kafilah itu ......&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Ummul Mu'minin Aisyah r.a. demi mendengar suara hiruk pikuk itu ia bertanya: "Apakah yang telah terjadi di kota Madinah…..?" Mendapat jawaban, bahwa kafilah Abdurrahman bin 'Auf barn datang dari Svam membawa barang-barang dagangannya . .. Kata Ummul Mu'minin lagi: -- "Kafilah yang telah menyebabkan semua kesibukan ini?" "Benar, ya Ummal Mu'minin ... karena ada 700 kendaraan...... !" Ummul Mu'minin menggeleng-gelengkan kepalanya, sembari melayangkan pandangnya jauh menembus, seolah-olah hendak mengingat-ingat kejadian yang pernah dilihat atau ucapan yang pernah didengarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Kemudian katanya: "Ingat, aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;"Kulihat Abdurrahman bin'Auf masuk surga dengan perlahan-lahan!"&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Abdurrahman bin 'Auf masuk surga dengan perlahan-lahan... ? Kenapa ia tidak memasukinya dengan melompat atau berlari kencang bersama angkatan pertama para shahabat Rasul.. ? Sebagian shahabat menyampaikan ceritera Aisyah kepadanya, maka ia pun teringat pernah mendengar Nabi saw. Hadits ini lebih dari satu kali dan dengan susunan kata yangberbeda-beda.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Dan sebelum tali-temali perniagaannya dilepaskannya,ditujukannya langkah-langkahnya ke rumah Aisyah lain berkata kepadanya: "Anda telah mengingatkanku suatu Hadits yang tak pernah kulupakannya....". Kemudian ulasnyalagi: "Dengan ini aku mengharap dengan sangat agar anda menjadi saksi, bahwa kafilah ini dengan semua muatannya berikut kendaraan dan perlengkapannya, ku persembahkan di jalan Allah 'azza wajalla.....!" Dan dibagikannyalah seluruh muatan 700 kendaraan itu kepada semua penduduk Madinah dan sekitarnya sebagai perbuatan baik yang maha besar ....&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Peristiwa yang satu ini saja, melukiskan gambaran yang sempurna tentang kehidupan shahabat Rasulullah, Abdurahman bin 'Auf. Dialah saudagar yang berhasil. Keberhasilan yang paling besar dan lebih sempurna! Dia pulalah orang yang kaya raya. Kekayaan yang paling banyak dan melimpah ruah ...! Dialah seorang Mu'min yang bijaksana yang tak sudi kehilangan bagian keuntungan dunianya oleh kawna keuntungan Agamanya, dan tidak suka harta benda kekayaannya meninggalkannya dari kafilah iman dan pahala surga. Maka dialah r.a. yang membaktikan harta kekayaannya dengan kedermawanan dan pemberian yang tidakterkira, dengan hati yang puas dan rela ... !&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Kapan dan bagaimana masuknya orang besar ini ke dalam Islam? Ia masuk Islam sejak fajar menyingsing.... Ia telah memasukinya di saat-saat permulaan da'wah, yakni sebelum Rasulullah saw. memasuki rumah Arqam dan menjadikannya sebagai tempat pertemuan dengan para shahabatnya orang-orang Mu'min ...&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Dia adalah salah seorang dari delapan orang yang dahulu masuk Islam.. . . Abu, Bakar datang kepadanya menyampaikan Islam, begitu juga kepada Utsman bin 'Affan, Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubedillah, dan Sa'ad bin Abi Waqqash. Makatak ada persoalan yang tertutup bagi mereka, dan tak ada keragu-raguan yang menjadi penghalang, bahkan mereka segera pergi bersama Abu Bakar Shiddiq menemui RasuIullah saw. menyatakan bai'at dan memikul bendera Islam....&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Dan semenjak keislamannya sampai berpulang menemui Tuhannya dalam umur tujuhpuluh lima tahun, ia menjadi teladan yang cemerlang sebagai Seorang Mu'min yang besar. Hal ini menyebabkan Nabi saw. memasukkannya dalam sepuluh orang Yang telah diberi kabar gembira sebagai ahli surga.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Dan Umar r.a. mengangkatnya pula sebagai anggota kelompok musyawarah yang berenam yang merupakan calon khalifah yang akan dipilih sebagai penggantinya, seraya katanya: "Rasulullah wafat dalam keadaan ridla kepada mereka!"&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Segeralah Abdurrahman masuk Islam menyebabkannya menceritakan nasib malang berupa penganiayaan dan penindasan dari Quraisy .... Dan sewaktu Nabi saw., memerintahkan para shahabatnya hijrah ke Nabsyi, Ibnu 'Auf ikut berhijrah kemudian kembali lagi ke Mekah, lalu hijrah untuk kedua kalinya ke Habsyi dan kemudian hijrah ke Madinah . . . ikut bertempur di perang Badar, Uhud dan peperangan-peperangan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Keberuntungannya dalam perniagaan sampai suatu batas yang membangkitkan dirinya pribadi ketakjuban dan keheranan, hingga katanya:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;"Sungguh, kulihat diriku, seandainya aku mengangkat batu niscaya kutemukan di bawahnya emas dan perak......!"&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Perniagaan bagi Abdurrahman bin 'Auf r.a. bukan berarti rakus dan loba .. Bukan pula suka menumpuk harta atau hidup mewah dan ria! Malah itu adalah suatu amal dan tugas kewajibanyang keberhasilannya akan menambah dekatnya jiwa kepada Allah dan berqurban di jalan-Nya ... ·&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Dan Abdurrahman bin 'Auf seorang yang berwatak dinamis, kesenangannya dalam amal yang mulia di mana juga adanya ....Apabila ia tidak sedang shalat di mesjid, dan tidak sedang berjihad dalam mempertahankan Agama tentulah ia sedang mengurus perniagaannya yang berkembang pesat, kafilah-kafilahnya membawa ke Madinah dari Mesir dan Syria barang-barang muatan yang dapat memenuhi kebutuhan seluruh jazirah Arab berupa pakaian dan makanan .....&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Dan watak dinamisnya ini terlihat sangat menonjol, ketika Kaum Muslimin hijrah ke Madinah ....Telah menjadi kebiasaan Rasul pada waktu itu untuk mempersaudarakan dua orang shahabat, salah seorang dari muhajirin warga Mekah dan yang lain dari Anshar penduduk Madinah.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Persaudaraan ini mencapai kesempurnaannya dengan cara yang harmonis yang mempesonakan hati. Orang-orang Anshar penduduk Madinah membagi dua seluruh kekayaan miliknya dengan saudaranya orang muhajirin .. , sampai-sampai soal rumahtangga. Apabila ia beristeri dua orang diceraikannya yang seorang untuk memperisteri saudaranya ......!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Ketika itu Rasul yang mulia mempersaudarakan antara Abdurrahman bin 'Auf dengan Sa'ad bin Rabi'.... Dan marilah kita dengarkan shahabat yang mulia Anas bin Malik r.a. meriwayatkan kepada kita apa yang terjadi:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;" ... dan berkatalah Sa'ad kepada Abdurrahman: "Saudaraku, aku adalah penduduk Madinah yang kaya raya, silakan pilih separoh hartaku dan ambillah! Dan aku mempunyai dua orang isteri, coba perhatikan yang lebih menarik perhatian anda, akan kuceraikan ia hingga anda dapat memperisterinya......!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Jawab Abdurrahman bin 'Auf: "Moga-moga Allah memberkati anda, isteri dan harts anda ! Tunjukkanlah letaknya pasar agar aku dapat berniaga....!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Abdurrahman pergi ke pasar, dan berjual belilah di sana.......ia pun beroleh keuntungan ...!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Kehidupan Abdurrahman bin 'Auf di Madinah baik semasa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Salam maupun sesudah wafatnya terus meningkat · · · Barang apa Saja yang ia pegang dan dijadikannya pokok perniagaan pasti menguntungkannya. Seluruh usahanya ini ditujukan untuk mencapai ridla Allah semata, sebagai bekal di alam baqa kelak.....!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Yang menjadikan perniagaannya berhasil dan beroleh berkat karena ia selalu bermodal dan berniaga barang yang halal dan menjauhkan diri dari perbuatan haram bahkan yang syubhat Seterusnya yang menambah kejayaan dan diperolehnya berkat, karena labanya bukan untuk Abdurrahman sendiri . · · tapi di dalamnya terdapat bagian Allah yang ia penuhi dengan setepat-tepatnya, pula digunakannya untuk memperkokoh hubungan kekeluargaan serta membiayai sanak saudaranya, serta menyediakan perlengkapan yang diperlukan tentara Islam ......&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Bila jumlah modal niaga dan harta kekayaan yang lainnya ditambah keuntungannya yang diperolehnya, maka jumlah kekayaan Abdurrahman bin 'Auf itu dapat dikira-kirakan apabila kita memperhatikan nilai dan jumlah yang dibelanjakannya pada jalan Allah Rabbul'alamin!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Pada suatu hati ia mendengar Rasulullah saw. bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;"Wahai ibnu 'Auf! anda termasuh golongan orang kaya dan anda akan masuk surga secara perlahan-lahan ....! Pinjamknnlah kekayaan itu kepada Allah, pasti Allah mempermudah langkah anda....!"&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Semenjak ia mendengar nasihat Rasulullah ini dan ia menyedia kan bagi AIlah pinjaman yang balk, maka Allah pun memberi ganjaran kepadanya dengan berlipat ganda.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Di suatu hari ia menjual tanah seharga 40 ribu dinar, kemudian uang itu dibagi-bagikannya semua untuk keluarganya dari Bani Zuhrah, untuk para isteri Nabi dan untuk kaum fakir miskin.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Diserahkannya pada suatu hari limaratus ekor kuda untuk perlengkapan balatentara islam ...dan di hari yang lain seribu limaratus kendaraan. Menjelang wafatnya ia berwasiat lima puluh ribu dinar untuk jalan Allah, lain diwasiatkannya pula bagi setiap orang yang ikut perang Badar dan masih hidup, masing-masing empat ratus dinar, hingga Utsman bin Affan r.a. yang terbilang kaya juga mengambil bagiannya dari wasiat itu, serta katanya:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;"Harta Abdurrahman bin 'Auf halal lagi bersih, dan memakan harta itu membawa selamat dan berkat".&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Ibnu 'Auf adalah seorang pemimpin yang mengendalikan hartanya, bukan seorang budak yang dikendalikan oleh hartanya .... Sebagai buktinya, ia tidak mau celaka dengan mengumpulkannya dan tidak pula dengan menyimpannya ....Bahkan ia mengumpulkannya secara santai dan dari jalan yang halal ....Kemudian ia tidak menikmati sendirian .... tapi ikut menikmatinya bersama keluarga dan kaum kerabatnya serta saudara·saudaranya dan masyarakat seluruhnya. Dan karena begitu luas pemberian serta pertolongannya, pernah dikatakan orang:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;"Seluruh penduduk Madinah berserikat dengan Abdurrahman bin 'Auf pada hartanya. Sepertiga dipinjamkannya kepada mereka . . Sepertiga lagi dipergunakannya untuk membayar hutang-hutang mereka. Dan sepertiga sisanya diberikan dan dibagi-bagikannya kepada mereka".&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Harta kekayaan ini tidak akan mendatangkan kelegaan dan kesenangan pada dirinya, selama tidak memungkinkannya untuk membela Agama dan membantu kawan-kawannya. Adapun untuk lainnya, ia selalu takut dan ragu.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari dihidangkan kepadanya makanan untuk berbuka, karena waktu itu ia sedang shaum .... Sewaktu pandangannya jatuh pada hidangan tersebut, timbul selera makannya, tetapi iapun menangis sambil mengeluh:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;"Mushab bin Umeir telah gugur sebagai syahid, ia seorang yang jauh lebih baik daripadaku, ia hanya mendapat kafan sehelai burdah; jika ditutupkan ke kepalanya maka kelihatan kakinya, dan jika ditutupkan kedua kakinya terbuka kepalanya!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Demikian pula Hamzah yang jauh lebih baik daripadaku, ia pun gugur sebagai syahid, dan di saat akan dikuburkan hanya terdapat baginya sehelai selendang. Telah dihamparkan bagi kami dunia seluas-luasnya, dan telah diberikan pula kepada kami hasil sebanyak-banyaknya. Sungguh kami khawatir kalau-kalau telah didahdukan pahala kebaikan kami...!"&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Pada suatu peristiwa lain sebagian shahabatnya berkumpul bersamanya menghadapi jamuan di rumahnya. Tak lama sesudah makanan diletakkan di hadapan mereka, ia pun menangis; karena itu mereka bertanya: "Apa sebabnya anda menangis wahai Abu Muhammad ... ?" Ujarnya: "Rasulullah saw. telah wafat dan tak pernah beliau berikut ahli rumahnya sampai kenyang makan roti gandum, apa harapan kita apabila dipanjangkan usia tetapi tidak menambah kebaikan bagi kita ... ?"&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Begitulah ia, kekayaannya yang melimpah-limpah, sedikitpun tidak membangkitkan kesombongan dan takabur dalam dirinya .... ! Sampai-sampai dikatakan orang tentang dirinya:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;"Seandainya seorang asing yang belum pernah mengenalnya, kebetulan melihatnya sedang duduk-duduk bersama pelayan-pelayannya, niscaya ia tak akan sanggup membedakannya dari antara mereka!"&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Tetapi bila orang asing itu mengenal satu segi saja dari perjuangan ibnu 'Auf dan jasa-jasanya, misalnya diketahuinya bahwa di badannya terdapat duapuluh bekas luka di perang Uhud, dan bahwa salah satu dari bekas luka ini meninggalkan cacad pincang yang tidak sembuhsembuh pada salah satu kaki nya......sebagaimana pula beberapa gigi seri rontok di perang Uhud, yang menyebabkan kecadelan yang jelas pada ucapan dan pembicaraannya .... Di waktu itulah orang baru akan menyadari bahwa laki·laki yang berperawakan tinggi dengan air muka berseri dan kulit halus, pincang serta cadel, sebagai tanda jasa dari perang Uhud, itulah orang yang bernama Abdurrahman bin 'Auf ... ! Semoga Allah ridla kepadanya dan ia pun ridla kepada Allah ... !&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Sudah menjadi kebiasaan pada tabi'at manusia bahwa harta kekayaan mengundang kekuasaan ... artinya bahwa orang-orang kaya selalu gandrung untuk memiliki pengaruh guna melindungi kekayaan mereka dan melipat gandakannya, dan untuk memuaskan nafsu, sombong, membanggakan dan mementingkan diri sendiri, yakni sifat-sifat yang biasa dibangkitkan oleh kekayaan... !&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Tetapi bila kita melihat Abdurrahman bin 'Auf dengan kekayaannya yang melimpah ini, kita akan menemukan manusia ajaib yang sanggup menguasai tabi'at kemanusiaan dalam bidang ini dan melangkahinya ke puncak ketinggian yang unik ... !&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Peristiwa ini terjadi sewaktu Umar bin Khatthab hendak berpisah dengan ruhnya yang suci dan ia memilih enam orang tokoh dari para shahabat Rasulullah saw. sebagai formatur agar mereka memilih salah seorang di antara mereka untuk menjadi khalifah yang baru....&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Jari-jari tangan sama-sama menunjuk dan mengisyaratkan Ibnu 'Auf .... Bahkan sebagian shahabat telah menegaskan bahwa dialah orang yang lebih berhak dengan khalifah di antara yang enam itu, maka ujamya: "Demi Allah, daripada aku menerima jabatan tersebut, lebih balk ambil pisau lain taruh ke atas leherku, kemudian kalian tusukkan sampai tembus ke sebelah. ..!"&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Demikianlah, baru saja kelompok Enam formatur itu mengadakan pertemuan untuk memilih salah seorang di antara mereka untuk menjadi khalifah yang akan menggantikan al-Faruk, Umar bin Khatthab maka kepada kawan-kawannya yang lima dinyatakannya bahwa ia telah melepaskan haknya yang dilimpahkan Umar kepadanya sebagai salah seorang dari enam orang calon yang akan dipilih menjadi khalifah. Dan adalah kewajiban mereka untuk melakukan pemilihan itu terbatas diantara mereka yang berlima saja ....&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Sikap zuhudnya terhadap jabatan pangkat ini dengan cepat telah menempatkan dirinya sebagai hakim di antara lima orang tokoh terkemuka itu. Mereka menerima dengan senang hati agar Abdurrahman bin 'Auf menetapkan pilihan khalifah itu terhadap salah seorang di antara mereka yang berlima, sementara Imam Ali mengatakan:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;"Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, bahwa anda adalah orang yang dipercaya oleh penduduk langit, dan dipercaya pula oleh penduduk bumi ... !"&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Oleh Ibnu 'Auf dipilihlah Utsman bin Affan untuk jabatan khalifah dan yang lain pun menyetujui pilihannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Nah, inilah hakikat seorang laki-laki yang kaya raya dalam Islam! Apakah sudah anda perhatikan bagaimana Islam telah mengangkat dirinya jauh di atas kekayaan dengan segala godaan dan penyesatannya itu, dan bagaimana ia menempa kepribadiannya dengan sebaik-baiknya?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Dan pada tahun ketigapuluh dua Hijrah, tubuhnya berpisah dengan ruhnya .... Ummul Mu'minin Aisyah ingin memberinya kemuliaan khusus yang tidak diberikannya kepada orang lain,maka diusulkannya kepadanya sewaktu ia masih terbaring diranjang menuju kematian, agar ia bersedia dikuburkan di pekarangan rumahnya berdekatan dengan Rasulullah, Abu Bakar dan Umar....&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Akan tetapi ia memang seorang Muslim yang telah dididik Islam dengan sebaik-baiknya, ia merasa malu diangkat dirinya pada kedudukan tersebut ... !&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Pula dahulu ia telah membuat janji dan ikrar yang kuat dengan Utsman bin Madh'un, yakni bila salah seorang di antara mereka meninggal sesudah yang lain maka hendaklah ia dikuburkan di dekat shahabatnya itu ... !&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Selagi ruhnya bersiap-siap memulai perjalanannya yang baru, air matanya meleleh sedang lidahnya bergerak-gerak mengucapkan kata-kata:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;"Sesungguhnya aku khawatir dipisahkan dari shahabat-shahabatku karena kekayaanku yang melimpah ruah ... !"&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Tetapi sakinah dari Allah·segera menyelimutinya, lain satu senyuman tipis menghiasi wajahnya disebabkan sukacita yang memberi cahaya serta kebahagiaan yang menenteramkan jiwa... Ia memasang telinganya untuk menangkap sesuatu ....seolah-olah ada suara yang lernbut merdu yang datang mendekat ....&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Ia sedang mengenangkan kebenaran sabda Rasulullah saw.yang pernah beliau ucapkan: "Abdurrahman bin 'Auf dalam surga!", lagi pula ia sedang mengingat-ingat janji Allah dalam kitab-Nya:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;"Orang-orang yang membelanjakan hartanya dijalan Alloh kemudian mereka tidak mengiringi apa yang telah mereka nafqahkan itu dengan membangkit-bangkit pemberiannnya dan tidak pula kata-kata yang menyakitkan, niscaya mereka beroleh pahala di sisi Tuhan mereka; mereka tidak usah merasa takut dan tidak pula berdukacita ... !"(Q·S. 2 al-Baqarah: 262)&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Hit : 1 | Index Tokoh Islam | kirim ke teman | Versi cetak |&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;| Shahabat | | Tabi'in | | TabiutTabi'in | | Pasca Abad 3 H | | Kontemporer |&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Statistik Situs&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Selasa,27-7-2004 -- 12:2:39&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Hits ...: 586029&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Online : 11 users&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Pencarian&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;cari di&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Iklan&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Liputan Kegiatan !&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;· Beasiswa Untuk Seorang Hamzah Ibnu Sabilillah&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;· Diklat Islam Untuk Umum Di Ponpes. Al-Ukhuwah, Solo&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;· Diklat SMU Di Pemalang&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Jajak Pendapat&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Rubrik apa yang paling anda sukai di situs ini ?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Buletin&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Ekonomi&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Fatwa&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Fiqih&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Firaq&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Kajian&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Khutbah&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Kisah&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Konsultasi&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Nama Islami&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Quran&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Tarikh&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Tokoh&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Hasil Jajak Pendapat&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Mutiara Hikmah&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;“Hai anakku waspadalah engkau dari orang yang dermawan andai kamu merendahkannya, terhadap orang yang pandai jika dirimu melukainya, dari seorang pencela apabila kamu memuliakannya, terhadap seorang pezina seandainya engkau berteman dengannya, dari orang yang bodoh apabila dirimu mencandainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya aku telah mengecap segala kenikmatan semuanya, namun belum pernah kudapatkan kenikmatan senikmat kesehatan, dan aku sudah mengecap bermacam kepahitan namun tidak ada rasa pahit melebihi pahitnya butuh kepada manusia, dan telah kuangkat besi dan salib namun tak ada beban melebihi beratnya hutang.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Ketahuilah sesungguhnya masa itu hanya dua hari; satu hari untukmu dan satu hari sebagai tanggunganmu. Jika hari itu untukmu maka jangan kau sia-siakan, dan jika hari itu menjadi tanggunganmu maka bersabarlah, karena keduanya akan ditemui”.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-2265766162546358622?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/2265766162546358622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/07/abdurrahman-bin-auf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/2265766162546358622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/2265766162546358622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/07/abdurrahman-bin-auf.html' title='Abdurrahman bin &apos;Auf'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-1485947650491005067</id><published>2010-06-25T20:31:00.000-07:00</published><updated>2010-06-25T21:05:11.825-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Kata Hati Seorang Ayah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RxtpjpVlf9M/TCV0cu21o-I/AAAAAAAAAOU/Cu0fWAq0rU4/s1600/father.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="301" src="http://3.bp.blogspot.com/_RxtpjpVlf9M/TCV0cu21o-I/AAAAAAAAAOU/Cu0fWAq0rU4/s400/father.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang Ayah merupakan figur bagi seorang anak. Seorang  ayah selalu ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya. Seorang ayah juga selalu memberikan nasehat kepada seorang anak. Itulah ayah!, namun kita sebagai anak, sering manganggap nasehatnya sebagai hal yang sepeleh dan bahkan kita menganggap itu adalah amarah darinya. Padahal tidak demikian, ayah hanya ingin kita menjadi seorang anak yang dapat dibanggakan, lebih baik daripada mereka dan tentu ayah berharap besar kepada kita sebagai seorang anak untuk berbakti kepadanya ketika mereka telah lanjut usia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peran ayah sangat besar ketika kita masih bayi, mereka korbankan isirahat malam dan kantuknya demi menjaga kita. Di kala kita sakit, dia salalu merasa kawatir atas kondisi kita, seakan-akan dialah sedang sakit. ketika kita besekolah, mereka tidak merasakan lelah dalam mancarikan dafkah demi kebutuhan kita sebagai anaknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah sudah membanggakan dan berbakti kepada ayah kita? Atau malah sebaliknya, kita membangkang kepadanya ketika kita sudah dewasa dan mampu mencari penghasilan sendiri?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada baiknya kita mengkaji firman Allah SWT dalam al-Qur’an surah Luqman ayat 14-15 yang artinya;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“dan kami perintahkn kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; Ibunya telah mengandungnya dalam keadaanlemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahu (14), Pergaulilah keduanya (Ibu-bapakmu) di dunia dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku (15).”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan dalam sebuah hadist, Jabir Ra meriwayatkan, ada anak laki-laki yang dating menemui Nabi SAW dan melapor. Dia berkata, “Ya Rasulullah, sesunggunya ayahku ingin mengambil hartaku…” “Pergilah kamu membawa ayahmu ke sini,” Perintah beliau. Bersamaan dengan itu Malaikat Jilbril turun menyampaikan salam dan pesan Allah kepada beliau. Jibril berkata, “Ya Muhammad, Allah Azza wa Jalla mengucapkan salam kepadmu, dan berpesan kepadamu, kalau orangtua itu datang, engkau harus menanyakan apa-apa yang dikatakan dalam hatinya dan tidak didengar oleh telinganya. Ketika orang tua itu tiba, maka Nabi pun berkata kepadanya, “Mengapa anakamu mengadukanmu? Apakah benar engkau ingin mengambil uangnya?” Lelaki tua itu menjawab, “tanyakan saja kepadanya, Ya Rasulullah, bukakah saya menafkahkan uang itu untuk beberapa orang ammati (saudara ayahnya) atu khalati (saudara ibunya), atau untuk keperluan saya sendiri?” Rasulullah besabda lagi, “Lupakan hal itu, sekrang ceritakanlah kepadaku apa yang engkau katakana dalam hati dan tidak pernah  didengar oleh telingamu!” Maka wajah keriput lelaki itu tiba-tiba menjadi cerah dan tampak bahagia, dia berkata, Demi Allah, ya Rasulallah, dengan ini Allah SWT menambah kuat keimananku dengan ka-Rasulanmu. Memang saya pernah menangisi nasip malangku dan kedua telingaku tidak pernah mendengarnya…” Nabi mendesak, “Katakanlah aku ingin mendengarnya.” Orang tua itu berkata dengan sedih dan air mata yang berlinang, “Saya mengatakan kepadanya kata-kata ini, “Aku mengasuhmu sejak bayi dan memeliharamu waktu muda. Semua hasil serih payahku kau minum dan kau reguk puas. Bila kau sakit di malam hari, hatiku gundah dan gelisah, lantaran sakit dan deritamu, aku tidak bias tidur dan resah, bagai akaulah yang sakit, bukan kau yang menderita. Lalu air mataku berlinang-linang dan meluncur deras. Hatiku takut engkau disambar maut, padahal aku tahu ajal pasti akan datang. Setelah engkau dewasa, dan mencapai apa yang engkau cita-citakan, kau balas aku dengan kekerasan, dan kekejaman, seolah-olah engkaulah pemberi kenikmatan dan keutamaan. Saying, kau tak mampu penuhi hak ayahmu, kau perlakukan daku seperti tetangga jauhmu. Engkau selalu menyalahkan dan membentakku, seolah-olah kebenaran selau menempel di dirimu …,seakan-akan kesejukan bagi orang-orang yang benar sudah dipasrakan.” Selanjutnya Jabir berkata, “Pada saat itu Nabi langsung Memengangi ujung baju pada leher anak itu seraya berkata, “Engkau dan hartamu milik ayahmu!” (HR. At-Thabrani dalam “As-Sagrif” dan Al-Ausath).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga hati kita terbuka dan mengingat akan begitu besar peran ayah kita dalam menopang kehiupan kita, sehingga kita dapat tumbuh dewasa seperti saat ini. Dengan demikian&amp;nbsp; rasa cinta kita kepada ayah kita akan tumbuh,&amp;nbsp; maka patutnya kita sebagai seorang anak berbakti dan mendoakan mereka. Wallahu a’lam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-1485947650491005067?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/1485947650491005067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/06/kata-hati-seorang-ayah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/1485947650491005067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/1485947650491005067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/06/kata-hati-seorang-ayah.html' title='Kata Hati Seorang Ayah'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_RxtpjpVlf9M/TCV0cu21o-I/AAAAAAAAAOU/Cu0fWAq0rU4/s72-c/father.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-4816579394869063564</id><published>2010-06-22T17:37:00.000-07:00</published><updated>2010-06-23T18:40:08.185-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Kenapa Pacaran Itu Tidak Boleh??</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemarin saya menemukan sebuah buku yang menurut saya peribadi, cukup menarik untuk di baca, terutama bagi para remaja. Judul buku itu ‘izinkan aku menikah tanpa pacaran’. Hemm… Mungkin di zaman sekarang ini, kata pacaran mungkin tidak akan lepas dari kehidupan para remaja. Berpacaran sudah menjadi hal yang lumroh dan bahkan ada sebagian remaja yang malu jika tidak memiliki pacar. Huuf…. Mungkin karena diejek oleh teman-temannya, seperti nga’ laku lah, ketinggalan zaman, dan kata-kata aneh lainnya. Padahal, orang yang berpacaran justru yang harus dikasihani, kenapa demikian? Mereka akan gampang dijebak oleh bisikan syetan untuk melakukan perzinaan. Dan ujung-ujungnya bagi cewek bisa berbadan dua (bukan kembar siam loh…) gawat kan…. Maka, bagi remaja yang sekarang berstatus lajang, jangan bersedih hati, apalagi sampai nga’ punya semangat hidup. Walah…walah… Anda termasuk orang-orang yang beruntung, terbebas dari namannya pacaran. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa alasan yang wajib diketahui remaja  perihal kenapa pacaran nga’ boleh dalam Islam. Beberapa hal diantaranya;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. Pacaran akan membawa pada zina&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pacaran dengan segala macam gayanya akan membawa kamu pada perzinaan. Duduk berduaan kan mengundang syetan untuk menggoda kamu berbuat maksiat. Kamu akan dirayu dengan segala macam cara, terutama dengan memanfaatkan nafsumu yang masih meledak-ledak. Kamu akan dibisiki syetan hal-hal yang mnyenangkan nafsu. Siapa sih yang nga’ tertarik ngobrol berduaan dengan wanita cantik dan Anda sayangi? Siapa sih yang nga’ doyan pegangan tangan dengan wanita atau pria yang disayangi? Itu adalah sifat alami manusia, menandakan bahwa Anda adalah orang yang normal. Namun, ketika Anda berdua-duaan bersama orang yang bukan muhrim Anda, semua itu akan menggelisahkan kamu dan secara pelan tapi pasti akan menggiring kamu melakukan apa yang diinginkan syetan. Sampai akhirnya perzinaan itu terjadi dan kamu tidak menyedari telah berbuat sejauh itu. Padahal zina termasuk dosa yang besar dan perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah. Allah SWT berfirman, “Janganlah kamu sekalian mendekati pezinaan, karena zina itu adalah perbuatan yang keji…”(Al Israa’: 32)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah juga pernah besabda yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, bahwa, &lt;i&gt;“Allah SWT telah mencatat bahwa anak Adam cenderung terhadap perbuatan zina. Keinginan tersebut tidak dapat dielekkan lagi, dimana dia akan melakuakn zina mata dalam bentuk pandangan, zina mulut dalam bentuk pertuturan, zina perasaan yaitu becita-cita dan keinginan mendapatkannya manakala kemaluanlah yang menentukannya berlaku atau tidak&lt;/i&gt;. (HR Bukhari)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2. Laki-laki perempuan dilarang berdua-duaan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Islam telah mengatur hubungan antara laki-laki dan wanita hingga pada persoalan yang sangat kecil. Karena tujuan syariat Islam adalah menjaga mashlahat di dunia agar tidak terjadi kebobrokan moral dan ketidakteraturan tatanan social. Bahkan dengan kemaha luasana ilmu Allah SWT, Allah mengetahui nilai positif dari sebuah perbuatan sehingga Allah memerintahkannya. Dan Allah juga mengetahui dahsyatnya kerusakan dari dampak sebuah perbuatan, sehingga Allah melarangnya. Untuk urusana berdua-duaan dengan lawan jenis Rasulullah pernah bersabda, &lt;i&gt;“Jangan sekali-kali seseorang lelaki bedua-duaan dengan seorang perempuan melainkan bersama mahramnya dan janganlah seorang wanita musafir melainkan maramnya&lt;/i&gt; (HR Bukhari). Dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jnaganlah seorang laki-laki sendrian dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya. Karena sesungguhnya keiganya adalah syetan.” &lt;/i&gt;(HR Ahmad)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3. karena mata nga’ boleh jelalatan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ketika seseorang berpacaran tentunya ada kontak mata (eye contact) yang akhirnya membuat hati merefka sibuk menindalanjuti dampak dari pandanagan itu. Mata adalah utusan hati, sebaiknya hati juga menyuruh mata. Hubungan kedunya salaing mempengaruhi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah SWT befirman, &lt;i&gt;“Katakanlah kepda laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangnnya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adlah lebih suci bagi merefka, sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka perbuat.” &lt;/i&gt;(An-Nur: 30)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam pacaran, mata tidak akan pernah letih melihat pakaian pacarnya yang tersinggap. Bahkan tambah senang jika pacarnya memakai pakaian yang seksi, hemm…. Padahal itu dapat meracuni mata dan membutakan hati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;4. Karena laki-laki dan perempuan ngga’ boleh bersentuhan.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam pacaran atau lagi beduaan dengan sang kekasih, bersentuhan adalah sesuatu yang dianjurkan bahkan wajib. Seperti halnya memandanang dan bersentuhan adalah vitamin adalam pacaran. Kalau tidak memandang dan bersentuhan darimana merekan mendapatkan sublemen cinta mereka??. Inilah salah satu dampak berpacaran, tidak akan terlepas dari maksiat (berpegangan tangan adalah hal yang diharamkan dalam syariat Islam, apalagi saling gendong-menggendong).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Telah berkata Aisya RA(Istri Nabi SAW), &lt;i&gt;“Demi Allah, sekalai-kali (Rasul) tidak pernah menyentuh tangan wanita (Bukan Mahram) melainkan dia hanya membai’atnya (mengambil janji) dengan perkataan,”&lt;/i&gt; (HR. Bukhari dan Ibnu Majah)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka dalam Islam, tidak diperbolehkan berjabat tangan berbonceng-boncengan dan ber-ber yang lainnya yang dapat menjerumuskan pada perzinaan. Wallaju A’lam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-4816579394869063564?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/4816579394869063564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/06/kenapa-pacaran-itu-tidak-boleh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/4816579394869063564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/4816579394869063564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/06/kenapa-pacaran-itu-tidak-boleh.html' title='Kenapa Pacaran Itu Tidak Boleh??'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-6245941128190746482</id><published>2010-06-21T20:01:00.000-07:00</published><updated>2010-06-21T20:05:16.493-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Islam'/><title type='text'>Awal Penyebaran Fitnah Besar (Hadis al-Ifki)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_RxtpjpVlf9M/TCAndnOJL7I/AAAAAAAAAOM/aiwt9uC0HMc/s1600/YasminaDune.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://2.bp.blogspot.com/_RxtpjpVlf9M/TCAndnOJL7I/AAAAAAAAAOM/aiwt9uC0HMc/s400/YasminaDune.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Qur’an diturunkn kepada Rasulullah SAW secara berangsur-angsur. Lamanya sekitar 23 tahun. Tepatnya 22 tahun, dua bulan, dan 22 hari, yang dimualai 17 Ramadhan hingga 9 Dzulhijjah Tahun 9 Hijriyah. Dengan waktu yan demikin panjang itu, hampir setiap hari Raulullah SAW mendaptkan wahyu dari Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, ternyata ada beberapa waktu Nabi SAW tidak menerima wahyu sam sekali. Salah satuny adalah saat disebarkannya berita bohong oleh salah seorang munafik yang ingin merusak hubungan rumah tangga Rasulullah SAW dengan istrinya, Aisya RA. Lamanya hamper satu bulan penuh. Itulah yang di kenal dalam sejarah Islam dengan Hadis al-Ifki, yaitu penyebaran berita bohong atau inah. Berita bohon itu berupa dituduhnya Ummul Mukminin, Aisya RA, sebagai orang yang melakukn perselingkuhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peristiwa kebohongan yang dilakukan oleh orang-orang munafik itu, diabadikn Allah dalam al-Qur’an pada surah An-Nur [24] ayat 11-26.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu adalah buruk bagi kamu, bahkan ia adlah baik bagi kamu. Tiap-tiap mereka mendapatkan balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan, siapa diantara mereka  yang mengambil bagian yan terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.”&lt;/i&gt; (QS An-Nuur [4]:11).&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Awal mullah berita bohon ini, terjadi saat berakhirnay perang antara kaum Muslimin dan bani Mushtaliq pada Sya’ban tahun 5 Hijriyah. Peperangan ini, didikuti oleh sejumlah kaum munafik. Isri Rasulullah, Aisya, turut pula ikut dengan Nabi berdasarkan undian yang diadakan oleh istri-istri Nabi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam perjalanan pulang saat kembali dari peperangan, rombongn kaum Muslimin berhenti di suatu tempat. Menurut Sulaiman bin Abdullah Al-Utsaim dalam bukunya Salwa al-Hazim, Qashash Waqi’iyyah Mu’atstsirah (Obat penear hari yang sedih), peristiwa itu terjadi di kota Madinah. Ditegaskan oleh Muhammad Husain Haikal, peristiwa itu erjadi tepatnya di daerah Muraisi, nasih di dalam wilayah Madinah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Juga ditrangkan oleh Syauqi Abu Khalil dalam bukinya, Athlas Hadits, sebagaimana yang dikutip dari Ar-Raudh al-Mi’thar dan Mu’jm al-buladan, al-Muraisi adalah nama sungai yang terdapat di daerah Qudaid sampai as-Sahil. Di daerah inilah terjadi perang antara kaum Muslimin dan bani Mushtaliq dari Khuza’ah sekitar tahun 6 Hijriyah. Al-Muraisi berjarak dengan pantai sejauh 80 km.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hadist yang diriwayatkan olah Aisya RA oleh Imam Bukhari dengan sanadnya dari Ibnu Syubaid az-Zuhri, Said al-Musaiyid, Alqamah bin Waqqash, Ubaidullah bin Abdulah bin Utbah bn Mas’ud tentang peristiwa tersebut, dikatakan setelah usai peperangan itu, semua rombongan kaum Muslimin bermaksud kembali ke Madinah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat itulah, Aisya RA menyadari bahwa kalungnya yang terbuat dari merjan Azhfar telah putus (hilang). Maka Aisya Ra yang baisany ditandu, segera kembali ke tendanya untuk mencari kalung tersebut. Sekian lama ia mencari kalung tersebut. Sementara, orang-orang yang membwa tandu Aisya tidak menyadari bahwa tuannya tidak berada di dalamnya. Karena itulah, Aisya Ra tetinggal dari rombongan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka, Aisya Ra hanya pasrah. Ia berharap, ada rombongan kaum Muslimin yang kemabali. Terlalu lama menunggu, Aisya akhirnya terserang kantuk hingga akhirnya tertidur. Tanpa diduga, di saat itulah muncul salah seorang rombongan yang bernama Shafwan bin Mu’athal as-Sulami adz-Azakwani. Shafwan bertugas sebagai anggota pasukan yang paling belakang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melihat ada yang tertinggal, Shafwan segera menjenguknya. Namun, setelah mengetahui yang tertinggal itu adalah Ummul Mukminin, Aisya RA, Shafwan pun langsung ber-istirja (mengucapkan Innalillahi wa inna ilaihi rajiun), dan membuat Aisya terbangun dan reflek memakai cadarnya. Shafwan pun segera memberikan tunggangnnya (unta) kepada Aisya, sedangkan Shafwan sendiri berjalan kaki sambil menunun unta yang ditunggangi oleh Aisya. Mereka berdua berhasil menyusul rombongan kaum Muslimin yang sedang beristirahat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang-orang yan menyaksikan kedatangan Ummul Mukminin besama Shafwan, muncullah desas-desus terhadap hubungan kedunya. Mereka membicarakannya menurut prasangka masing-masing. Desas-desus itu kemudian terus menyebar hingga akhirnya menjadi fitnah atau berita bohong terhadapap diri Aisya Ra, hingga seluruh rombongan tiba di Madinah. Fitnah ini akhirnya menimbulkan kegoncangan di kalangan kaum Muslimin. Si penyebar berita itu adalah Abdullah bin Ubay bin Salul. Kisah selengkapnya dapat di lihat dalam sirah Ibnu Hasyim 2/297, Tarikh At-Thabari 2/611, Tafsir At-Thabari 18/93 dll.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena tuduhan perselingkuhan tersebut, samapai-samapai Rasulullah sendiri menunjukakan perubahan sikap atas diri Aisya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diceritakan Aisya, karena peristiwa itu dirinya akhirnya jatuh sakit. “Saat itu yang membuatkan bingung ketika aku sakit, aku tidak melihat kelembutan dari Nabi SAW seperti biasa aku lihat dari beliau di kala aku sakit. Beliau hanya masuk sebentar dan mengucapkan salam, lalu bertanya; “Bagaimana keadaanmu, kemudian pergi." (lihat karya Ibnu Atsir, &lt;i&gt;An-Nihayah fi Gharib al-Hadist&lt;/i&gt;.)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kondisi fitnah itu terus menyebar hingga mencapai satu bulan lamanya. Dan, selama itu pula, tak ada wahyu yang diterima oleh Nabi SAW. Samapai kemudian, Allah SWT mengabarkan berita gembira kepada Rasullah yang menyatakan bahwa Aisya RA terbebas dari segala tuduhan perselingkuhan dan fitnah itu. Penegasan Allah itu terangkum dalam surah An-Nur [4]: 11-6. dengan turunnya ayat tersebut, terbebaslah Aisya RA dari tuduhan keji itu. Wallahu A’lam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hikamh yang dapat di petik dari peristiwa di atas, sebagai berikut;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.peristiwa itu mengajar kepada umat Islam tidak cepat menuduh seseorng dengan perbutan buruk. Hendaklah mengecek dulu kebenarannya dan dmendatankan beberpa orang saksi yang dapat di dipercaya, aar tidak menimbulkan fitnah. Sebab, fitnh itu lebih kejam dari pada pembunuhan (QS. Al-Baqarah: 191).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.bijak dalam menyelesaikan permasalahan. Hal ini terlihat dari cara Rasulallah mengatasi masalah yang telah dieksploitasi oleh Abdullah bib Ubay yang menuduh Aisya Ra telah selingkuh dengan Shafwa bin Mu’athal. Dalam mengatasi masalah ini, Nabi brusaha mencari kebenarannya dari sumbernya dan senantiasa sabar  dalam mengahadapi musibah serta tidak terburu-buru dalam memutuskan suatu perkara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.diperlambatnya turunnya wahyu hinnga satu bulan. Menunjukkan bahwa Nabi adalah manusia biasa sama seperti yang lain, yang juga bisa tertimpa musibah dn fitnah. Namun Nabi SAW diberi keistimewaan oleh Allah SWT, berupa kesabaran yang teguh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah Saw bersabda, “Saya tidak mengetahui Aisya kecuali orang yang baik-baik.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.dari peristiwa ini, telah disyariatkannya hukuman dera (hudud) bagi orang yang melakukan fitnah atau menuduh orang lain berbuat zina dengan 80 kali cambukan, sebagaiman dijelaskan dalam al-Qur’an, yang artinya, &lt;i&gt;“Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka derahlah mereka (yang menuduh) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya, dan mereka itulah orang-orang yang fasik.” &lt;/i&gt;(QS An-Nur: 4)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-6245941128190746482?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/6245941128190746482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/06/awal-penyebaran-fitnah-besar-hadis-al.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/6245941128190746482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/6245941128190746482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/06/awal-penyebaran-fitnah-besar-hadis-al.html' title='Awal Penyebaran Fitnah Besar (Hadis al-Ifki)'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_RxtpjpVlf9M/TCAndnOJL7I/AAAAAAAAAOM/aiwt9uC0HMc/s72-c/YasminaDune.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-7815799388523886496</id><published>2010-06-19T20:23:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T20:23:22.001-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Penyakit Masyarakat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu umat akan mengalami kehancuran manakala memiliki sifat-sifat buruk yang kemudian disebut dengan penyakit umat. Hal itu mungkin saja terjadi pada umat Islam dan masyarakat pada umumnya, karenanya Rasulullahn saw memperingatkannya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;سَيُصِيْبُ أُمَّتِى دَاءُ اْلأُمَمِ : اَْلأَشَرُ وَالْبَطَرُ وَالتَّكَاثُرُ وَالتَّشَاحُنُ فِى الدُّنْيَا وَالتَّبَاغُضُ وَالتَّحَاسُدُ حَتَّى يَكُوْنَ الْبَغْيُ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyakit umat-umat (lain) akan mengenai umatku, (yaitu) mengingkari nikmat, sombong, bermegah-megahan, bermusuhan dalam (perkara) dunia, saling membenci, saling mendengki hingga melampaui batas (HR. Hakim).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hadits di atas menyebutkan tujuh penyakit umat yang harus diwaspadai oleh kaum muslimin dan masyarakat pada umumnya.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Mengingkari Nikmat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengingkari nikmat menjadi penyakit yang berbahaya karena hal itu hanya akan mendatangkan murka Allah swt sebagaimana firman-Nya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS Ibrahim [14]:7).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejarah telah menunjukkan bagaimana Qarun diamblaskan ke dalam bumi, diri dan hartanya yang dianggap bukan kenikmatan dari Allah swt, hal ini dinyatakan dalam firman-Nya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa[1138], Maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan kami Telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya Berkata kepadanya: "Janganlah kamu terlalu bangga; Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri". (QS Al Qashash [28]:76)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karun berkata: "Sesungguhnya Aku Hanya diberi harta itu, Karena ilmu yang ada padaku". dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh Telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih Kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka. Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya[1139]. berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang Telah diberikan kepada Karun; Sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar".(QS Al Qashash [28]:78-79)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya). (QS Al Qashash [28]:81)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Sombong.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sombong adalah sebab utama mengapa syaitan dimurkai sehingga ia menjadi kafir, Allah Swt berfrirman:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabbur dan adalah ia termasuk golongan orang yang kafir (QS Al Baqarah [2]:34).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" menjawab Iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah". (QS Al A’raf [7]:12).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Bermegah-Megahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bermegahan membuat manusia tidak puas lalu terus memperbanyak harta dengan cara yang haram, ini amat berbahaya, Allah Swt berfirman:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu). (QS 102:1-3).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Bermusuhan Dalam Perkara Dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mencari kenikmatan dunia bukanlah sesuatu yang terlarang, namun bila untuk memperolehnya sampai harus bermusuhan dengan sesama manusia, apalagi sampai mencari legalitas hukum atas sesuatu yang tidak halal, Allah swt berfirman:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain diantara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat makan harta sebgaian yang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui (QS Al Baqarah [2]:188).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Saling Membenci.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesama manusia seharusnya saling mencintai, bukan saling membenci yang tercermin dalam bentuk suka mengolok-olok dan mencela, karena saling membenci akan membawa kehancuran bagi umat itu sendiri, Allah Swt memperingatkan dalam firman-Nya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokan) lebih baik dari mereka yang mengolok-olokan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokan) wanita-wanita lain lain (karena) boleh jadi wanita (yang diolok-olokan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk, seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang yang zalim (QS Al Hujurat [49]:11).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Saling Mendengki.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang yang beramal shaleh amat mendambakan pahala dari Allah swt, dengki menjadi menjadi penyakit umat karena disamping hubungan sesama menjadi buruk, nilai pahala akan terkikis, Rasulullah saw bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ لَيَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jauhilah hasad (iri hati, dengki), karena sesungguhnya hasad itu mengikis pahala sebagaimana api memakan kayu (HR. Abu Daud).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Melampaui Batas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melampaui batas menjadi penyakit umat yang berbahaya karena hal ini menyalahi fitrah, baik dalam sikap maupun perbuatan. Karenanya Allah tidak suka kepada orang yang melampaui batas atau berlebihan sebagaimana firman-Nya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan (QS Al A;raf [7]:31).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh: Drs. H. Ahmad Yani&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-7815799388523886496?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/7815799388523886496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/06/penyakit-masyarakat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/7815799388523886496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/7815799388523886496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/06/penyakit-masyarakat.html' title='Penyakit Masyarakat'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-2659815936817048754</id><published>2010-06-19T09:21:00.001-07:00</published><updated>2010-06-19T09:22:24.389-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh-tokoh Islam'/><title type='text'>'Amr Bin 'Ash</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;( Pembebas Mesir Dari Cengkeraman Romawi )&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada  tiga orang gembong Quraisy yang amat menyusahkan Rasulullah shallallahu  'alaihi wasallam disebabkan sengitnya perlawanan mereka terhadap  da'wahnya dan siksaan mereka terhadap shahabatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selalu berdo'a dan memohon  kepada Tuhannya agar menurunkan adzabnya pada mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba  sementara ia berdo'a dan memohon itu, turunlah wahyu atas kalbunya  berupa ayat yang mulia ini:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak ada sedikitpun campur tanganmu  dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab  mereka, karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim. (Q.S. 3  Ali Imran: 128)&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam  memahami bahwa maksud ayat itu ialah menyuruhnya agar menghentikan do'a  untuk menyiksa mereka serta menyerahkan urusan mereka kepada Allah  semata. Kemungkinan, mereka tetap berada dalam keaniayaan hingga akan  menerima adzab-Nya. Atau mereka bertaubat dan Allah menerima taubat  mereka hingga akan mempereroleh rahmat karunia-Nya ....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka  'Amr bin 'Ash adalah salah satu dari ketiga orang tersebut. Allah  memilihkan bagi mereka jalan untuk bertaubat dan menerima rahmat, maka  ditunjukiNya mereka jalan untuk menganut Islam, dan 'Amr bin 'Ash pun  beralih rupa menjadi seorang Muslim pejuang, dan salah seorang panglima  yang gagah berani. ...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan bagaimana pun juga sebagian  dari pendiriannya yang arah pandangannya tak dapat kita terima, namun  peranannya sebagai seorang shahabat yang mulia, yang telah memberi dan  berbuat jasa, berjuang dan berusaha, akan selalu membuka mata dan hati  kita terhadap dirinya ....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan di sini di bumi Mesir  sendiri, orang-orang yang memandang Islam itu adalah Agama yang lurus  dan mulia, dan melihat pada diri Rasulnya shallallahu 'alaihi wasallam  rahmat dan ni'mat serta karunia, serta penyampai kebenaran utama, yang  menyeru kepada Allah berdasarkan pemikiran dan mengilhami kehidupan ini  dengan sebagian besar dari kebenaran dan ketaqwaan... , orang-orang yang  beriman itu akan memendam rasa cinta kasih kepada laki-laki, yang oleh  taqdir dijadikan alat-alat bagaimanapun untuk memberikan Islam ke  haribaan Mesir, dan menyerahkan Mesir ke pangkuan Islam ... ! Maka  alangkah tinggi nilai hadiah itu, dan alangkah besar jasa Pemberinya ...  ! Sementara laki-laki yang menjadi taqdir dan dicintai oleh mereka itu,  itulah dia 'Amr bin 'Ash radhiyallahu 'anhu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para  muarrikh atau ahli-ahli sejarah biasa menggelari 'Amr radhiyallahu 'anhu  dengan "Penakluk Mesir". Tetapi, menurut kita gelar ini tidaklah tepat  dan bukan pada tempatnya. Mungkin gelar yang paling tepat untuk 'Amr  radhiyallahu 'anhu ini dengan memanggilnya "Pembebas Mesir". Islam  membuka negeri itu bukanlah menurut pengertian yang lazim digunakan di  masa modern ini, tetapi maksudnya tiada lain ialah membebaskannya dari  cengkraman dua kerajaan besar yang menimpakan kepada negeri ini serta  rakyatnya perbudakan dan penindasan yang dahsyat, yaitu imperium Persi  dan Romawi ....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mesir sendiri, ketika pasukan perintis  tentara Islam memasuki wilayahnya, merupakan jajahan dari Romawi,  sementara perjuangan penduduk untuk menentangnya tidak membuahkan hasil  apa-apa .... Maka tatkala dari tapal batas kerajaan-kerajaan itu bergema  suara takbir dari pasukan-pasukan yang beriman: "Allahu Akbar, Allahu  Akbar .... ", mereka pun dengan berduyun-duyun segera menuju fajar yang  baru terbit itu lalu memeluk Agama Islam yang dengannya mereka menemukan  kebebasan mereka dari kekuasaan kisra maupun kaisar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika  demikian halnya, 'Amr bin 'Ash radhiyallahu 'anhu bersama anak buahnya  tidaklah menaklukkan Mesir! Mereka hanyalah merintis serta membuka jalan  bagi Mesir agar dapat mencapai tujuannya dengan kebenaran dan mengikat  norma dan peraturan-peraturannya dengan keadilan, serta menempatkan diri  dan hakikatnya dalam cahaya kalimat-kalimat Ilahi dan dalam  prinsip-prinsip Islami... !&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;'Amr bin 'Ash radhiyallahu  'anhu, amat berharap sekali akan dapat menghindarkan penduduk Mesir dan  orang-orang Kopti dari peperang agar pertempuran terbatas antaranya  dengan tentara Romawi saja, yang telah menduduki negeri orang secara  tidak sah, dan mencuri harta penduduk dengan sewenang-wenang ....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh  sebab itulah kita dapati ia berbicara ketika itu kepada pemuka-pemuka  golongan Nasrani dan uskup-uskup besar mereka, katanya: "Sesungguhnya  Allah telah mengutus Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam membawa  kebenaran dan menitahkan kebenaran itu .... Dan sesungguhnya beliau  shallallahu 'alaihi wasallam telah menunaikan tugas risalahnya kemudian  berpulang setelah meninggalkan kami di jalan lurus terang benderang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di  antara perintah-perintah yang disampaikannya kepada kami ialah  memberikan kemudahan bagi manusia. Maka kami menyeru kalian kepada Islam  ....Barang siapa yang memenuhi seruan kami, maka ia termasuk golongan  kami, beroleh hak seperti hak-hak kami dan memikul kewajiban seperti  kewajiban-kewajiban kami .... dan barang siapa yang tidak memenuhi  seruan kami itu, kami tawarkan membayar pajak, dan kami berikan padanya  keamanan serta perlindungan. Dan sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi  wasallam kami telah memberitakan bahwa Mesir akan menjadi tanggung jawab  kami untuk membebaskannya dari penjajah, dan diwasiatkannya kepada kami  agar berlaku baik terhadap penduduknya, sabdanya: -&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sepeninggalku  nanti, Mesir, menjadi kewajiban kalian untuk membebaskannya, maka  perlakukanlah penduduknya dengan baik, karena mereka masih mempunyai  ikatan dan hubungan kekeluargaan dengan kita ... !"') HR. Muslim (1)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka  jika kalian memenuhi seruan kami ini, hubungan kita semakin kuat dan  bertambah erat ... !"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;'Amr radhiyallahu 'anhu menyudahi  ucapannya, dan sebagian uskup dan pendeta menyerukan: "Sesungguhnya  hubungan silaturrahmi yang diwasiatkan Nabimu shallallahu 'alaihi  wasallam itu adalah suatu pendekatan dengan pandangan jauh, yang tak  mungkin disuruh hubungkan kecuali oleh Nabi shallallahu 'alaihi  wasallam... !"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Percakapan ini merupakan permulaan yang  baik untuk tercapainya saling pengertian yang diharapkan antara 'Amr  radhiyallahu 'anhu dan orang Kopti penduduk Mesir, walau  panglima-panglima Romawi berusaha untuk menggagalkannya ....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;'Amr  bin 'Ash radhiyallahu 'anhu tidaklah termasuk angkatan pertama yang  masuk Islam. Ia baru masuk Islam bersama Khalid bin Walid radhiyallahu  'anhu tidak lama sebelum dibebaskannya kota Mekah ....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anehnya  keislamannya itu diawali dengan bimbingan Negus raja Habsyi. Sebabnya  ialah karena Negus ini kenal dan menaruh rasa hormat terhadap 'Amr  radhiyallahu 'anhu yang sering bolak-balik ke Habsyi dan mempersembahkan  barang-barang berharga sebagai hadiah bagi raja .... Di waktu  kunjungannya yang terakhir ke negeri itu, tersebutlah berita munculnya  Rasul yang menyebarkan tauhid dan akhlaq mulia di tanah Arab.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(1)  Hadits tersebut memberi petunjuk bahwa orang-orang Kopti di Mesir  merupakan paman-paman dari Ismail shallallahu 'alaihi wasallam. ....  Karena ibunda Ismail Siti Hajar seorang wanita warga Mesir, diambil oleh  Ibrahim shallallahu 'alaihi wasallam. menjadi isterinya, sewaktu ia  datang ke Mesir dan diberi hadiah oleh Fir'aun dan kemudian melahirkan  Ismail 'alaihissalam....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maharaja Habsyi itu menanyakan  kepada 'Amr radhiyallahu 'anhu kenapa ia tak hendak beriman dan  mengikutinya, padahal orang itu benar-benar utusan Allah? "Benarkah  begitu...?" tanya 'Amr radhiyallahu 'anhu kepada Negus. "Benar", ujar  Negus, "Turutlah petunjukku, hai 'Amr dan ikutilah dia ! Sungguh dan  demi Allah, ia adalah di atas kebenaran dan akan mengalahkan orang-orang  yang menentangnya... !"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secepatnya 'Amr radhiyallahu  'anhu terjun mengarungi lautan kembali ke kampung halamannya, lalu  mengarahkan langkahnya menuju Madinah untuk menyerahkan diri kepada  Allah Robbul'alamin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam perjalanan ke Madinah itu ia  bertemu dengan Khalid bin Walid radhiyallahu 'anhu dan Utsman bin  Thalhah, yang juga datang dari Mekah dengan maksud hendak bai'at kepada  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demi Rasul  shallallahu 'alaihi wasallam melihat ketiga orang itu datang, wajahnya  pun berseri-seri, lalu katanya pada shahabat-shahabatnya : "Mekah telah  melepas jantung-jantung hatinya kepada kita .... " Mula-mula tampil  Khalid radhiyallahu 'anhu dan mengangkat bai'at. Kemudian majulah 'Amr  radhiyallahu 'anhu dan katanya: "Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi  wasallam ... ! Aku akan bai'at kepada anda, asal saja Allah mengampuni  dosa-dosaku yang terdahulu ... !"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka jawab Rasulullah  shallallahu 'alaihi wasallam : "Hai 'Amr! Bai'atlah, karena Islam  menghapus dosa-dosa yang sebelumnya ... !"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;'Amr  radhiyallahu 'anhu pun bai'at, dan diletakkannya kecerdikan dan  keberaniannya dalam darmabaktinya kepada Agamanya yang baru ....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tatkala  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berpindah ke Rafiqul A'la, 'Amr  radhiyallahu 'anhu sedang berada di Oman menjadi gubernurnya. Dan di  masa pemerintah Umar radhiyallahu 'anhu, jasa-jasanya dapat disaksikan  dalam peperangan-peperangan di Syria, kemudian dalam membebaskan Mesir  dari penjajahan Romawi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wahai, kenapa 'Amr bin 'Ash  tidak menahan ambisi pribadinya untuk dapat berkuasa! Seandainya  demikian, tentulah ia akan dapat mengatasi dengan mudah sebagian  kesulitan yang dialaminya disebabkan ambisinya ini ... !&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi  ambisinya ingin berkuasa ini, sampai suatu batas tertentu, hanyalah  merupakan gambaran lahir dari tabiat bathinnya yang bergejolak dan  dipenuhi bakat ... !&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan bentuk tubuh, cara berjalan  dan bercakapnya, memberi isyarat bahwa ia diciptakan untuk menjadi amir  atau penguasa ... ! Hingga pernah diriwayatkan bahwa pada suatu hari  Amirul Mu'minin Umar bin Khatthab radhiyallahu 'anhu melihatnya datang.  Ia tersenyum melihat caranya berjalan itu, lalu katanya: "Tidak pantas  bagi Abu Abdillah untuk berjalan di muka bumi kecuali sebagai amir ...  !"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh, sebenarnya 'Amr atau Abu Abdillah tidak  mengurangkan hak dirinya ini ... ! Bahkan ketika bahaya-bahaya besar  datang mengancam Kaum Muslimin, 'Amr radhiyallahu 'anhu menghadapi  peristiwa-peristiwa itu dengan cara seorang amir ... seorang amir yang  cerdik dan licin serta berkemampuan, menyebabkannya percaya akan  dirinya, serta yakin akan keunggulannya ... !&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi di  samping itu ia juga memiliki sifat amanat, menyebabkan Umar bin  Khatthab radhiyallahu 'anhu -seorang yang terkenal amat teliti dalam  memilih gubernur-gubernurnya - menetapkannya sebagai gubernur di  Palestina dan Yordania, kemudian di Mesir selama hayatnya Amirul  Mu'minin ini ....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan ketika Amirul Mu'minin  radhiyallahu 'anhu mengetahui bahwa 'Amr radhiyallahu 'anhu, dalam  kesenangan hidup telah melampaui batas yang telah digariskannya terhadap  para pembesamya, dengan tujuan agar taraf hidup mereka setingkat atau  hampir setingkat dengan taraf hidup umumnya rakyat biasa, maka khalifah  tidaklah memecatnya, hanya mengirimkan Muhammad bin Maslamah  radhiyallahu 'anhu dan memerintahkannya agar membagi dua semua harta dan  barang 'Amr radhiyallahu 'anhu, lalu meninggalkan untuknya separohnya,  sedang yang separuhnya iagi hendaklah dibawanya ke Madinah untuk Baitul  mal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seandainya Amirul Mu'minin radhiyallahu 'anhu  mengetahui bahwa ambisi 'Amr radhiyallahu 'anhu terhadap kekuasaan  sampai menyebabkannya agak lalai terhadap tanggung jawabnya, tentulah  jiwanya yang waspada itu tidak akan membiarkannya memegang kekuasaan  walau agak sekejap pun ... !&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;'Amr bin 'Ash radhiyallahu  'anhu adalah seorang yang berfikiran tajam, cepat tanggap dan jauh  pandang ... hingga Amirul Mu'minin Umar radhiyallahu 'anhu, setiap ia  melihat seorang yang singkat akal, dipertepukkannya kedua telapak  tangannya dengan keras karena herannya, Seraya katanya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Subhanallah  ... ! Sesungguhnya Pencipta orang ini dan Pencipta 'Amr bin 'Ash  radhiyallahu 'anhu hanyalah Tuhan Yang Tunggal, keduanya sama benar ...  !"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di samping itu ia juga seorang yang amat berani dan  berkemauan keras....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada beberapa peristiwa dan  suasana, keberaniannya itu disisipinya dengan kelihaiannya, hingga  disangka orang ia sebagai pengecut atau penggugup. Padahal itu tiada  lain dari tipu muslihat yang istimewa yang oleh 'Amr radhiyallahu 'anhu  digunakannya secara tepat dan dengan kecerdikan mengagumkan untuk  membebaskan dirinya dari bahaya yang mengancam ... !&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Amirul  Mu'minin Umar radhiyallahu 'anhu mengenal bakat dan kelebihannya ini  sebaik-baiknya, serta menghitungkannya dengan sepatutnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh  sebab itu sewaktu ia dikirimnya ke Syria sebelum pergi ke Mesir,  dikatakan orang kepada Umar radhiyallahu 'anhu bahwa tentara Romawi  dipimpin oleh Arthabon, maksudnya panglima yang lihai dan gagah berani.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawaban  Umar radhiyallahu 'anhu ialah: "Kita hadapkan arthabon Romawi kepada  arthabon Arab, dan baiklah kita saksikan nanti bagaimana akhir  kesudahannya Ternyata bahwa pertarungan itu berkesudahan dengan  kemenangan mutlak bagi arthabon Arab dan ahli tipu muslihat mereka yang  ulung 'Amr bin 'Ash radhiyallahu 'anhu, sehingga arthabon Romawi,  meninggalkan tentaranya menderita kekalahan dan meluputkan diri ke Mesir  ..., yang tak lama antaranya akan disusul oleh 'Amr radhiyallahu 'anhu  ke negeri itu untuk membiarkan bendera dan panji-panji Islam di  angkasanya yang aman damai....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak sedikit peristiwa,  di mana kecerdikan dan kelicinan 'Amr radhiyallahu 'anhu menonjol  dengan gemilang! Dalam hal ini kita tidak memasukkan perbuatan  sehubungan dengan Abu Musa al-'Asy'ari pada peristiwa tahkim, yakni  ketika kedua mereka menyetujui bahwa masing-masing akan menanggalkan Ali  dan Mu'awiyah radhiyallahu 'anhuma dari jabatan mereka, agar urusan itu  dikembalikan kepada Kaum Muslimin untuk mereka musyawarahkan bersama.  Ternyata Abu Musa radhiyallahu 'anhu melaksanakan hasil persetujuan  tersebut, sementara 'Amr radhiyallahu 'anhu tidak melaksanakannya ....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekiranya  kita ingin menyaksikan bagaimana kelicinan serta kesigapan tanggapnya,  maka pada peristiwa yang dialaminya bersama komandan benteng Babilon di  saat peperangannya dengan orang-orang Romawi di Mesir, atau menurut  riwayat-riwayat lain, bersama arthabon Romawi di pertempuran Yarmuk di  Syria ... !&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yakni ketika ia diundang oleh komandan  benteng atau oleh arthabon untuk berunding, dan sementara itu komandan  Romawi telah menyuruh beberapa orang anak buahnya untuk menggulingkan  batu besar ke atas kepalanya sewaktu ia hendak pulang meninggalkan  benteng itu, sementara segala sesuatu dipersiapkan, agar rencana  tersebut dapat berjalan lancar dan menghasilkan apa yang dimaksud mereka  ....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;'Amr pun berangkat menemui komandan, tanpa  sedikit pun menaruh curiga, dan setelah berunding mereka berpisahlah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba  dalam perjalanannya ke luar benteng, terkilaslah olehnya di atas  tembok, gerakan yang mencurigakan, hingga membangkitkan gerakan  refleknya dengan amat cepatnya, dan dengan tangkas berhasil  menghindarkan diri dengan cara yang mengagumkan ....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan  sekarang ia kembali mendapatkan komandan benteng dengan langkah-langkah  yang tepat dan tegap serta kesadaran tinggi yang tak pernah goyah,  seolah-olah ia tak dapat dikejutkan oleh sesuatu pun dan tidak dapat  dipengaruhi oleh rasa curiga Kemudian ia masuk ke dalam, lalu katanya  kepada komandan: "timbul dalam hatiku suatu fikiran yang ingin  kusampaikan kepada anda sekarang ini ..... Di pos komandoku sekarang ini  sedang menunggu segolongan shahabat Rasul shallallahu 'alaihi wasallam  angkatan pertama masuk Islam, yang pendapat mereka biasa didengar oleh  Amirul Mu'minin radhiyallahu 'anhu untuk mengambil sesuatu keputusan  penting. Bahkan setiap mengirim tentara, mereka selalu diikutsertakan  untuk mengawasi tindakan tentara dan langkah-langkah yang mereka ambil.  Maka maksudku hendak membawa mereka ke sini agar dapat mendengar dari  mulut anda apa yang telah kudengar, hingga mereka beroleh penjelasan  yang sebaik-baiknya mengenai urusan kita ini ... !"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Komandan  Romawi itu secara bersahaja maklum karena nasib mujurnya, 'Amr lolos  dari lobang jarum, dengan sikap gembira ia menyetujui usul 'Amr  radhiyallahu 'anhu, hingga bila 'Amr radhiyallahu 'anhu nanti kembali  dengan sejumlah besar pimpinan dan panglima Islam pilihan, ia akan dapat  menjebak mereka semua, daripada hanya 'Amr seorang Dan secara  sembunyi-sembunyi hingga tidak diketahui oleh 'Amr, dipertahankannyalah  untuk tidak mengganggu 'Amr dan menyiapkan kembali perangkap yang  disediakan untuk panglima Islam tadi, guna menghabisi para pemimpin  mereka yang utama ....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu dilepasnya 'Amr dengan  besar hati, dan disalaminya amat hangat sekali ..., disambut oleh ahli  siasat dan tipu muslihat Arab itu dengan tertawa dalam hati ....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan  di waktu subuh keesokan harinya, dengan memacu kudanya yang meringkik  keras dengan nada bangga dan mengejek, 'Amr radhiyallahu 'anhu kembali  memimpin tentaranya menuju benteng.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang, kuda itu  merupakan suatu makhluq lain yang banyak mengetahui kelihaian dan  kecerdikan tuannya ... !&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan pada tahun ke-43 Hijrah,  wafatlah 'Amr bin 'Ash radhiyallahu 'anhu di Mesir, sewaktu ia menjadi  gubernur di sana.... Di saat-saat kepergiannya itu, ia mengemukakan  riwayat hidupnya, itu secara bersahaja maklum bahwa kepergiannya  katanya: "Pada mulanya aku ini seorang kafir, dan orang yang amat keras  sekali terhadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam hingga  seandainya aku meninggal pada saat itu, pastilah masuk neraka ... !&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian  aku bai'at kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka tak  seorang pun di antara manusia yang lebih kucintai, dan lebih mulia dalam  pandangan mataku, daripada beliau shallallahu 'alaihi wasallam Dan  seandainya aku diminta untuk melukiskannya, maka aku tidak sanggup  karena disebabkan hormatku kepadanya, aku tak kuasa menatapnya sepenuh  mataku ... !&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka seandainya aku meninggal pada saat  itu, besar harapan akan menjadi penduduk surga Kemudian setelah itu, aku  diberi ujian dengan beroleh kekuasaan begitupun dengan hal-hal lain.  Aku tidak tahu, apakah ujian itu akan membawa keuntungan bagi diriku  ataukah kerugian... !"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu diangkatnya kepalanya ke  arah langit dengan hati yang tunduk, sambil bermunajat kepada Tuhannya  Yang Maha Besar lagi Maha Pengasih, katanya: "Ya Allah, daku ini orang  yang tak luput dari kesalahan, maka mohon dimaafkan Daku tak sunyi dari  kelemahan, maka mohon diberi pertolongan... ! Sekiranya daku tidak  beroleh rahmat karunia-Mu, pasti celakalah nasibku... !"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah  ia asyik dalam bermohon dan berhina diri hingga akhirnya ruhnya naik ke  langit tinggi, di sisi Allah Rabbul- 'izzatl, sementara akhir ucapan  penutup hayatnya, ialah : La ilaha illallah ....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di  pangkuan bumi Mesir, negeri yang diperkenalkannya dengan ajaran Islam  itu, bersemayamlah tubuh kasamya....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan di atas  tanahnya yang keras, majlisnya yang selama ini digunakannya untuk  mengajar, mengadili dan mengendalikan pemerintahan, masih tegak berdiri  melalui kurun waktu, dinaungi oleh atap mesjidnya yang telah berusia  lanjut "Jami'u 'Amr", yakni mesjid yang mula pertama didirikan di Mesir,  yang disebut di dalamnya asma Allah Yang Tunggal lagi Esa serta  dikumandangkan ke setiap pojoknya dari atas mimbarnya kaiimat-kalimat  Allah serta pokok-pokok Agama Islam ....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-2659815936817048754?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/2659815936817048754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/06/amr-bin-ash.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/2659815936817048754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/2659815936817048754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/06/amr-bin-ash.html' title='&apos;Amr Bin &apos;Ash'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-6045209397395279402</id><published>2010-06-19T09:19:00.001-07:00</published><updated>2010-06-19T09:19:37.095-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh-tokoh Islam'/><title type='text'>Khalid bin Walid</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" ORANG seperti dia,  tidak dapat tanpa diketahui dibiarkan begitu saja. Dia harus diincar  sebagai calon pemimpin Islam. Jika dia menggabungkan diri dengan kaum  Muslimin dalam peperangan melawan orang-orang kafir, kita harus  mengangkatnya kedalam golongan pemimpin" demikian keterangan Nabi ketika  berbicara tentang Khalid sebelum calon pahlawan ini masuk Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Khalid  dilahirkan kira-kira 17 tahun sebelum masa pembangunan Islam. Dia  anggota suku Bani Makhzum, suatu cabang dari suku Quraisy. Ayahnya  bernama Walid dan ibunya Lababah. Khalid termasuk di antara keluarga  Nabi yang sangat dekat. Maimunah, bibi dari Khalid, adalah isteri Nabi.  Dengan Umar sendiri pun Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara  sepupunya. Suatu hari pada masa kanak-kanaknya kedua saudara sepupu ini  main adu gulat. Khalid dapat mematahkan kaki Umar. Untunglah dengan  melalui suatu perawatan kaki Umar dapat diluruskan kembali dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayah  Khalid yang bernama Walid, adalah salah seorang pemimpin yang paling  berkuasa di antara orang-orang Quraisy. Dia sangat kaya. Dia menghormati  Ka'bah dengan perasaan yang sangat mendalam. Sekali dua tahun dialah  yang menyediakan kain penutup Ka'bah. Pada masa ibadah Haji dia memberi  makan dengan cuma-cuma bagi semua orang yang datang berkumpul di Mina.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika  orang Quraisy memperbaiki Ka'bah tidak seorang pun yang berani  meruntuhkan dinding-dindingnya yang tua itu. Semua orang takut  kalau-kalau jatuh dan mati. Melihat suasana begini Walid maju ke depan  dengan bersenjatakan sekop sambil berteriak, "Oh, Tuhan jangan marah  kepada kami. Kami berniat baik terhadap rumahMu".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nabi  mengharap-harap dengan sepenuh hati, agar Walid masuk Islam. Harapan ini  timbul karena Walid seorang kesatria yang berani di mata rakyat. Karena  itu dia dikagumi dan dihormati oleh orang banyak. Jika dia telah masuk  Islam ratusan orang akan mengikutinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hati  kecilnya Walid merasa, bahwa Al Qur-'an itu adalah kalimat-kalimat  Allah. Dia pernah mengatakan secara jujur dan terang-terangan, bahwa dia  tidak bisa berpisah dari keindahan dan kekuatan ayat-ayat suci itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ucapan  yang terus terang ini memberikan harapan bagi Nabi, bahwa Walid akan  segera masuk Islam. Tetapi impian dan harapan ini tak pernah menjadi  kenyataan. Kebanggaan atas diri sendiri membendung bisikan-bisikan hati  nuraninya. Dia takut kehilangan kedudukannya sebagai pemimpin bangsa  Quraisy. Kesangsian ini menghalanginya untuk menurutkan rayuan-rayuan  hati nuraninya. Sayang sekali orang yang begini baik, akhirnya mati  sebagai orang yang bukan Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suku Bani Makhzum  mempunyai tugas-tugas penting. Jika terjadi peperangan, Bani Muhzum lah  yang mengurus gudang senjata dan gudang tenaga tempur. Suku inilah yang  mengumpulkan kuda dan senjata bagi prajurit-prajurit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak  ada cabang suku Quraisy lain yang bisa lebih dibanggakan seperti Bani  Makhzum. Ketika diadakan kepungan maut terhadap orang-orang Islam di  lembah Abu Thalib, orang-orang Bani Makhzum lah yang pertama kali  mengangkat suaranya menentang pengepungan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Latihan  Pertama&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita tidak banyak mengetahui mengenai Khalid  pada masa kanak-kanaknya. Tetapi satu hal kita tahu dengan pasti, ayah  Khalid orang berada. Dia mempunyai kebun buah-buahan yang membentang  dari kota Mekah sampai ke Thaif. Kekayaan ayahnya ini membuat Khalid  bebas dari kewajiban-kewajibannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia lebih leluasa  dan tidak usah belajar berdagang. Dia tidak usah bekerja untuk menambah  pencaharian orang tuanya. Kehidupan tanpa suatu ikatan memberi  kesempatan kepada Khalid mengikuti kegemarannya. Kegemarannya ialah adu  tinju dan berkelahi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat itu pekerjaan dalam seni  peperangan dianggap sebagai tanda seorang Satria. Panglima perang  berarti pemimpin besar. Kepahlawanan adalah satu hal terhormat di mata  rakyat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayah Khalid dan beberapa orang pamannya adalah  orang-orang yang terpandang di mata rakyat. Hal ini memberikan dorongan  keras kepada Khalid untuk mendapatkan kedudukan terhormat, seperti ayah  dan paman-pamanya. Satu-satunya permintaan Khalid ialah agar menjadi  orang yang dapat mengatasi teman-temannya di dalam hal adu tenaga. Sebab  itulah dia menceburkan dirinya kedalam seni peperangan dan seni bela  diri. Malah mempelajari keahlian mengendarai kuda, memainkan pedang dan  memanah. Dia juga mencurahkan perhatiannya ke dalam hal memimpin  angkatan perang. Bakat-bakatnya yang asli, ditambah dengan latihan yang  keras, telah membina Khalid menjadi seorang yang luar biasa. Kemahiran  dan keberaniannya mengagumkan setiap orang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pandangan  yang ditunjukkannya mengenai taktik perang menakjubkan setiap orang.  Dengan gamblang orang dapat melihat, bahwa dia akan menjadi ahli dalam  seni kemiliteran. Dari masa kanak-kanaknya dia memberikan harapan untuk  menjadi ahli militer yang luar biasa senialnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menentang  Islam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada masa kanak-kanaknya Khalid telah kelihatan  menonjol diantara teman-temannya. Dia telah sanggup merebut tempat  istimewa dalam hati rakyat. Lama kelamaan Khalid menanjak menjadi  pemimpin suku Quraisy. Pada waktu itu orang-orang Quraisy sedang  memusuhi Islam. Mereka sangat anti dan memusuhi agama Islam dan  penganut-penganut Islam. Kepercayaan baru itu menjadi bahaya bagi  kepercayaan dan adat istiadat orang-orang Quraisy. Orang-orang Quraisy  sangat mencintai adat kebiasaannya. Sebab itu mereka mengangkat senjata  untuk menggempur orang-orang Islam. Tunas Islam harus dihancurkan  sebelum tumbuh berurat berakar. Khalid sebagai pemuda Quraisy yang  berani dan bersemangat berdiri digaris paling depan dalam penggempuran  terhadap kepercayaan baru ini. Hal ini sudah wajar dan seirama dengan  kehendak alam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak kecil pemuda Khalid bertekad  menjadi pahlawan Quraisy. Kesempatan ini diperolehnya dalam  pertentangan-pertentangan dengan orang-orang Islam. Untuk membuktikan  bakat dan kecakapannya ini, dia harus menonjolkan dirinya dalam segala  pertempuran. Dia harus memperlihatkan kepada sukunya kwalitasnya sebagai  pekelahi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peristiwa Uhud&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kekalahan  kaum Quraisy di dalam perang Badar membuat mereka jadi kegila-gilaan,  karena penyesalan dan panas hati. Mereka merasa terhina. Rasa sombong  dan kebanggaan mereka sebagai suku Quraisy telah meluncur masuk lumpur  kehinaan Arang telah tercoreng di muka orang-orang Quraisy. Mereka  seolah-olah tidak bisa lagi mengangkat dirinya dari lumpur kehinaan ini.  Dengan segera mereka membuat persiapan-persiapan untuk membalas  pengalaman pahit yang terjadi di Badar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai pemuda  Quraisy, Khalid bin Walid pun ikut merasakan pahit getirnya kekalahan  itu. Sebab itu dia ingin membalas dendam sukunya dalam peperangan Uhud.  Khalid dengan pasukannya bergerak ke Uhud dengan satu tekad menang atau  mati. Orang-orang Islam dalam pertempuran Uhud ini mengambil posisi  dengan membelakangi bukit Uhud.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguhpun kedudukan  pertahanan baik, masih terdapat suatu kekhawatiran. Di bukit Uhud masih  ada suatu tanah genting, di mana tentara Quraisy dapat menyerbu masuk  pertahanan Islam. Untuk menjaga tanah genting ini, Nabi menempatkan 50  orang pemanah terbaik. Nabi memerintahkan kepada mereka agar bertahan  mati-matian. Dalam keadaan bagaimana jua pun jangan sampai meninggalkan  pos masing-masing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Khalid bin Walid memimpin sayap  kanan tentara Quraisy empat kali lebih besar jumlahnya dari pasukan  Islam. Tetapi mereka jadi ragu-ragu mengingat kekalahan-kekalahan yang  telah mereka alami di Badar. Karena kekalahan ini hati mereka menjadi  kecil menghadapi keberanian orang-orang Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh  pun begitu pasukan-pasukan Quraisy memulai pertempuran dengan baik.  Tetapi setelah orang-orang Islam mulai mendobrak pertahanan mereka,  mereka telah gagal untuk mempertahankan tanah yang mereka injak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kekuatannya  menjadi terpecah-pecah. Mereka lari cerai-berai. Peristiwa Badar  berulang kembali di Uhud. Saat-saat kritis sedang mengancam orang-orang  Quraisy. Tetapi Khalid bin Walid tidak goncang dan sarafnya tetap  membaja. Dia mengumpulkan kembali anak buahnya dan mencari kesempatan  baik guna melakukan pukulan yang menentukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melihat  orang-orang Quraisy cerai-berai, pemanah-pemanah yang bertugas ditanah  genting tidak tahan hati. Pasukan Islam tertarik oleh harta perang,  harta yang ada pada mayat-mayat orang-orang Quraisy. Tanpa pikir panjang  akan akibatnya, sebagian besar pemanah-pemanah, penjaga tanah genting  meninggalkan posnya dan menyerbu kelapangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertahanan  tanah genting menjadi kosong. Khalid bin Walid dengan segera melihat  kesempatan baik ini. Dia menyerbu ketanah genting dan mendesak masuk.  Beberapa orang pemanah yang masih tinggal dikeroyok bersama-sama. Tanah  genting dikuasai oleh pasukan Khalid dan mereka menjadi leluasa untuk  menggempur pasukan Islam dari belakang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan  kecepatan yang tak ada taranya Khalid masuk dari garis belakang dan  menggempur orang Islam di pusat pertahanannya. Melihat Khalid telah  masuk melalui tanah genting, orang-orang Quraisy yang telah lari  cerai-berai berkumpul kembali dan mengikuti jejak Khalid menyerbu dari  belakang. Pemenang-pemenang antara beberapa menit yang lalu, sekarang  telah terkepung lagi dari segenap penjuru, dan situasi mereka menjadi  gawat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Khalid bin Walid telah merobah kemenangan orang  Islam di Uhud menjadi suatu kehancuran. Mestinya orang-orang Quraisylah  yang kalah dan cerai-berai. Tetapi karena gemilangnya Khalid sebagai  ahli siasat perang, kekalahan-kekalahan telah disunglapnya menjadi satu  kemenangan. Dia menemukan lobang-lobang kelemahan pertahanan orang  Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hanya pahlawan Khalid lah yang dapat mencari  saat-saat kelemahan lawannya. Dan dia pula yang sanggup menarik kembali  tentara yang telah cerai-berai dan memaksanya untuk bertempur lagi. Seni  perangnya yang luar biasa inilah yang mengungkap kekalahan Uhud menjadi  suatu kemenangan bagi orang Quraisy.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Khalid bin  Walid memeluk Islam Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam sangat  bahagia, karena Khalid mempunyai kemampuan berperang yang dapat  digunakan untuk membela Islam dan meninggikan kalimatullah dengan  perjuangan jihad. Dalam banyak kesempatan peperangan Islam Khalid bin  Walid diangkat menjadi komandan perang dan menunjukan hasil gemilang  atas segala upaya jihadnya. Betapapun hebatnya Khalid bin Walid di dalam  medan pertempuran, dengan berbagai luka yang menyayat badannya, namun  ternyata kematianya di atas ranjang. Betapa menyesalnya Khalid harapan  untuk mati sahid di medan perang ternyata tidak tercapai dan Allah  menghendakinya mati di atas tempat tidur, sesudah perjuangan membela  Islam yang luar biasa itu. Demikianlah kekuasaan Allah. Manusia berasal  dari Allah dan akan kembali kepada-Nya sesuai dengan kemaua-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-6045209397395279402?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/6045209397395279402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/06/khalid-bin-walid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/6045209397395279402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/6045209397395279402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/06/khalid-bin-walid.html' title='Khalid bin Walid'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-171894813023234484</id><published>2010-06-19T09:18:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T09:18:38.035-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh-tokoh Islam'/><title type='text'>Abbas bin Abdul Muththalib</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Hai Nabi, katakanlah kepada  tawanan-tawanan yang ada di tanganmu, jika Allah mengetahui ada kebaikan  dalam hatimu niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari  apa yang telah diambil darimu dan dia akan mengampuni kamu. Dan, Allah  Maha Pemgampun lagi Maha Penyayang". (Q.,s. al-Anfaal : 7)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut  beberapa orang ahli tafsir, ayat tersebut diturunkan berkenaan dengan  Abbas bin Abdul Muththalib, Aqil bin Abdul Muththalib dan Naufal ibnu  al-Harits.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abbas bin Abdul Muththalib radhiallahu 'anhu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia  adalah paman Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan salah seorang  yang paling akrab dihatinya dan yang paling dicintainya. Karena itu,  beliau senantiasa berkata menegaskan, "Abbas adalah saudara kandung  ayahku. Barangsiapa yang menyakiti Abbas sama dengan menyakitiku."&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di  zaman Jahiliah, ia mengurus kemakmuran Masjidil Haram dan melayani  minuman para jamaah haji. Seperti halnya ia akrab di hati Rasulullah,  Rasulullah pun dekat sekali di hatinya. Ia pemah menjadi pembantu dan  penasihat utamanya dalam bai'at al-Aqabah menghadapi kaum Anshar dari  Madinah. Menurut sejarah, ia dilahirkan tiga tahun sebelum kedatangan  Pasukan Gajah yang hendak menghancurkan Baitullah di Mekkah. Ibunya,  Natilah binti Khabbab bin Kulaib, adalah seorang wanita Arab pertama  yang mengenakan kelambu sutra pada Baitullah al-Haram.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada  waktu Abbas masih anak-anak, ia pemah hilang. Sang ibu lalu bernazar,  kalau puteranya itu ditemukan, ia akan mengenakan kelambu sutra pada  Baitullah. Tak lama antaranya, Abbas ditemukan, maka iapun menepati  nazamya itu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istrinya terkenal dengan panggilan Ummul  Fadhal (ibu Si Fadhal) karena anak sulungnya bemama al-Fadhal. Wajahnya  tampan. Ia duduk dibelakang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam  ketika beliau menunaikan haji wada'-nya. Ia meninggal dunia di Syam  karena bencana penyakit amuas. Anak-anaknya yang lain sebagai berikut ;  yaitu anak kedua, Abdullah, seorang ahli agama yang mendapat doa  Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, meninggal di Thaif. Ketiga,  Qutsam, wajahnya mirip benar dengan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam .  Ia pergi berjihad ke negeri Khurasan dan meninggal dunia di Samarkand.  Keempat, Ma'bad, mati syahid di Afrika. Abdullah (bukan Abdullah yang  pertama), orangnya baik, kaya,dan murah hati meninggal dunia di Madinah.  Kelima, Puterinya, Ummu Habibah, tidak banyak dibicarakan oleh sejarah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para  ahli sejarah berbeda keterangan tentang Islamnya Abbas. Ada yang  mengatakan, sesudah penaklukkan Khaibar. Ada yang mengatakan, lama  sebelum Perang Badar. Katamya, ia memberitakan kegiatan kaum musyrikin  kepada Nabi di Madinah, dan kaum muslimin yang ada di Mekkah banyak  mendapat dukungan dari beliau. Kabamya, ia pemah menyatakan keinginannya  untuk hijrah ke Madinah, tapi Rasulullah menyatakan, "Kau lebih baik  tinggal di Mekah ".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keterangan kedua ini dikuatkan oleh  keterangan Abu Rafi', pembantu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa  sallam, "Pada waktu itu, ketika aku masih kanak-kanak, aku rnenjadi  pembantu di rumah Abbas bin Abdul Muththalib. Ternyata, pada waktu itu,  Islam sudah masuk ke dalam rumah tangganya. baik Abbas maupun Ummul  Fadhal, keduanya sudah masuk Islam. Akan tetapi, Abbas takut kaumnya  mengetahui dan terpecah-belah, lalu ia menyembunyikan keislamannya."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia  selalu menemani Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam di Ka'bah.  Ka'ab bin Malik mengutarakan, "Kami (saya dan al-Barra' bin Ma'rur)  mencari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Kami tidak tahu dan  tidak mengenal Rasulullah sebelumnya. Kami bertemu dengan seorang  penduduk kota Mekkah. Kami tanyakan di mana kami bisa menemui  Rasulullah. Ia balik bertanya, 'Apakah kalian berdua mengenalnya?' Kami  menjawab, 'Tidak!'. Ia lalu bertanya, 'Kalian mengenal Abbas bin Abdul  Muththalib, pamannya?'&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami menjawab, 'Ya!' Memang kami  sudah mengenalnya karena ia sering datang ke negeri kami membawa  dagangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang tadi lalu berkata, 'Kalau kalian masuk ke Masjidil  Haram, orang yang duduk di sebelah Abbas itulah orang yang kalian  cari!".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian, kami masuk ke Masjidil Haram.  Ternyata, kami menemukan Abbas duduk di sana dan Rasulullah Shallallahu  'alaihi wa sallam duduk di sebelahnya".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abbas  radhiallahu 'anhu mempunyai peran penting yang tidak bisa diabaikan  dalam baiat al-Aqabah. Ia orang pertama yang berpidato dalam majelis  itu. Ia berkata :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Wahai kaum Khazraj, (pada masa itu,  suku al-Aus dan al-Khazraj dipanggil dengan al-Khazraj saja) kalian  seperti yang saya ketahui telah mengundang datang Muhammad. Ketahuilah  bahwa Muhammad itu orang yang paling mulia di tengah-tengah familinya.  Ia dibela oleh orang orang yang sepaham dan orang-orang yang tidak  sepaham dengan pikirannya demi memelihara nama baik keluarga. Muhammad  sudah menolak tawaran orang lain selain kalian. Kalau kalian memiliki  kekuatan, ketabahan, dan pengertian tentang ilmu peperangan, mempunyai  kekuatan menghadapi persekutuan dan permusuhan seluruh bangsa Arab,  karena mereka akan menyerang kalian dengan satu busur dan satu anak  panah, maka camkanlah baik-baik terlebih dahulu, rembukkanlah antara  kalian dengan mufakat dan sepakat bulat dalam majelis ini karena  sebaik-baik bicara itu ialah yang jujur."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata-kata itu  menunjukkan pengetahuannya yang luas dan pemikiran yang cerdas tentang  berbagai persoalan. Ia ingin mengenali hakikat kaum Anshar dan  membangkitkan kesiapsiagaan mereka. Ia lalu berkata lagi, "Cobalah  kalian ceritakan kepadaku bagaimana kalian berperang menghadapi musuh?".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abdullah  bin Amru bin Haram bangkit memberikan jawaban, "Percayalah bahwa kami  adalah ahli perang. Kami memperoleh keahlian itu berkat kebiasaan dan  latihan kami dan berkat warisan nenek moyang kami. Kami lepaskan anak  panah kami sampai habis, lalu kami mainkan tombak kami sampai patah,  kemudian kami menyerang dengan pedang, berperang tanding hingga tewas  atau menewaskan musuh kami".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerahlah wajah Abbas  mendengarkan keterangan mereka itu dan amanlah rasanya untuk menyerahkan  keponakannya itu, seorang yang paling dekat di hatinya. Seperti ada  yang ia lupakan, ia berkata lagi, "Kalian mengatakan ahli peperangan.  Apakah kalian mempunyai baju besi?".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ya, lengkap,"  jawab mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian  membaiat mereka dan Abbas mengambil tangan Rasulullah Shallallahu  'alaihi wa sallam untuk mengukuhkan baiat itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah  Shallallahu 'alaihi wa sallam berhijrah ke Yatsrib sedangkan Abbas  tinggal di Mekah, mendengarkan berita Rasulullah dan kaum Muhajirin, dan  mengirimkan berita-berita kaum Quraisy, hingga berkecamuknya Perang  Badar. Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wasallam, tahu bahwa Abbas dan  keluarganya dipaksa keluar berperang oleh Quraisy sedangkan mereka tidak  berdaya mengelak. Rasulullah bersabda, "Aku tahu ada orang-orang dari  Bani Hasyim dan lain-lain yang terpaksa keluar. Mereka tidak mempunyai  kepentingan untuk memerangi kami. Siapa di antara kalian yang menjumpai  mereka, orang-orang dari Bani Hasyim, janganlah dibunuh; siapa yang  menjumpai Abbas bin AbduI Muththalib, paman Nabi Shallallâhu 'alaihi  wasallam., janganlah di bunuh karena ia keluar berperang karena  terpaksa".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keterangan Rasulullah Shallallâhu 'alaihi  wasallam. itu tersebar luas di kalangan orang yang pergi ke Badar. Kaum  mukminin menerima baik perintahnya itu. Kecuali Abu Hudzaifah bin Utbah  bin Rabi'ah, yang berucap dengan lantang, "Kami membunuh bapak kami,  anak-anak kami, saudara-saudara dan keluarga kami, lalu kami akan  membiarkan Abbas? Demi Allah, kalau aku menjumpainya, aku akan  memancungnya dengan pedangku ini!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata-katanya itu  terdengar oleh Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wasallam., lalu beliau  berkata kepada Umar ibnul Khaththab, "Ya Aba Hafsah,ada juga orang yang  mau menghantam wajah paman Rasullullah dengan pedangnya!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Biarkanlah,  ya Rasulullah, aku penggal leher Abu Hudzaifah itu dengan pedangku ini.  Demi Allah, dia itu seorang munafik," ucap Umar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akan  tetapi, Rasulullah tidak membiarkan Umar bertindak membunuh  kawan-kawanya yang bersalah. Beliau membiarkan mereka bertobat dan  menebus dosanya masing-amsing. Ternayta, Abu hudzaifah sangat menyesali  kata-katanya itu dan senantiasa mengulang-ulang perkataanya, "Demi  Allah, rasanya hatiku tidak aman atas kata-kata yang pernah kaku  yucapkan dahulu dan aku senantiasa dikejar-kejar rasa takut olehnya,  sebelum Allah memberikan tebusan kepadaku dengan syahadah!" Ternyata,  harapannya itu Allah penuhi, ia tewas sebagai syahid dalam Perang  Yamamah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari, Abbas pergi berhijarah ke  Medinah bersama Naufal ibnul Harits. Ahli sejarah berbeda pendapat  tentang tarikh hijrahnya, namun mereka sependapat bahwa Rasulullah  Shallallâhu 'alaihi wasallam.telah membemberikan sebidang tanah  kepadanya berdekatan dengan tempat kediamannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di  Madinah terjadi pertengkaran antara seseorang dengan Abbas, yang berakar  sejak zaman Jahiliah, di mana orang itu memaki-maki ayah Abbas.  Gangguan orang itu terhadap Abbas terjadi berualng-ulang sehingga  menyakitkan hatinya, lalu ia ditamparnya. Kabilah orang itu tidak senang  hati, mereka siap-siap akan menuntut balas. Mereka berkata, "Demi  Allah, kami akan menamparnya seperti ia menampar saudara kami!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ancaman  mereka itu terdengar oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam ,  lalu beliau mengumpulkan kaum muslimin dan naik ke atas mimbar, seraya  memanjatkan puja dan puji kepada Allah Subhânahu wata'âla dan bersabda,  "Wahai para hadirin, tahukah kalian, siapa orang yang paling mulia di  sisi Allah Subhânahu wata'âla?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Engkau, ya  Rasulullah!" jawab hadirin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Tahukah kalian bahwa Abbas itu dariku  dan aku darinya? Janganlah kalian mengumpat orang-orang yang sudah  mati, jangan sampai menyakiti kita yang masih hidup."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabilah  orang itu datang mengahadap Rasulullah seraya berkata, "Ya Rasulullah,  kami mohon perlindungan Allah dari kegusaranmu, maafkanlah dosa kami, ya  Rasulullah."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernyataan Rasulullah Shallallâhu 'alaihi  wasallam tersebut menguatkan keterangan Abu Majas radhiallâhu 'anhu.  tentang sabdanya, "Abbas adalah saudara kandung ayahku. Barangsiapa yang  menyakitinya sama dengan menyakitiku."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu  hari, Abbas datang menghadap Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wasallam.  Dan bermohon dengan penuh harap, "Ya Rasulullah, apakah engkau tidak  suka mengangkat aku menjadi pejabat pemerintahan?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan  pengalaman, ia seorang yang berpikiran cerdik, berpengetahuan luas, dan  mengetahui liku-liku jiwa orang, namun Rasulullah Shallallâhu 'alaihi  wasallam tidak ingin mengangkat pamannya menjadi kepala pemerintahan; ia  tidak ingin pamannya dibebani tugas pemerintahan. Ia menjawab harapan  pamannya itu dengan manis dan penuh pengertian, "Wahai paman Nabi,  menyelamatkan sebuah jiwa lebih baik daripada menghitung-hitung jabatan  pemerintahan."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata Abbas menerima dengan senang  hati pendapat Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wasallam., tetapi malah Ali  bin Abi Thalib radhiallâhu 'anhu yang kurang puas. Ia lalu berkata  kepada Abbas, "Kalau kau ditolak menjadi pejabat pemerintahan, mintalah  diangkat menjadi pejabat pemungut sedekah!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekali lagi  Abbas menghadap Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wasallam untuk meminta  seperti yang dianjurkan Ali bin Abi Thalib itu, lalu Rasulullah  Shallallâhu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya ,"Wahai pamanku, tak  mungkin aku mengangkatmu mengurusi cucian (kotoran) dosa orang."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah  Shallallâhu 'alaihi wasallam.seorang yang paling akrab dan paling kasih  kepadanya, tidak mau mengangkatnya menjadi pejabat pemerintahan atau  pengurus sedekah, bahkan ia tidak diberi kesemopatan dan harapan  mengurusi soal-soal yang bersifat duniawi, tetapi menekannya supaya  lebih menekuni soal-soal ukhrawi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk yang ketiga  kalinya, pamannya itu datang menghadapnya dan berharap dengan penuh  kerendahan hati, "Aku ini pamanmu, usiaku sudah lanjut, dan ajalku sudah  hampir. Ajarilah aku sesuatu yang kiranya berguna bagiku di sisi  Allah!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wasallam.  Menjawab, "Ya Abbas, engkau pamanku dan aku tidak berdaya sedikitpun  dalam masalah yang berkenaan dengan Allah, tetapi mohonlah selalu kepada  Tuhanmu ampunan dan kesehatan!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesudah Rasulullah  Shallallâhu 'alaihi wasallam.menuiakan risalah Alalh Subhânahu wata'âla  dengan baik, manyampaikan agamaNya yang lengkap kepada para pewarisnya,  maka ia kembali ke rahmatullah dengan tenang. Ternyata Abbas orang yang  paling merasa kesepian atas kepergiannya itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abbas  hidup terhormat di bawah pemerintrahan Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq,  kemudian menyusul pemerintahan Umar ibnul Khaththab radhiallâhu 'anhu..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiap  kali Khalifah hendak ke masjid ia selalu harus melewati rumah Abbas. Di  atas rumahnya itu terdapat sebuah pancuran air. Pada suatu hari, ketika  Khalifah Umar pergi ke masjid dengan pakaian rapi hendak menghadiri  shalat jamaah, tiba-tiba pancuran air itu menumpahkan airnya dan  mengenai pakaian Umat. Ia kembali pulang untuk mengganti pakaian dan  memerintahkan supaya pancuran itu dibuka. Sesudah beliau selesai shalat,  datanglah Abbas seraya berkata, "Demi Allah, pancuran itu diletakkan  oleh Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wasallam.."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Khalifah  Umar menjawab, "Aku mohon kepadamu supaya engkau memasang kembali  pancuran itu di tempat yang diletakkan oleh Rasulullah Shallallâhu  'alaihi wasallam dengan menaiki pundakku."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abbas  menerima baik harapan Umar untuk memperbaiki kesalahannya itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abbas  tidak marah, tidak mendendam di dalam hati, tetapi ia mengingatkan Umar  bahwa yang meletakkan pancuran itu Rasulullah Shallallâhu 'alaihi  wasallam. Hati Umar yang terkenal keras dan kuat-kuat tiba-tiba bergetar  ketakutan, bagaimana ia memerintahkan mencabut apa yang dipasang  Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wasallam. Ia rela menebus kesalahannya  itu dengan menyuruh Abbas menaiki pundaknya untuk mengembalikan pancuran  air itu ketempatnya semula. Setelah itu, ia memberikan ciuman cinta dan  pengharagaan kepada paman Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wasallam itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masjid  Nabawi di Madinah kian hari kian menjadi kecil karena bilangan kaum  muslimin dari hari ke hari makin bertambah dengan pesatnya. Khalifah  Umar berpikir akan memperluasnya dengna membeli rumah-rumah yang ada di  sekitar masjid itu. Semua bangunan yang ada disekitarnya sudah dibeli  kecuali rumah Abbas bin Abdullah Muththalib. Apa mungkin ia  menyumbangkan harganya kelak di Baitulmal ataukah ia akan menerima harga  ganti ruginya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Khalifah Umar datang menemuinya seraya  berkata, "Ya Abal Fadhal, engkau lihat, masjid sudah sempit sekali  karena banyaknya orang shalat di dalamnya. Aku sudah memerintahkan untuk  membeli tanah dan bangunan yang ada disekitarnya untuk memperbesar  bangunan masjid, kecuali rumahmu dan kamar-kamar Ummahatul Mu'minin yang  belum. Kalau kamar-akmar Ummuhatul Mu'minin rasanya tidak mungkin kami  membeli dan membongkarnya, tapi rumahmu jual-lah kepada kami berapa pun  yang engkau kehendaki dari Baitulmal supaya bisa meluaskan bangunan  masjid."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abbas menjawab, "Aku tidak mau."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Umar  berkata; "Pilihlah satu diantara tiga: engkau menjual berapa pun yang  engkau kehendaki dari Baitulmal, atau aku akan menggantinya dengan  bangunan lain yang akan aku bangunkan untukmu dari Baitulmal di daerah  manapun di Madinah yang engkau kehendaki, atau engkau berikan sebagai  sedekah kepada muslimin untuk meluaskan masjid mereka."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abbas  berkeras, "Aku tidak mau terima semaunya."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Umar berharap,  "Angkatlah seorang penengah antara kami berdua kalau engkau mau.'&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abbas  menjawab, "Aku setuju mengangkat Ubai bin Ka'ab."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keduanya  pergi menemui Ubai bin Ka'ab, lalu kepadanya diceritakan segala  sesuatunya dan dimintai pendapatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ubai berkata, "Aku  mendengar Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wasallam bersabda, "Allah  Subhânahu wata'âla pernah mewahyukan kepada Nabi Daud, 'Bangunlah  untuk-Ku sebuah rumah tempat orang-orang menyebut nama-Ku di sana.' Nabi  Daud lalu merencanakan pembangunannya di Baitul Maqdis. Dalam  perencanaan itu mengenai rumah seorang Bani Israel. Nabi Daud menawarkan  kepada orang itu untuk menjual rumahnya, tapi ia menolak. Tiba-tiba  terpikir dalam benak Nabi Daud untuk mengambilnya dengan paksa. Allah  Subhânahu wata'âla lalu mewahyukan kepadanya, 'Hai Daud, aku menyuruhmu  membangun untuk-Ku sebuah rumah tempat orang menyebut nama-Ku pemaksaan  itu bukan watak-Ku. Karena itu, sebagai sanksinya, kau tidak usah  membangunnya!' Nabi Daud menjawab, 'Ya Allah, aku lakukan pada anakku!'  Allah berfirman lagi, 'Siapa anakmu?""&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Khafilah Umar  tidak bisa lagi menahan marahnya, lalu ia menyambar baju Ubai bin Ka'ab  dan menggiringnya ke masjid seraya berkata, "Aku mengharapkan  dukunganmu, malah kau menyudutkan aku. Kau harus membuktikan  keteranganmu di hadapan kaum muslimin!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia membawanya  ke tengah-tengah halaqah yang diselenggarakan shahabat Rasulullah di  masjid Nabawi, dimana antara lain terdapat Abu Dzar radhiallâhu  'anhu.Umar lalu berkata kepada para hadirin, "Saya mengharap dengan nama  Allah, adakah diantara kalian yang mendengarkan Rasulullah Shallallâhu  'alaihi wasallam.berbicara tentang Baitul Maqdis, ketika Alalh  memerintahkan Nabi Daud untuk mendirikan rumah-Nya tempat orang  menyebut-nyebut namaNya?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abu Dzar radhiallâhu 'anhu  menjawab' "Ya, saya mendengar!" Disambut oleh yang lain, "Ya, saya juga  mendengar!" Dari sudut sana ada pula yang menyambung, "Saya juga  mendengar!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Khalifah Umar radhiallâhu 'anhu lalu  berkata kepada Abbas radhiallâhu 'anhu, "pergilah! Aku tidak akan  menuntutmu membongkar rumahmu."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abbas radhiallâhu 'anhu  berkata, "Kalau demikian sikapmu maka aku menyatakan bahwa rumahku  kusedekahkan untuk kepentingan kaum muslimin. Silahkan perluas masjid  mereka. Akan tetapi, kalau kau akan mengambilnya dengan tekanan dan  pemaksaan, aku tidak akan mengalah."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang Khalifah  Umar radhiallâhu 'anhu bertindak setengah memaksa karena proyek itu  menyangkut kepentingan kaum muslimin dan dianggap tidak bertentangan  dengan hukum Allah. Akan tetapi, apabila ada nash jelas maka tidak  berlaku ijtihadnya. Ia harus tunduk dan menerima baik syariat Allah dan  RasulNya. Sesudah Abbas melihat ketundukan Khalifah Umar kepada hukum  dan perundang-undangan, ia tidak lagi mengandalkan kekuasaannya selaku  kepala pemerintahan atau akan merampas haknya yang dijamin oleh  undang-undang dan dilindungi oleh Islam, tetapi ia benar-benar berjuang  demi kesehjahteraan kaum muslimin, maka ia pun memutuskan untuk  menyerahkan rumahnya itu sebagai hibah dan sedekah untuk meluaskan  masjid kaum muslimin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikian tokoh-tokoh model  "sekolah Rasulullah" dan "sekolah Al-Qur'anul Karim" radhiallahu 'anhum  ajma'in. Mereka angkatan kaum muslimin yang pertama, yang telah membawa  panji Islam ke seluruh jagat raya ini, yang telah membangkitkan  peradaban umat manusia, yang mengajar dan mendidik manusia maju dan  mengenali peradaban antara agama kebenaran dan kebatilan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada  suatu hari dalam pemerintahan Khalifah Umar, terjadilah paceklik hebat  dan kemarau ganas. Orang-orang berdatangan kepada Khalifah untuk  mengadukan kesulitan dan kelaparan yang melanda daerahnya masing-masing.  Umar menganjurkan kepada muslimin yang berkemampuan supaya mengulurkan  tangan membantu saudara-saudaranya yang ditimpa kekurangan dan kelaparan  itu. Kepada para penguasa di daerah diperintahkan supaya mengirimkan  kelebihan daerahnya ke pusat. Ka'ab masuk menemui Khalifah Umar seraya  mengutrarakan, "Ya Amirul Mukminin, biasanya Bani Israel kalau  menghadapi bencana semacam ini, mereka meminta hujan dengan kelompok  para nabi mereka."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Umar berakta, "Ini dia paman  Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wasallam.dan saudara kandung ayahnya.  Lagi pula, ia pimpinan bani Hasyim."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Khalifah Umar  pergi kepada Abbas dan menceritakan kesulitan besar yang dialami umat  akibat kemarau panjang dan paceklik itu, kemudian ia naik mimbar bersama  Abbas seraya berdoa, "Ya Allah, kami menghadapkan diri kepadaMu bersama  dengan paman Nabi kami dan saudara kandung ayahnya, maka turunkanlah  hujan-Mu dan janganlah kami sampai putus asa!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abbas  lalu meneruskan, memulai doanya dengan puja dan puji kepada Allah  Subhânahu wata'âla, "Ya Allah, Engkau yang mempunyai awan dan Engkau  pula yang mempunyai air. Sebarkanlah awan-Mu dan turunkanlah air-Mu  kepada kami. Hidupkanlah semua tumbuh-tumbuhan dan suburkanlah semua air  susu".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya Allah, Engkau tidak mungkin menurunkan  bencana kecuali karena dosa dan Engkau tidak akan mengangkat bencana  kecuali karena tobat. Kini, umat ini sudah menghadapkan dirinya  kepada-Mu maka turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, kami memohon  belas kasih-Mu atas nama diri kami dan keluarga kami. Ya Allah, kami  memohon belas kasih-Mu atas nama makhluk-Mu yang tidak bicara, atas nama  hewan ternak kami. Ya Allah, hujanilah kami dengan hujan keselamatan  yang berdaya guna. Ya Allah, kami mengadukan semua bencana orang yang  menderita kelaparan, telanjang, ketakutan, dan semua orang yang  menderita kelemahan. Ya Allah selamatkan mereka dengan hujan-Mu sebelum  mereka berputus asa dan celaka. Sesungguhnya, tidak akan berputus asa  dengan rahmat karunia-Mu kecuali orang-orang yang kafir."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata  doanya itu langsung diterima dan disambut Allah Subhânahu wata'âla.  Hujan lebat turun dan tumbuh-tumbuhan tumbuh dengan suburnya.  Orang-orang bersyukur kepada Allah Subhânahu wata'âla dan mengucapkan  selamat kepada Abbas, "Selamat kepadamu, wahai Saqil Haramain, yang  mengurusi minuman orang di Mekah dan Madinah."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abbas  hidup terhormat, baik oleh kaum muslimin maupun oleh para Khulafaur  Rasyidin. Kalau ia berjalan dan berpapasan dengan Umar atau Utsman yang  sedang berkendaraan, keduanya turun dari kendaraannya, seraya berkata,  "Paman Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wasallam.!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah  menjadi sunnatullah, setiap permulaan ada penghabisannya, setiap  perjalanan ada perhentiannya, demikian pula dengan Abbas radhiallâhu  'anhu, perjalanan hidupnya terhenti dan kembali ke rahmatullah menyusul  keponakkannya Shallallâhu 'alaihi wasallam dan rekan-rekannya yang lain,  pada hari Jumat tanggal 12 Rajab 32 Hijrah, dalam usia 82 tahun, dan  dikebumikan di al-Baqi' di Madinah, rahimullah wa radhiallahu'anhu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebab  Turunya Ayat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam Perang Badar yang berkecamuk antara  kaum muslimin dan kaum musyrikin, Abbas berhasil ditawan oleh Abul  Yusr, Ka'ab bin Amru, yang menurut Ahli sejarah kedua tangannya kurus  dan perawakannya juga lemah, sedangkan Abbas seorang yang tinggi besar.  Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wasallam bertanya keheranan, "Ya Abal  Yusr, bagaimana kau bisa menawan Abbas?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ya  Rasulullah, aku dibantu oleh seorang yang belum pernah kulihat sebelum  dan sesudah itu (lalu ia mengutarakan ciri-ciri dan perawakan orang  itu)," jawab Abul Yusr.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kau dibantu oleh seorang  malaikat yang pemurah," sabda Rasulullah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Abbas jatuh  sebagai tawanan, pertanyaan pertama yang terlontar adalah tentang  keadaan Muhammad kepada yang menawannya, "Bagaimana keadaan Muhammad  dalam peperangan ini?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Allah memuliakan dan  menenangkannya," jawabnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Segala sesuatu selain Allah rusak.  Kini, apa maumu?" tanya Abbas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Rasulullah melarang kami  membunuhmu," jawabnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Itu bukan kebaikannya yang pertama."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abbas  diborgol dan dikumpulkan bersama tawanan perang lainya. Kiranya,  ikatannya terlalu keras sehingga ia merintih kesakitan. Ternyata  rintihan itu terdengar oleh Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wasallam.  Beliau gelisah dan tidak bisa memejamkan matanya. Berapa orang shahabat  yang melihatnya belum tidur, menegurnya, "Wahai Nabi Allah, sudah jauh  malam, engkau belum tidur?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Aku mendengar riuntihan  Abbas," jawab Nabi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang itu lalu pergi melonggarkan ikatannya,  kemudian Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wasallam.bertanya lagi, "Mengapa  sekarang aku tidak mendengarkan rintihannya?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Aku  longgarkan ikatannya, ya Rasulullah," jawab shahabat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Lakukanlah  juga terhadap semua tawanan lainnya," perintah Nabi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pagi  harinya, semua tawanan dihadapkan kepada Rasulullah Shallallâhu 'alaihi  wasallam. Akhirnya, sampai giliran Abbas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nabi Shallallâhu  'alaihi wasallam bersabda, "Ya Abbas, tebuslah dirimu dan keponakanmu  aqil bin Abi Thalib, Naufal bin al-Harits, dan teman karibmu Utbah bin  Amru bin Jahdam karena engkau seorang kaya."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ya  Rasulullah, saya ini seorang Muslim, tetapi saya dipaksa ikut berperang  oleh mereka," ucap Abbas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Allah saja yang Maha Tahu dengan  keislamanmu itu: kalau pengakuanmu itu benar, Allah akan mengganjarmu,  namun aku melihatmu dari segi lahirmu maka bayarlah tebusanmu itu."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;'Aku  tidak mempunyai uang, ya Rasulullah."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Mana uang yang  kau simpan pada Ummul Fadhal, isterimu, ketika kau hendak keluar ikut  berperang, lalu pesanmu kepadanya, 'Kalau aku tewas dalam peperangan,  uang itu dibagi-bagikan antara kau, Fadhal, Abdullah, Ubaidullah, dan  Qatsam.'?" tanya Rasulullah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dari mana kau tahu ini  padahal aku tidak pernah memberitahukan hal itu kepada siapa pun?" tanya  Abbas keheranan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Allah Subhânahu wata'âla Yang memberitahukan  rahasiamu itu," jawab Nabi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah  dan engkau benar-benar rasul Allah, bahwa kau seorang yang jujur."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada  saat itu, turunlah firman Allah Subhânahu wata'âla.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Hai Nabi,  katakanlah kepada tawanan-tawanan yang ada di tanganmu:"Jika Allah  mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan  kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil daripadamu dan Dia  akan mengampuni kamu". Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."  (Q.,S. al-Anfal: 70)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abbas berkomentar, "Allah berkenan  menepati janji-Nya kepadaku, memberikan kebaikan lebih dari apa yang  diambil: 20 uqiyah diganti dengan 20 orang budak. Kini, aku sedang  menantikan pengampun-Nya. Aku diberi kuasa mengurus air zamzam dan aku  bisa merasa bangga lebih dari itu, meskipun aku memiliki semua harta  penduduk kota Mekkah. Kini, aku sedang menantikan pengampunan-Nya."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akan  tetapi, darimana ia memiliki harta bila membeli dua puluh orang budak  dan tiap budak memiliki modal edar yang diperdagangkan?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibnu Sa'ad  dalam bukunya, ath-Thabaqat al-kubra, menyebutkan bahwa al-Ala' bin  al-Hadhrami mengirimkan kepada Nabi Shallallâhu 'alaihi wasallam. Harta  benda sebanyak 80.000. Belum pernah Nabi menerima lebih dari itu.  Kemudian Nabi Shallallâhu 'alaihi wasallam mengundang kaum muslimin.  Begitu mereka melihat timbunan harta itu, penuh sesaklah masjid dengan  orang-orang. Nabi Shallallâhu 'alaihi wasallam membagi-bagikan hartra  itu seolah-olah tanpa perhitungan dan pertimbangan, masing-masing  diberikan segenggam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abbas datang, lalu berkata kepada  Nabi Shallallâhu 'alaihi wasallam., "Ya Rasulullah, aku telah memberikan  tebusanku dan tebusan Aqil bin Abi Thalib dalam perang Badar. Aqil  tidak punya uang penggantinya. Berikan aku dari uang ini!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah  Shallallâhu 'alaihi wasallam tertawa lebar sehingga terlihat gigi  taringnya, lalu bersabda, "Harta itu diambil seperlunya; yang lain  dikembalikan!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia lalu pergi dengan mengambil  seperlunya, seraya berucap, "Janji Allah kepadaku, yang satu sudah  ditepati dan yang lain aku belum tahu!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Renungan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abas  bin Abdul Muththalib radhiallâhu 'anhu, paman Rasululah Shallallâhu  'alaihi wasallam dan saudara kandung ayahnya, termasuk salah seorang  tokoh shahabat yang ikut mengibarkan panji Islam dan menyebarkan  dakwahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepak terjangnya dicatat sejarah dengan  tinta emas dalam baiat al-Aqabah al-Kubra, ia bertindak sebagai seorang  penasihat dan perunding ahli, menyertai keponakannya dalam majelis itu,  membentangkan sikapnya dengan tepat, dan mengamati sikap kaum Anshar  yang hendak menerima kedatangannya ke Madinah dengan cermat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia  memberikan gambaran kepada mereka akan bahaya dan resiko yang akan  mereka hadapi sepanjang hidup mereka jika menerima Muhammad Rasulullah  Shallallâhu 'alaihi wasallam. Bangsa Arab tidak akan membiarkan Muhammad  dan dakwahnya berkembang dengan mulus kecuali kalau mereka terpaksa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada  akhir perundingan, sesudah ia yakin bahwa kaum Anshar dari Yastrib itu  terdiri atas para pahlawan yang berbudi luhur yang bisa dipercaya dan  menerima keponakannya, barulah ia bangkit mempertemukan tangan  Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wasallam dengan tangan wakil kaum Anshar  itu sebagai tanda baiat disetujui dan janji setia dimulai, disertai doa  harap kepada Allah Subhanahu wata'ala mudah-mudahan persekutuannya yang  luhur akan melindungi agama-Nya dan Dia memberi taufiq dan hidayah-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika  Nabi Shallallâhu 'alaihi wasallam. Hijrah ke Yastrib, Abbas menyatakan  hasratnya akan menyusul ke sana. Akan tetapi, beliau mencegahnya dan  menganjurkan supaya tinggal di Makkah saja dulu supaya bisa mendukung  semangat kaum mustadh'afin di Mekah yang belum bisa hijrah meninggalkan  Mekah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abbas patuh kepada perintah Rasulullah  Shallallâhu 'alaihi wasallam. Itu. ia tinggal di Mekkah bersama kelompok  kaum muslimin yang belum sanggup pergi berhijrah, menyiapkan kesempatan  dan bekal mereka, menutup utang-utang mereka, mengamati gerak-gerik  kaum Quraisy supaya selalu diketahui Rasulullah Shallallâhu 'alaihi  wasallam.dan tidak bisa mengadakan serangan mendadak kepada mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada  permulaan Islam, Abbas banyak melunasi utan kaum muslimin yang fakir  misjkin. Pada zaman kita sekarang ini, alangkah perlunya kita kepada  seorang Abbas modern yang sudi menyelamatkan umat agar tidak menjadi  mangsa pengikut komunis dan kapitalis Barat, dan berdiri tegak  membendung invasi ideologi dan kristenisasi di kalangan kaum muslimin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia  menjadi tawanan dalam Perang Badar, ia diborgol dan diringkus bersama  tawanan yang lain. Ketika borgolnya dilonggarkan, para tawanan yang lain  pun harus dilonggarkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tawanan lain harus, membayar  uang tebusan, Abbas pun harus membayar uang tebusan diri dan  keluarganya. Itulah Islam, tidak ada sistem famili atau keluarga, tidak  mengutamakan kawan atau kenalan. Tolak ukur keutamaan seseorang hanyalah  karena ketakwaan dan amal salehnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari,  Khalifah Umar ibnul Khaththab yang terkenal sebagai penakluk kekaisaran  Romawi dan Persia itu, mencabut pancuran air dari rumah Abbas. Sesudah  diberitahukan bahwa pancuran itu dahulu dipasang oleh kedua tangan  Rasulullah sendiri. Umar menggigil ketakutan; apakah ia akan  menyingkirkan apa yang diletakkan Rasulullah? Beranikah ia membongkar  apa yang dibangun Rasulullah? Umar resah dan gelisah atas perbuatannya.  Ia mengumpat dan mengutuk kelancangannya itu. Barulah ia puas sesudah  Abbas menerima baik sarannya untuk mengembalikan pemasangan pancuran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiba  giliran Umar untuk memperluas masjid Nabawi. Sebagai khalifah kaum  muslimin, sebagai panglima Angkatan Perang Islam, ia mempunyai kekuatan  penuh untuk merampas dan mengganti rugi dari Baitul mal, demi  kepentingan kaum muslimin, selama tidak bertentangan dengan hukum agama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sikap  Umar untuk menggusur rumah Abbas itu rupanya kurang berkenan di  hatinya, meskipun ia akan diganti rugi. Ia tidak mau menjual apa yang  diberikan Rasulullah itu dan tidak sudi menerima ganti ruginya. Ia  berikan sebagai sedekah karena Allah, demi kepentingan kaum muslimin,  sesudah Umar bersikap lemah-lembut tidak disertai paksaan dan  kekuasaannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-171894813023234484?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/171894813023234484/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/06/abbas-bin-abdul-muththalib.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/171894813023234484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/171894813023234484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/06/abbas-bin-abdul-muththalib.html' title='Abbas bin Abdul Muththalib'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-4365850794519892262</id><published>2010-06-19T09:17:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T09:17:01.644-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh-tokoh Islam'/><title type='text'>Zaid Bin Haritsah</title><content type='html'>( TAK ADA ORANG YANG LEBIH DICINTAINYA  DARIPADA RASULULLAH )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa  sallam berdiri melepas balatentara Islam yang akan berangkat menuju  medan perang Muktah, melawan orang-orang Romawi. Beliau mengumumkan tiga  nama yang akan memegang pimpinan dalam pasukan secara berurutan,  sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian semua berada di bawah pimpinan Zaid  bin Haritsah! Seandainya ia tewas, pimpinan akan liambil alih oleh  Ja'far bin Abi Thalib; dan seandainya Ja'far tewas pula, maka komando  hendaklah dipegang oleh Abdullah ibnul Ra wahah ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah  Zaid bin Haritsah itu? Bagaimanakah orangnya? Siapakah pribadi yang  bergelar "Pencinta Rasulullah ltu"'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampang dan  perawakannya biasa saja, pendek dengan kulit coklat kemerah-merahan, dan  hidung yang agak pesek. Demikian yang dilukiskan oleh ahli sejarah dan  riwayat. Tetapi sejarah hidupnya hebat dan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah  lama sekali Su'da isteri Haritsah berniat hendak berziarah ke kaum  keluarganya di kampung Bani Ma'an. Ia sudah gelisah dan seakan-akan tak  shabar lagi menunggu waktu keberangkatannya. Pada suatu pagi yang cerah,  suaminya ialah ayah Zaid, mempersiapkan kendaraan dan perbekalan untuk  keperluan itu. Kelihatan Su'da sedang menggendong anaknya yang masih  kecil, Zaid bin Haritsah. Di waktu ia akan menitipkan isteri dan anaknya  kepada rombongan kafilah yang akan berangkat bersama dengan isterinya,  dan ia harus menunaikan tugas pekerjaannya, menyelinaplah rasa sedih di  hatinya, disertai perasaan aneh, menyuruh agar ia turut serta  mendampingi anak dan isterinya. Akhirnya perasaan gundah itu hilang jua.  Kafilah pun mulai bergerak memulai perjalanannya meninggalkan kampung  itu, dan tibalah waktunya bagi Haritsah untuk mengucapkan selamat jalan  bagi putera dan isterinya ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianiah, ia melepas  isteri dan anaknya dengan air mata berlinang. Lama ia diam terpaku di  tempat berdirinya sampai keduanya lenyap dari pandangan. Haritsah  merasakan hatinya tergoncang, seolah-olah tidak berada di tempatnya yang  biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia hanyut dibawa perasaan seolah-olah ikut  berangkat bersama rombongan kafilah.&lt;br /&gt;Setelah beberapa lama Su'da  berdiam bersama kaum keluarganya di kampung Bani Ma'an,.hingga di suatu  hari, desa itu dikejutkan oleh serangan gerombolan perampok badui yang  menggerayangi desa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampung itu habis porak  poranda, karena tak dapat mempertahankan diri. Semua milik yang berharga  dikuras habis dan penduduk yang tertawan digiring oleh para perampok  itu sebagai tawanan, termasuk si kecil Zaid bin Haritsah. Dengan  perasaan duka kembalilah ibu Zaid kepada suaminya seorang diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi  Haritsah mengetahui kejadian tersebut, ia pun jatuh tak sadarkan diri.  Dengan tongkat di pundaknya ia berjalan mencari anaknya. Kampung demi  kampung diselidikinya, padang pasir dijelajahinya. Dia bertanya pada  kabilah yang lewat, kalau-kalau ada yang tahu tentang anaknya tersayang  dan buah hatinya "Zaid"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi usaha itu tidak  berhasil. Maka bersyairlah ia menghibur diri sambil menuntun untanya,  yang diucapkannya dari lubuk perasaan yang haru:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kutangisi  Zaid, ku tak tahu apa yang telah terjadi,&lt;br /&gt;Dapatkah ia diharapkan  hidup, atau telah mati.&lt;br /&gt;Demi AIlah ku tak tahu, sungguh aku hanya  bertanya.&lt;br /&gt;Apakah di lembah ia celaka atau di bukit ia binasa.&lt;br /&gt;Di  kala matahari terbit ku terkenang padanya.&lt;br /&gt;BiIa surya terbenam  ingatan kembali menjelma.&lt;br /&gt;Tiupan angin yang membangkitlkan  kerinduan pula,&lt;br /&gt;Wahai, alangkah lamanya duka nestapa diriku jadi  merana"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbudakan sudah berabad-abad dianggap sebagai  suatu keharusan yang dituntut oleh kondisi masyarakat pada zaman itu.  Begitu terjadi di Athena Yunani, begitu di kota Roma, dan begitu pula di  seantero dunia, dan tidak terkecuali di jazirah Arab sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahdan  di kala kabilah perampok yang menyerang desa Bani Ma'an berhasil dengan  rampokannya, mereka pergi menjualkan barang-barang dan tawanan hasil  rampokannya ke pasar 'Ukadz yang sedang berlangsung waktu itu. Si kecil  Zaid dibeli oleh Hakim bin Hizam dan pada kemudian harinya ia  memberikannya kepada mak ciknya Siti Khadijah. Pada waktu itu Khadijah  radliyallahu 'anha telah menjadi isteri Muhammad bin abdillah (sebelum  diangkat menjadi Rasul dengan turunnya wahyu yang pertama).Sementara  pribadinya yang agung, telah memperlihatkan segala sifat-sifat kebesaran  yang istimewa, yang dipersiapkan Allah untuk kelak dapat diangkat-Nya  sebagai Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Khadijah memberikan  khadamnya Zaid sebagai pelayan bagi Rasulullah. Beliau menerimanya  dengan segala senang hati, lalu segera memerdekakannya. Dari pribadinya  yang besar dan jiwanya yang mulia, Zaid diasuh dan dididiknya dengan  segala kelembutan dan kasih sayang seperti terhadap anak sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  salah satu musim haji, sekelompok orang-orang dari desa Haritsah  berjumpa dengan Zaid di Mekah. Mereka menyampaikan kerinduan ayah  bundanya kepadanya. Zaid balik menyampaikan pesan salam serta rindu dan  hormatnya kepada kedua;orang tuanya. Katanya: kepada para hujjaj atau  jamaah haji itu, tolong beritakan kepada kedua orang tuaku, bahwa aku di  sini tingal bersama seorang ayah yang paling mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu  ayah Zaid mengetahui di mana anaknya berada, segera ia mengatur  perjalanan ke Mekah, bersama seorang saudaranya. Di Mekah keduanya  langsung menanyakan di mana rumah Muhammad al-Amin (Terpercaya). Setelah  berhadapan muka dengan Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, Haritsah  berkata: "Wahai Ibnu Abdil Mutthalib ..., wahai putera dari pemimpin  kaumnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda termasuk penduduk Tanah Suci yang biasa  membebaskan orang tertindas, yang suka memberi makanan para tawanan ....&lt;br /&gt;Kami  datang ini kepada anda hendak meminta anak kami. Sudilah kiranya  menyerahkan'anak itu kepada kami dan bermurah hatilah menerima uang  tebusannya seberapa adanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah sendiri  mengetahui benar bahwa hati Zaid telah lekat dan terpaut kepadanya, tapi  dalam pada itu merasakan pula hak seorang ayah terhadap anaknya. Maka  kata Nabi kepada Haritsah: "Panggillah Zaid itu ke sini, suruh ia  memilih sendiri. Seandainya dia memilih anda,maka akan saya kembalikan  kepada anda tanpa tebusan. Sebaliknya jika ia memilihku, maka demi Allah  aku tak hendak menerima tebusan dan tak akan menyerahkan orang yang  telah memilihku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapari Muhammad  Shallallahu 'alaihi wa sallam yang demikian, wajah Haritsah berseri-seri  kegembiraan, karena tak disangkanya sama sekali kemurahan hati seperti  itu, lalu ucapnya: "Benar-benar anda telah menyadarkan kami dan anda  beri pula keinsafan di balik kesadaran itu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian  Nabi menyuruh seseorang untuk memanggil Zaid. Setibanya di hadapannya,  beliau langsung bertanya: "Tahukah engkau siapa orang-orang ini?" "Ya,  tahu", jawab Zaid, "Yang ini ayahku sedang yang seorang lagi adalah  pamanku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Nabi mengulangi lagi apa yang telah  dikatakannya kepada ayahnya tadi, yaitu tentang kebebasan memilih orang  yang disenanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa berfikir panjang, Zaid  menjawab: "Tak ada orang pilihanku kecuali anda! Andalah ayah, dan  andalah pamanku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu, kedua mata Rasul basah  dengan gir mata, karena rasa syukur dan haru. Lain dipegangnya tangan  Zaid, dibawanya ke pekarangan Ka'bah, tempat orang-orang Quraisy sedang  banyak berkumpul, lain serunya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saksikan oleh halian  semua, bahwa mulai saat ini, Zaid adalah anakku ... yang akan menjadi  ahli warisku dan aku jadi ahli warisnya':&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu  hati Haritsah seakan-akan berada di awang-awang karena suka citanya,  sebab ia bukan saja telah menemukan kembali anaknya bebas merdeka tanpa  tebusan, malah sekarang diangkat anak pula oleh seseorang yang termulia  dari suku Quraisy yang terkenal dengan sebutan "Ash-Shadiqul Amin", --  Orang lurus Terpercaya --, keturunan Bani Hasyim, tumpuan penduduk kota  Mekah seluruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kembalilah ayah Zaid dan  pamannya kepada kaumnya dengan hati tenteram, meninggalkan anaknya pada  seorang pemimpin kota Mekah dalam keadaan aman sentausa, yakni sesudah  sekian lama tidak mengetahui apakah ia celaka terguling di lembah atau  binasa terkapar di bukit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah telah mengangkat  Zaid sebagai anak angkat...,&lt;br /&gt;maka menjadi terkenallah ia di  seluruh Mekah dengan nama "Zaid bin Muhammad" ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  suatu hari yang cerah seruan wahyu yang pertama datang kepada sayidina  Muhammad:&lt;br /&gt;Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang telah  menciptakan ! la telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah  dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, yang telah mengajari manusia dengan  kalam (pena).&lt;br /&gt;Mengajari manusia apa-apa yang tidah diketahuinya.  (Q.S. 96 al-'Alaq; 1 -- 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian susul-menyusul  datang wahyu kepada Rasul dengan kalimatnya:&lt;br /&gt;Wahai orang yang  berselimut! Bangunlah (siaphan diri), sampaikan peringatan (ajaran  Tuhan). Dan agungkan Tuhanmu. (Q.S. 74 al-Muddattsir: 1 - 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai  Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.' Dan  jika tidah kamu laksanakan, berarti kamu telah menyampaikan amanat-Nya.  Dan Allah akan melindungimu dari (kejahatan manusia. Sesungguhnya Allah  tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. (Q.S. 5 al-Maidah: 67)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka  tak lama setelah Rasul memikul tugas kerasulannya dengan turunnya wahyu  itu, jadilah Zaid sebagai orang yang kedua masuk Islam ...,bahkan ada  yang mengatakan sebagai orang yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul  sangat sayang sekali kepada Zaid. Kesayangan Nabi itu memang pantas dan  wajar, disebabkan kejujurannya yang tak ada tandingannya, kebesaran  jiwanya, kelembutan dan kesucian hatinya, disertai terpelihara lidah dan  tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya itu atau yang lebih dari itu  menyebahkan Zaid punya kedudukan tersendiri sebagai "Zaid Kesayangan"  sebagaimana yang telah dipanggilkan shahabat-shahabat Rasul kepadanya.  Berkatalah Saiyidah Aisyah radhiyallah 'anha .: "Setiap Rasulullah  mengirimkan suatu pasukan yang disertai oleh Zaid, pastilah ia yang  selalu diangkat Nabi jadi pemimpinnya. Seandainya ia masih hidup sesudah  Rasul, tentulah ia akan diangkatnya sebagai khalifah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai  ke tingkat inilah kedudukan Zaid di sisi Rasulullah Shallallahu 'alaihi  wa sallam Siapakah sebenamya Zaid ini?&lt;br /&gt;Ia sebagai yang pernah  kita katakan, adalah seorang anak yang pernah ditawan,  diperjual-belikan, lalu dibebaskan Rasul dan dimerdekakannya. Ia seorang  laki-laki yang berperawakan pendek, berkulit coklat kemerahan, hidung  pesek; tapi ia adalah manusia yang berhati mantap dan teguh serta  berjiwa merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan karena itulah ia mendapat tempat  tertinggi di dalam Islam dan di hati Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa  sallam. Karena Islam dan Rasulnya tidak sedikit juga mementingkan tuah  kebangsawanan dan turunan darah, dan tidak pula menilai orang dengan  predikat-predikat lahiriahnya. Maka di dalam keluasan faham Agama besar  inilah cemerlangnya nama-nama seperti Bilal, Shuhaib, 'Ammar, Khabbab,  Usamah dan Zaid. Mereka semua punya kedudukan yang gemilang, baik  sebagai orang-orang shaleh maupun sebagai pahlawan perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  tandas Islam telah mengumandangkan dalam kitab sucinya al-Quranul Karim  tentang nilai-nilai hidup:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya semulia-mulia kalian di  sisi Allah, ialah yang paling taqwa!" (Q.S. 49 al-Hujurat: 13)&lt;br /&gt;Islamlah  Agama yang membukakan segala pintu dan jalan untuk mengembangkan  berbagai bakat yang balk dan cara hidup yang suci, jujur dan direstui  Allah ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam  menikahkan Zaid dengan Zainab anak makciknya. Ternyata kemudian  kesediaan Zainab memasuki tangga perkawinan dengan Zaid, hanya karena  rasa enggan menolak anjuran dan syafa'at Rasulullah, dan karena tak  sampai hati menyatakan enggan terhadap Zaid sendiri. Kehidupan rumah  tangga dan perkawinan mereka yang tak dapat bertahan lama, karena  tiadanya tali pengikat yaitu cinta yang ikhlas karena Allah dari Zainab,  sehingga berakhir dengan perceraian. Maka Rasulullah Shallallahu  'alaihi wa sallam mengambil tanggung jawab terhadap rumah tangga Zaid  yang telah pecah itu. Pertama merangkul Zainab dengan menikahinya  sebagai isterinya, kemudian mencarikan isteri baru bagi Zaid dengan  mengawinkannya dengan Ummu Kaltsum binti 'Uqbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebabkan  peristiwa tersebut di atas terjadi kegoncangan dalam masyarakat kota  Madinah. Meueka melemparkan kecaman, kenapa Rasul menikahi bekas isteri  anak angkatnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan dan kecaman ini dijawab Allah  dengan wahyu-Nya, yang membedakan antara anak angkat dan anak kandung  atau annak adaptasi dengan anak sebenamya, sekaligus membatalkan adat  kebiasaan yang berlaku selama itu. Pernyataan wahyu itu berbunyi sebagai  berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bukanlah bapah dari seorang  laki-laki (yang ada bersama) kalian. Tetapi ia adalah Rasul Allah dan  Nabipenutup. (Q.S. 33 al-Ahzab: 40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian  kembali Zaid dipanggil dengan namanya semula "Zaid bin Haritsah"&lt;br /&gt;Dan  sekarang ....&lt;br /&gt;Tahukah anda bahwa kekuatan Islam yang pernah maju  medan perang "Al-Jumuh" komandannya adalah Zaid bin Haritsah? Dan  kekuatan-kekuatan lasykar Islam yang bergerak maju ke medan pertempuran  at-Tharaf, al-'Ish, al-Hismi dan lainnya, panglima pasukannya, adalah  Zaid bin Haritsah juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah sebagaimana yang  pernah kita dengar dari Ummil Mu'minin 'Aisyah radhiyallah 'anha tadi:  "Setiap Nabi mengirimkan Zaid dalam suatu pasukan, pasti ia yang  diangkat jadi pemimpinnya'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya datanglah perang  Muktah yang terkenal itu ....&lt;br /&gt;Adapun orang-orang Romawi dengan  kerajaan mereka yang telah tua bangka, secara diam-diam mulai cemas dan  takut terhadap kekuatan Islam, bahkan mereka melihat adanya bahaya besar  yang dapat mengancam keselamatan dan wujud mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terutama  di daerah jajahan mereka Syam (Syria) yang berbatasan dengan negara  dari Agama baru ini, yang senantiasa bergerak maju dalam membebaskan  negara-negara tetangganya dari cengkeraman penjajah. Bertolak dari  pikiran demikian, mereka hendak mengambil Syria sebagai batu loncatan  untuk menaklukkan jazirah Arab dan negeri-negeri Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerak-gerik  orang-orang Romawi dan tujuan terakhir mereka yang hendak menumpas  kekuatan Islam dapat tercium oleh Nabi. Sebagai seorang ahli strategi,  Nabi memutuskan untuk mendahului mereka dengan serangan mendadak  daripada diserang di daerah sendiri, dan menyadarkan mereka akan  keampuhan perlawanan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, pada bulan  Jumadil Ula, tahun yang kedelapan Hijrah tentara Islam maju bergerak ke  Balqa' di wilayah Syam.&lt;br /&gt;Demi mereka sampai di perbatasannya,  mereka dihadapi oleh tentara Romawi yang dipimpin oleh Heraklius, dengan  mengerahkan juga kabilah-kabilah atau suku-suku badui yang diam di  perbatasan. Tentara Romawi mengambil tempat di suatu daerah yang bernama  Masyarif, sedang lasykar Islam mengambil posisi di dekat suatu negeri  kecil yang bernama Muktah, yang jadi nama pertempuran ini sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  Shallallahu 'alaihi wa sallam mengetahui benar arti penting dan  bahayanya peperangan ini. Oleh sebab itu beliau sengaja memilih tiga  orang panglima perang yang di waktu malam bertaqarrub mendekatkan diri  kepada Ilahi, sedang di siang hari sebagai pendekar pejuang pembela  Agama. ?Tiga orang pahlawan yang siap menggadaikan jiwa raga mereka  kepada Allah, mereka yang tiada berkeinginan kembali, yang bercita-cita  mati syahid dalam perjuangan menegakkan kalimah Allah. Mengharap  semata-mata ridla ilahi dengan menemui wajah-Nya Yang Maha Mulia kelak  ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang bertiga secara berurutan memimpin  tentara itu ialah: Pertama Zaid bin Haritsah, kedua Ja'far bin Abi  Thalib dan ketiga 'Abdullah bin Rawahah, moga-moga Allah ridla kepada  mereka dan menjadikan mereka ridla kepada-Nya, serta Allah meridlai pula  seluruh shahabat-shahabat yang lain ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah apa  yang kita saksikan di permulaan ceritera ini, sewaktu berangkat Rasul  berdiri di hadapan pasukan tentara Islam yang hendak berangkat itu.  Rasul melepas mereka dengan amanat: "Kalian harus tunduk kepada Zaid bin  Haritsah sebagai pimpinan, seandainya ia gugur pimpinan dipegang oleh  Ja'far bin Abi Thalib, dan seandainya Ja'far gugur pula, maka tempatnya  diisi oleh 'Abdullah bin Rawahah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun Ja'far bin  Abi Thalib adalah orang yang paling dekat kepada Rasul dari segi  hubungan keluarga, sebagai anak pamannya sendiri .... Sekalipun  keberanian ketangkasannya tak diragukan lagi, kebangsawanan dan  turunannya begitu pula, namun ia hanya sebagai orang kedua sesudah Zaid,  sebagai panglima pengganti, sedangkan Zaid beliau angkat sebagai  panglima pertama pasukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah contoh dan teladan  yang diperlihatkan Rasul dalam mengukuhkan suatu prinsip. Bahwa Islam  sebagai suatu Agama baru mengikis habis segala hubungan lapuk yang  didasarkan pada darah dan turunan atau yang ditegakkan atas yang bathil  dan rasialisme, menggantinya dengan bubungan baru yang dipimpin oleh  hidayah ilahi yang berpokok kepada hakekat kemanusiaan ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan  seolah-olah Rasul telah mengetahui secara ghaib tentang pertempuran  yang akan berlangsung, beliau mengatur dan menetapkan susunan  panglimanya dengan tertib berurutan: Zaid, lalu Ja'far, kemudian Ibnu  Abi Rawahah. Ternyata ketiga mereka menemui Tuhannya sebagai syuhada  sesuai dengan urutan itu pula!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Kaum Muslimin  melihat tentara Romawi yang jumlahnya menurut taksiran tidak kurang dari  200.000 orang, suatu jumlah yang tak mereka duga sama sekali, mereka  terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kapankah pertempuran yang didasari  iman mempertimbangkan jumlah bilangan?&lt;br /&gt;Ketika itulah ..., di sana,  mereka maju terus tanpa gentar, tak perduli dan tak menghiraukan  besarnya musuh .... Di depan sekali kelihatan dengan tangkasnya  mengendarai kuda, panglima mereka Zaid, sambil memegang teguh  panji-panji Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam maju menyerbu  laksana topan, di celah-celah desingan anak panah, ujung tombak dan  pedang musuh. Mereka bukan hanya semata-mata mencari kemenangan, tetapi  lebih dari itu mereka mencari apa yang telah dijanjikan Allah, yakni  tempat pembaringan di sisi Allah, karena sesuai dengan firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya  Allah telak membeli jiwa dan harta orang-orang Mu inin dengan surga  sebagai imbalannya. (Q.S. 9 at-Taubah: 111)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaid tak  sempat melihat pasir Balqa', bahkan tidak pula keadaan bala tentara  Romawi, tetapi ia langsung melihat keindahan taman-taman surga dengan  dedaunannya yang hijau berombak laksana kibaran bendera, yang  memberitakan kepadanya, bahwa itulah hari istirahat dan kemenangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia  telah terjun ke medan laga dengan menerpa, menebas, membunuh atau  dibunuh. Tetapi ia tidaklah memisahkan kepala musuh-musuhnya, ia  hanyalah membuka pintu dan menembus dinding, yang menghalanginya ke  kampung kedamaian, surga yang kekal di sisi Allah ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia  telah menemui tempat peristirahatannya yang akhir.&lt;br /&gt;Rohnya yang  melayang dalam perjaianannya ke surga tersenyum bangga melihat jasadnya  yang tidak berbungkus sutera dewangga, hanya berbalut darah suci yang  mengalir di jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyumnya semakin melebar  dengan tenang penuh nikmat, karena melihat panglima yang kedua Ja'far  melesit maju ke depan laksana anak panah lepas dari busurnya. untuk  menyambar panji-panji yang akan dipanggulnya sebelum Jatuh ke tanah….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-4365850794519892262?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/4365850794519892262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/06/zaid-bin-haritsah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/4365850794519892262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/4365850794519892262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/06/zaid-bin-haritsah.html' title='Zaid Bin Haritsah'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-563606315398080846</id><published>2010-06-19T09:14:00.001-07:00</published><updated>2010-06-19T09:14:57.684-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Islam'/><title type='text'>Pertempuran Karbala</title><content type='html'>&lt;div align="justify" style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Matahari  bersinar garang, tepat di atas kepala-kepala berbalut sorban yang telah  basah bermandikan keringat dan debu. Seorang pria setengah baya  berteriak keras, “Hentikan pertempuran! Waktu Zhuhur telah tiba, kita  harus shalat!!” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sia-sia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Suara pria gagah itu  lenyap ditelan gemuruh ribuan pasukan musuh yang terus merangsek maju.  Ia mengeluh. Perlahan ia memutar pandangan ke sekelilingnya. Satu..  dua.. tiga.. hanya tinggal belasan orang saja kerabatnya yang masih  bertahan hidup. Dengan tenaga yang masih tersisa pedang mereka menebas  ke kanan dan ke kiri, menumbangkan satu persatu musuh yang mencoba  mendekat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Pria yang berjuluk  Sayyid Syabab Ahlil Jannah itu kembali menghela nafas. Ketika matahari  terbit pagi itu, ada tujuh puluh dua orang keluarga dan sahabat prianya  yang berdiri gagah di belakangnya. Namun kini tinggal beberapa...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Memang. Apalah arti  tiga puluh dua penunggang kuda dan empat puluh orang pejalan kaki,  dibanding empat ribuan orang pasukan musuh. Satu persatu anggota pasukan  kecil itu tumbang sebagai syahid. Dan ketika matahari mulai tergelincir  ke barat, hanya tinggal orang saja yang tersisa, berjuang membela harga  diri, kehormatan dan kebenaran yang mereka yakini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Padang tandus itu masih  mengepulkan debunya ke udara. Tak hanya pengap gurun yang tercium,  udara ditepian sungai Eufrat siang itu juga mulai menebarkan bau amis  darah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Siang itu, terik  mentari padang pasir menjadi saksi sebuah peristiwa kelam yang terus  dikenang hingga saat ini, Perang Karbala. Perang, yang terjadi antara  Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib dan para pengikutnya melawan tentara  Dinasti Umayyah yang dipimpin Umar bin Sa’ad bin Abi Waqqash dan Syimar  bin Dziljausyan, itu nyaris memusnahkan keturunan Rasulullah dari garis  Al-Husain. Konon, pertempuran tak berimbang yang tak ubahnya pembantaian  itu sudah diramalkan Nabi Muhammad SAW di hari Al-Husain lahir. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Dikisahkan, 57 tahun  sebelumnya, ketika mendengar Fatimah Az-Zahra telah akan melahirkan  putra keduanya, Rasulullah segera bergegas menjenguknya. Tak lama  kemudian tangis sang jabang bayi pun pecah. Tangis itu sangat keras,  sekokoh hati pemiliknya. Nabi Muhamad lalu meminta cucunya itu dibawa ke  pangkuannya untuk dibacakan adzan dan iqamah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Asma binti Umais,  sahabat Anshar yang membantu Fatimah saat melahirkan, segera menggendong  bayi merah itu dan menyerahkannya kepada Baginda Nabi. Setelah diadzani  dan diiqamati, sang jabang bayi lalu diberi nama Al-Husain, semakna  dengan nama sang kakak yaitu Al-Hasan yang berarti kebajikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;Berita dari Jibril&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Ketika tengah asyik menciumi sang cucu, tiba-tiba Nabi termangu dan  meneteskan air mata. Umais pun segera bertanya, “Mengapa di hari bahagia  ini Anda menangis, wahai Rasulullah?.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;“Jibril baru saja  memberitahu kepadaku, kelak anak ini akan dibunuh oleh sebagian umatku  yang durhaka. Jibril juga menunjukkan tanah di mana Al-Husain terbunuh.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Ibnul Atsir, dalam  tarikh Al-Kamilnya, menceritakan, Nabi pernah memberikan segumpal tanah  berwarna kekuningan kepada Ummu Salamah, salah satu istri beliau, yang  didapat dari Malaikat Jibril. Tanah tersebut, menurut kabar dari Jibril,  berasal dari daerah di mana Al-Husain akan terbunuh dalam sebuah  pertempuran. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Nabi berpesan kepada  Ummu Salamah, “Simpanlah tanah ini baik-baik. Bila warnanya berubah  menjadi merah, ketahuilah bahwa Al-Husain telah meninggal dunia karena  dibunuh.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Dan, tepat pada tanggal  10 Muharram 57 H, Ummu Salamah menyaksikan gumpalan tanah pemberian  suaminya berubah warna menjadi merah. Tahulah ia, cucu kesayangan  Rasulullah itu telah meninggal dunia. Ummu Salamah adalah orang pertama  di Madinah yang mengetahui perihal kematian Al-Husain. Dari mulutnya  pula berita duka itu menyebar ke segenap penjuru kota dan  menggemparkannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Perang Karbala’ adalah  tragedi terbesar kedua dalam sejarah Islam setelah beberapa perang  saudara pada masa pemerintahan Sayyidina Ali bin Abi Thalib, yakni  Perang Jamal, yang menghadapkan Ali bin Thalib dengan Thalhah bin  Ubaidillah, Zubair bin Awwam dan Aisyah Ummul Mukminin, dan Perang  Shiffin, antara tentara Khalifah Ali bin Abi Thalib dengan kubu  Mu’awiyah bin Abu Sufyan. Sebagaimana perang saudara sebelumnya, Perang  Karbala juga menghadapkan dua tokoh generasi kedua Islam yang merupakan  putra sahabat-sahabat terdekat Nabi, Al-Husain putra Sayyidina Ali  dengan Umar putra Sa’ad bin Abi Waqash yang mewakili Yazid bin Muawiyyah  dan gubernurnya di Kufah, Ubaidullah bin Ziyad. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Matahari terus bergerak  ke arah barat. Menyadari pasukan musuh sama sekali tak berniat  menghentikan pertempuran, bersama sisa pengikutnya Al-Husain pun  mendirikan shalat khauf, shalat darurat di tengah medan perang. Di  antara mereka tampak adik tirinya, Abbas; putra kedua Al-Husain, Ali  Al-Akbar; dan kemenakannya, Qasim bin Hasan bin Ali. Bergantian mereka  melaksanakan ruku’ dan sujud, sementara yang lain berusaha melindungi  dengan pedang dan tombak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Matahari semakin  menyengat ketika shalat khauf usai. Kembali Imam Husain dan para  pengikutnya berjuang mempertahankan diri. Dan kembali, satu persatu  anggota pasukan kecil itu berguguran, hingga akhirnya tinggal Al-Husain,  Ali Al-Akbar bin Al-Husain, dan Abbas saja yang tersisa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Dengan gagah berani Ali  Akbar menerjang musuh dan berhasil menumbangkan tiga atau empat orang  musuh sebelum sebuah sabetan pedang membuatnya terluka parah. Ia mundur  mendekati sang ayah karena merasa sangat kehausan. Namun sejak pagi,  persediaan air rombongan Al-Husain telah habis. Sementara untuk  mengambil dari sungai Eufrat yang tak seberapa jauh juga tak  memungkinkan, karena ribuan tentara Umayyah berbaris menjaganya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Dengan wajah iba  Al-Husain menentramkan putranya, “Bersabarlah anakku, sebelum petang  Datukmu Rasulullah SAW akan datang untuk memberimu minum dengan kedua  tangan beliau yang mulia.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;Kemenakan Tercinta&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Mendengar ucapan sang ayah yang menjanjikan kesyahidan, semangat Ali  Akbar kembali tersulut. Ia segera kembali ke tengah pertempuran dan  menumbangkan dua atau tiga lawan. Langkah pemuda pemberani terhenti  ketika sebatang anak panah menembus lehernya. Ali Akbar menghembuskan  nafas terakhirnya di pangkuang sang ayahanda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Tiba-tiba dari dalam  tenda seorang perempuan menghambur keluar dan berlari menuju Imam Husain  yang tengah memangku jasad Ali Akbar. Tangisnya pecah saat memeluk  jenazah kemenakan tercintanya. “Terkutuklah orang-orang yang telah  membunuhmu, Anakku,” raung Zainab binti Ali, adik kandung Al-Husain.  Kematian Ali Akbar menggenapkan dukanya setelah sepagian melihat tiga  putranya Aun Al-Akbar, Muhammad dan Ubaidullah gugur di medan perang  Karbala’.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Al-Husain, sambil  membawa jenazah Ali Akbar, segera menarik adiknya kembali ke tenda.  Tiba-tiba dari arah belakang kemudian terdengar teriakan seorang bocah  kecil, “Hai orang jahat! Kau mau membunuh pamanku?.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Dengan berani anak itu  menghadang laju seorang prajurit Umayyah yang akan membokong Al-Husain.  Di tangannya tergenggam sebatang tongkat kayu. Sejurus kemudian Qasim  bin Hasan bin Ali, demikian nama anak yang baru menginjak remaja itu,  menjerit karena seorang tentara musuh menebas putus tangan mungilnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Al-Husain segera meraih  remaja yang mewarisi ketampanan ayahandanya itu. Dengan lembut ia  berbisik di telingan kemenakan kecilnya, “Tabahkan hatimu, anakku  sayang. Allah akan segera mempertemukanmu dengan ayah dan kakekmu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Kini hanya tersisa  Al-Husain dan adik tirinya Abbas bin Ali. Penatnya bertempur seharian  dan teriknya matahari siang membuat dahaga keduanya tak tertahankan  lagi. Mereka pun nekat menerobos barisan tentara Umayyah yang menjaga  tepian sungai Eufrat. Berhasil. Dengan tergesa keduanya menciduk air  dengan kedua telapak tangannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Namun sebelum dahaga itu terobati, hujan anak panah membuat  Abbas rebah tak bangun lagi. Sebatang anak panah juga menghujam pipi  Al-Husain. Dengan pilu dicabutnya anak panah dan menutup lubangnya  dengan telapak tangan. Kepala suami Syahbanu, putri kerajaan Persia, itu  kemudian tengadah dan berdoa, “Ya Rabb, hanya kepada-Mu aku mengadu.  Lihatlah perlakuan mereka terhadap cucu rasul-Mu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Matahari telah condong  di ufuk barat. Waktu Ashar yang telah datang menjelang menjadi saksi  Al-Husain yang tinggal berjuang sendirian. Wajahnya nampak lelah, meski  tak mengurangi sorot keberaniannya, dan sekujur tubuhnya dipenuhi luka  senjata. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Puluhan anggota pasukan  Umayyah mengurungnya. Namun seperti tersihir, tak satupun yang berani  mengayunkan pedang ke arah Imam Husain. Nampaknya ada keraguan yang  menyelimuti benak masing-masing pasukan. Mereka tengah menimbang,  “Beranikah menanggung resiko menjadi orang yang menghabisi nyawa cucu  Rasulullah?.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Sementar Al-Husain,  dengan segala kewibawaan dan harga diri yang diturunkan ayah dan  kakeknya, berdiri di tengah-tengah dengan pedang teracung. Ia berseru  lantang, “Apa yang membuat kalian ragu membunuhku. Majulah. Demi Allah,  tidak ada pembunuhan yang lebih dibenci Alah dari pada pembunuhanku ini.  Sungguh Allah akan memuliakanku, dan menghinakan kalian.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;Pahlawan Karbala’&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Melihat Al-Husain sendirian di tengah  kepungan musuh, Zainab –yang belakangan di kenal sebagai Bathalah  Karbala, pahlawan Karbala—berseru, “Mudah-mudahan langit ini runtuh.”  Ketika itulah Umar bin Sa’ad, sang panglima tentara Umayyah, melintas.  Zainab pun memanggilnya, “Hai Umar, tega sekali kau melihat Husain  dibunuh di depan matamu.” Umar tertegun, matanya nampak berkaca-kaca,  namun ia segera berlalu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Tiba-tiba Syimar Dzil  Jausyan mendekati kepungan. Melihat anak buahnya tak ada yang berani  menyerang al-Husain, ia pun membentak, “Terkutuk kalian semua! Apa yang  kalian tunggu? Cepat bunuh dia! Khalifah akan memberikan hadiah yang  besar bagi kalian.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Bentakan itu seakan  membangunkan mereka dari mimpi. Zara bin Syarik mengayunkan pedangnya  hingga memutuskan lengan kiri Al-Husain. Masih dalam keadaan limbung,  tombakan Sinan bin Nakhi merobohkan tubuh cucu baginda Nabi itu ke  tanah. Melihat teman-temannya masih diam tertegun, Sinan segera turun  dari punggung kudanya dan memenggal kepala Imam Husain bin Ali bin Abi  Thalib. Al-Husain wafat pada tanggal 10 Muharram 61 H, lima puluh tujuh  tahun setelah Rasulullah mendapat kabar kematiannya dari Malaikat  Jibril. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Tak cukup puas,  serdadu-serdadu yang sudah kesetanan itu lalu menjarah benda berharga  yang melekat pada mayat-mayat pejuang pembela Al-Husain dan merampok  barang bawaan di tenda-tenda rombongan Ahlul Bait. Saat itulah Syimar  menemukan Ali Asghar, putra Al-Husain, yang sedang terbaring sakit di  dalam tenda dengan ditemani bibinya, Zainab. Lelaki biadab itu pun  bermaksud menghabisi Ali Ashgar, kalau saja Zainab tidak mati-matian  mempertahankannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Sambil memeluk  keponakannya, wanita pemberani itu berteriak, “Apa akan kau bunuh juga  anak yang sedang sakit ini?.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Syimar ragu-ragu  sejenak sebelum memilih untuk meninggalkannya. Mungkin ia berpikir,  tanpa dibunuh pun anak yang sedang sakit itu akan mati sendiri, karena  kehabisan bekalan makanan, minuman dan obat-obatan. Namun siapa yang  tahu rahasia Allah? Justru dari anak yang nyaris terbunuh itulah  keturunan Al-Husain kemudian dapat berlanjut hingga saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Demikianlah. Episode  pilu hari itu ditutup dengan digelandangnya wanita-wanita Ahlul Bait dan  Bani Hasyim beserta anak-anak mereka menuju kota Kufah, menghadap sang  arsitek Perang Karbala, yakni Gubernur Ubaidullah bin Ziyad. Dengan  tangan terbelenggu dan pakaian ala kadarnya, wanita-wanita mulia itu  digiring sebagai tawanan perang. Beberapa hari kemudian rombongan  manusia-manusia palin utama di zamannya itu kembali digelandang menuju  Damaskus, Syiria, untuk dihadapkan kepada Yazid, penguasa tertinggi  pemerintahan Dinasti Umayyah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Para penguasa Umayyah  mungkin tak menyadari, peristiwa 10 Muharram 61 H itu akan dikenang  sepanjang masa sebagai bagian terkelam dalam sejarah peradaban Islam dan  mendudukan mereka sebagai penjahat yang harus dimusuhi sepanjang masa.  Terbukti dengan meletusnya pemberontakan demi pemberontakan berdarah  yang mengatasnamakan penuntutan balas kematian Al-Husain, hanya  berselang tujuh atau delapan tahun setelah insiden Karbala’.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-563606315398080846?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/563606315398080846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/06/pertempuran-karbala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/563606315398080846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/563606315398080846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/06/pertempuran-karbala.html' title='Pertempuran Karbala'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-429118526570377383</id><published>2010-06-18T05:52:00.000-07:00</published><updated>2010-06-18T05:56:06.404-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Jangan Bunuh Karakter Juang Anak!!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_RxtpjpVlf9M/TBtsXfgqxTI/AAAAAAAAAOA/Qm7mgg4mDaw/s1600/image001.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="272" src="http://1.bp.blogspot.com/_RxtpjpVlf9M/TBtsXfgqxTI/AAAAAAAAAOA/Qm7mgg4mDaw/s400/image001.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Meneladah pada tahun 2006 tepatnya pad tanggal 27 Januari, seorang anak di China mendapat penghargaan tertinggi dari pemerintahannya karena telah dinyatakan telah melakukan ‘perbuatan luar biasa’. Diantara sembilan orang yang meraih penghargaan itu, dia merupakan satu-satunya kanak-kanak yang terpilih dari1,4 miliar penduduk China sast itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang dianggap anak itu melakukan perbuatan luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian kepada ayahnya, senantiasa kerja keras dan panatang menyerah, serta perilaku dan ucapannya yang menimbulakan rasa simpati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak ia berusia sepuluh tahun (tahun 2001) anak itu di tinnggal Ibunya yang sudah tidak tahan hidup bersama suaminya yang sakit keras dan miskin. Sejak itu Zhang Da, demikian nama anak itu, hudup dengan sang ayah yang tidak bekerja, tidak bias berjalan dan sakit-sakitan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia masih terlalu kecil untuk memikul tanggung jawab seperti itu, usianya baru menginjak sepuluh tahun kalah itu (sekarang berumur sekitar 19 atau 20 tahun), tetapi ia tetap berjuang. Ia bersekolah dengan berjalan kaki melewati hutan kecil. Karena tidak sarapan, di tengah perjalanan itu ia makan daun, biji-bijian, dan buah-buahan yang ia temui. Kadan ia mencoba memakan sejenis jamur atau rumput, sehingga ia tahu mana yang masih diterima lidahnya dan mana yang tidak. Pualng sekolah, ia bekerja membelah batu-batu besar. Upah sebgai tukang batu digunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk ayahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap hari ia mengendong ayahnya ke kamar mandi, menyekan dan juga memandikan ayahnya. Ia membeli beras dan membuatkn bubur untuk makan ayahnya. Segala urusan ayahnya yang lain pun ia yang mengerjakankanya sendirian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Obat yang mahal dn jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berfikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengobati sang Ayah. Ia pun belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Ia mempelajari bagaimana seorang suster memberi suntikan. Seteglh meras mampu, ia sendiri yang menyuntik ayahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika acara penganugrahan penghargaan tersebut berlangsung, pembawa acara bertanya apa yang diinginkan oleh Zhang Da, “Apakah uang atau yang lainya. Di dini ada banyak pejabat, pengusaha, jiga ada ratusan juta penonton televise, mereka bias membantumu!” Namun apa yang dikatakan Zhang Da sungguh mengejutkan, ia hanya berkata, “Aku hanya ingin mama kembali!”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisah di atas bukan hanya mengharukan namun juga menimbulkan kekaguman, dimana seorang yang yang masih berumur 10 tahun mampu menjalankan tanggung jawab yang berat dan bahkan orang dewasa pun mungkin sulit menjalaninya, dia menjalaninya selama lima tahun. Kesulitan hidup telah menempah anak tersebut menjadi sosok yang tangguh dan pantang menyerah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Zhang Da boleh dibilang langka karena sangat berbeda dengan anak-anak modern. Saat ini banyak anak yang segala sesuatunya dan kerpeluannya selalu dimudahkan oleh orang tuanya. Karena alas an sayang, orang tua selalu membantu anaknya, meskipun sang anak sudah mampu melakukannya. Ada anak yang sudah sekolah SD masih disuapi, dan memakai baju pun masih sering di bantu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Potensi anak justru muncul ketika anak itu dalam keadaan sulit dan ia pun belajar menyelesaikan permasalahan (tentu dengan bimbingan orang tua untuk memotivasi si anak). Berbeda dengan oarng dewasa ketika di terpa suatu kesulutan atau cobaan, sering kali mengeluh dan stress. Namun seorang anak jusru lebih cenderung untuk menyelesaikan pekerjaan dan masalahnya, karena masa kanak-kanak sampai dewasa merupakan masa-masa yang peroduktif untuk berkreatifitas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu contoh yang dialami oleh Zhang Da di atas, dia tetap bersekolah walaupun berjalan kaki dan melewati hutan dan tentu harus menempuh perjanan yang jauh, karena ia tahu bahwa dengan bersekolah ia dapat membantu ayahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka jika langkah anak selalu dimudahkan oleh orang tuanya, menuruti setipa permintaan sang anak, maka anak itu akan menjadi anak yang manja dan daya huangnya pun tidak akan tumbuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menyayangi dan mengasihi seorang anak adalah wajib bagi orang tua dan begitupun sebalikya. Tapi banyak orang tua yang salah menafsirkan arti kasih saying kepada anaknya. Mereka menafsrikan kasih saying kepad sang anak adalah memenuhi segala kebutuhan dan permintaannya. Namun secara tidak sadar, orang tua telah membunuh karakter juang seorang anak. Oleh karena itu, ada pepata menyatkan, “Jangan mudahkan hidup anak hari ini, untuk menyulikan ia di kemudian hari:.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1397576003824853831-429118526570377383?l=coretan2pikiranku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/feeds/429118526570377383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/06/tanggung-jawab-seorang-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/429118526570377383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1397576003824853831/posts/default/429118526570377383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan2pikiranku.blogspot.com/2010/06/tanggung-jawab-seorang-anak.html' title='Jangan Bunuh Karakter Juang Anak!!'/><author><name>irfan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01527932943813828030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-oydHQFYmEJo/Tyu5R4gNfyI/AAAAAAAAAQE/5u1yN1mJnbY/s220/395488_342187292468493_100000316751556_1186270_1461416444_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_RxtpjpVlf9M/TBtsXfgqxTI/AAAAAAAAAOA/Qm7mgg4mDaw/s72-c/image001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1397576003824853831.post-5771993466387000557</id><published>2010-06-17T07:44:00.000-07:00</published><updated>2010-06-17T07:59:31.704-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Pandangan Islam  Tentang Sepak Bola</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RxtpjpVlf9M/TBo0nIw6hYI/AAAAAAAAAN4/RofbfnScvnk/s1600/soccerball8001.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_RxtpjpVlf9M/TBo0nIw6hYI/AAAAAAAAAN4/RofbfnScvnk/s320/soccerball8001.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hamper semua orang di berbagai belahan dunia mengenal  sepak bola, olah&amp;nbsp; raga yang paling digemari olah banyak orang. Saat   ini, perhelatan sepak bola akbar yaitu piala dunia telah berlangsung dan hampir terdengar di seluruh pelosok negeri yang saat ini di gelar di afrika selatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Piala dunia merupakan perhelatan sepak bola terbesar di dunia, maka tidak heran jika banyak orang yang senang ataupun kurang senang dengan sepak bola sangat antusias ketika perhelatan empat tahunan ini sedang ber langsung. Maka tidak heran pula jika berbagai media cetak seperti surat kabar setiap hari meliput piala dunia ketika sedang berlangsung, bahkan halaman depan beberapa Koran bergambarkan piala dunia.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun bagaimana pandangan Islam tentang sepak bola? Berikut beberapa pendapat ulama meneganai sepak bola. Dalam kitab Musytaq fi Hukmil Lahwi wa
